5 Fungsi Masjid dan Tips Memakmurkannya

Bagikan

Sejak zaman kenabian, terutama masa Nabi Muhammad Saw., keberadaan masjid tidak sebatas sebagai tempat ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. semata, melainlah lebih dari itu, masjid sebagai sentra mengawali sebuah perubahan.

- Advertisement -

Begitulah awal tausiyah dari Ustaz Ridwan Hamidi, Lc., M.P.I, M.A. saat menyampaikan kajian jelang buka puasa dalam agenda Ngaji Pasan seri ke-6 di bulan Ramadan 1445 H. Kajian bertajuk “Dari Masjid Kita Bangkit, Masjid sebagai Suluh Peradaban” berlangsung di Masjid Gedhe Mataram Kotagede, pada Sabtu sore, (30/3/2024).

Pada salah satu rangkaian dari Pasar Pasan Kotagede 2024 ini, Ustaz Ridwan selaku Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) D. I. Yogyakarta melanjutkan bahwa perubahan itu mencakup seluruh aktivitas kehidupan, mulai dari basis pendidikan, ekonomi, politik, ekonomi, sosial, hingga budaya yang melahirkan sebuah peradaban, pemikiran maupun kekuatan.

Artikel Lainnya
1 of 20

“Bangunan masjid dari satu zaman ke zaman berikutnya dibuat sedemikian rupa, tetapi yang sama adalah fungsinya,” tegas Ustaz Ridwan.

5 Fungsi Masjid

1. Melakukan Ibadah Salat

Ustaz Ridwan menjelaskan ibadah yang dimaksud adalah ibadah mahdhah dan ghairu mahdhah. “Ibadah yang sifatnya pokok yaitu salat, sehingga semua fasilitas masjid betul-betul bisa menjamin para jemaah melakukan ibadah salat dengan baik, mulai dari posisi arah kiblat lalu posisi imam sesuai dengan tuntunan dan seterusnya,”.

Baca Juga :   Silaturahmi Syawal dan Halalbihalal PCM Kotagede: Ikhtiar Merangkul Umat
2. Menjaga Iman

Fungsi kedua, masjid sebagai tempat merawat dan menjaga iman. Menurut Ustaz Ridwan keimanan tidak hanya perihal akidah tetapi juga mencangkup hal-hal yang sifatnya praktis yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

“Misalnya mengenalkan keutamaan kebersihan, sehingga orang melihat bagaimana masjid yang digunakan sebagai tempat ibadah itu bersih. Selain itu tentang mengelola manajemen, ketertiban, kerapian, dan kedisiplinan. Jadi semua tertata dengan baik,” terangnya saat ditemui seusai salat maghrib.

3. Konsultasi Kehidupan Sosial

Fungsi masjid selanjutnya sebagai tempat konsultasi dan memecahkan masalah. Ustaz Ridwan bercerita bahwa kebiasaan Rasullah Saw. setelah selesai melaksanakan salat kemudian memperhatikan para sahabat. Perhatian itu untuk memastikan para sahabat ada yang sakit atau tidak.

Tidak hanya itu, Rasulullah Saw. juga memperhatikan kondisi sosial bermasyarakat, termasuk jika ada yang menghadapi permasalahan rumah tangga. “Jadi di masjid bukan hanya tempat berkonsultasinya, tetapi juga tempat memecahkan masalahnya serta mendamaikan orang yang berselisih,” sambung Ustaz Ridwan.

4. Tempat Tahanan

Berhubungan dengan politik yang menimbulkan peperangan, pada zaman dulu masjid difungsikan sebagai tempat manahan para tawanan perang. “Salah satunya pada waktu perang Badar, ketika itu para tawanan yang ingin dibebaskan diberi syarat untuk mengajarkan baca tulis kepada anak-anak, minimal enam orang,” ujarnya.

5. Basis Peradaban dan Pendidikan

Fungsi yang terakhir adalah mengarahkan masyarakat untuk menjadikan masjid sebagai tempat basis peradaban. Jadi bagaimana kita menatap ke depan, lanjut Ustaz Ridwan, masjid itu menjadi tempat di mana orang akan melihat Islam yang utuh.

Selaras dengan menjadikan masjid sebagai basis peradaban itu, Ustaz Ridwan menegaskan diperlukan melakukan pengenalan kepada masyarakat, difahamkan, kemudian sampai pada tahap dipraktekkan dan ditanamkan.

Baca Juga :   Berlalu dan Teringat

“Bahkan untuk hal-hal yang sifatnya strategis, misalnya berhadapan dengan musuh yang selalu berupaya melemahkan umat Islam. Contohnya juga fungsi pendidikan hingga hadirlah sekolah-sekolah. Dulu, sekolah untuk anak-anak seusia TK hingga SD yang namanya Kuttab itu tempatnya di masjid. Sehingga kesan pendidikan jika dilihat dari sisi fasilitas itu sederhana dan murah,” papar Ustaz Ridwan.

Tips Memakmurkan Masjid

Selanjutnya, sebagai upaya dalam memakmurkan masjid sesuai dengan fungsi-fungsi tersebut, Ustaz Ridwan mengatakan hal pertama yang perlu dilakukan adalah menata dan menyamakan iman, terutama para pengelola masjid.

Lalu sama-sama membangun komitmen. “Semua didiskusikan bersama, terutama tahapan-tahapannya. Jika iman sudah tertata, melihat persoalan bisa lebih mudah dan memiliki pemikiran yang sama. Misalnya dalam membuat program di masjid, mengelola keuangan, dan persoalan lainnya,” ungkapnya.

Kemudian yang terakhir adalah menyamakan langkah (visi misi). Dalam hal ini, Ustaz Ridwan mengatakan sebagai fungsi-fungsi organisasi. Jika diperlukan pelatihan, pembekalan, dan kegiatan lainnya yang fungsinya untuk merekatkan hubungan.

“Poin pentingnya untuk menjaga dan merekatkan hubungan ukhuah, antara pengelola dan masyarakat. Jika iman, ukhuah, komitmen itu sudah ada, insyaallah semua akan lebih mudah dijalankan,” tutup Ustaz Ridwan.

(Muhammad Gufron)


Bagikan

Leave a Reply