Brosur Lebaran Kotagede: Usai Diserbu Togel, kini Marak Penjudi Slot

Bagikan

Meskipun masyarakat saat ini lebih suka mencari pelbagai jenis informasi hingga beriklan lewat dunia digital, terutama oleh generasi muda. Hal itu tidak menyurutkan semangat Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kotagede untuk konsisten menerbitkan Brosur Lebaran. Faktanya, Brosur Lebaran sekarang sudah menginjak edisi ke 63.

- Advertisement -

Brosur Lebaran ini merupakan media yang dikelola oleh AMM Kotagede. Seperti namanya, Brosur diterbitkan setahun sekali, yakni setiap 1 Syawal. Brosur memuat hasil liputan lokal, berupa laporan kegiatan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, biografi tokoh, cerita pendek, puisi, iklan termasuk masalah dan kisah yang tidak dianggap penting oleh masyarakat. Semua itu dibingkai dalam tema khusus yang mencerminkan situasi dan kondisi masyarakat di Wilayah Kotagede.

Fatiha Rayhani Putri, selaku tim redaksi menuturkan setiap tahun tema yang angkat menyesuaikan kondisi dan permasalahan yang dihadapi di masyarakat sekitar. “Selain membuat laporan kegiatan organisasi otonom Muhammadiyah, ada rubrik utama akan didukung dengan artikel-artikel sesuai tema, selain itu ada liputan khusus, opini, lembar budaya dan juga artikel lepas,” terangnya.

Artikel Lainnya
1 of 17

Ia mengungkapkan Brosur Lebaran edisi 63 tahun 2024 ini dicetak kurang lebih sebanyak 300 eksemplar dan direncanakan untuk dibagikan bertepatan dengan pelaksanaan salat Iduftitri 1 Syawal 1445 Hijriah.

Penjudi Slot di Kotagede

Pada tahun 2024, Brosur Lebaran Kotagede edisi 63 mengusung tema “Judi Online”. Muhammad Primastri Jati atau biasa disapa Jati menceritakan alasan memilih tema itu karena maraknya penjudi Slot atau judi online, khususnya oleh generasi muda.

Baca Juga :   Silaturahmi dan Studi Tiru RSIA Annisa Blora ke RSKIA PKU Muhammadiyah Kotagede

“Kalau Brosur tahun 2021 pernah membuat laporan utama tentang Kotagede diserbu togel, di mana investigasi bisa dilakukan ke lokasi judi oleh pihak berwenang, namun masalah kali ini (judi slot) tidak bisa dilakukan hal serupa,” terang Jati, saat diwawancara pada Jum’at (5/4/2024) di Kantor Pimpinan Cabang Kotagede (PCM) Kotagede.

Terlebih dampak negatifnya yang tidak main-main, lanjut Jati, di mana hasil liputan tim redaksi menemukan bahwa tidak sedikit penjudi slot terjerat pinjaman online, tidak berani keluar rumah, hingga nekat menjual tanah. Baginya, masalah ini tidak dibasmi seperti judi togel, sehingga selain menjadi tanggung jawab pihak berwenang, warga Muhammadiyah perlu ikut andil dalam membantu permasalahan umat.

Lebih lanjut, Jati kembali bercerita bahwa dari hasil investigasi, banyak orang tua korban tidak mengetahui. “Waktu liputan banyak orang tua yang tidak tahu, ada satu yang mengaku ke orang tuanya sambil menangis-nangis, bahkan ada juga yang sampai sekarang tidak berani lapor ke bapak ibunya. Dan semua masih dibawah umur,” ungkap Jati.

“Mengingat dampaknya serius, semoga lewat Brosur kali ini dapat menjadi pengingat, terutama para keluarga untuk selalu waspada terhadap aktivitas yang dilakukan oleh anak atau teman dengan telepon pintarnya,” harap Jati.

Lebih dari itu, Jati juga berharap kehadiran Brosur akan menjadi ruang-ruang merekam keseharian yang dianggap tidak penting dan terpinggirkan serta bisa dimanfaatkan oleh generasi muda untuk berekspresi, baik di bidang jurnalistik, menulis cerita dan lainnya.

Fatiha menambahkan lewat Brosur dapat membantu memberi pemahaman kepada masyarakat, terutama kepada pembaca Brosur yang rata-rata adalah para orang tua dan belum mengetahui aktivitas judi online atau judi sloat telah menjadi fenomena.

Baca Juga :   Pasar Pasan Kotagede 2024, Keberpihakan Ekonomi Sektoral Selama Ramadan

Sejarah Brosur Lebaran Kotagede

Pada tahun 1960an, melalui tiga kelompok pergerakan bernama GOPIK akronim dari Gabungan Organisasi Pemuda Islam Kotagede, diantaranya Pemuda Islam Indonesia (PII) dan AMM Kotagede berkolaborasi membuat redaksi penerbitan.

“Awalnya Brosur ini adalah redaksi penerbitan. Di mana, pada tahun 60an di Kotagede belum ada penerbitan dari pergerakan di Kotagede. Kemudian terdapat tiga kelompok pergerakan besar membuat penerbitan, yaitu GOPIK, PII, dan AMM,” kata Jati

Lebih lanjut, Jati menjelaskan bahwa ketiga kelompok pergerakan tersebut mengalami permasalahan karena sudah berbeda tujuan. Akhirnya sekitar tahun 1972-1973 Brosur Lebaran dilanjutkan secara mandiri oleh AMM Kotagede hingga sekarang edisi 63.

“Brosur Lebaran ini sebagai arsip tahunan yang otentik. Sehingga setiap generasi bisa mengetahui sekaligus mengkaji kegiatan apa saja yang telah dilakukan, terutama oleh Ortom Muhammadiyah ‘Aisyiyah dan peristiwa-peristiwa yang terjadi di masyarakat Kotagede,” tutup Jati.

(Muhammad Gufron)


Bagikan

Leave a Reply