
SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta Terima Hibah Truk Hino 300 Series, Perkuat Pendidikan Vokasi
YOGYAKARTA – SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta resmi menerima hibah satu unit truk Hino 300 Series dari PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI)lewat program Corporate Social Responsibility (CSR), Jumat (9/10).
Program CSR ini sekaligus menjembatani kebutuhan industri dengan dunia pendidikan, sehingga lulusan sekolah vokasi memiliki keterampilan yang relevan dengan standar kerja modern.
SMK Muga menjadi satu-satunya sekolah swasta dari delapan sekolah se-Indonesia yang menerima bantuan.
Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Shingo Sakai, Presiden Direktur HMSI kepada Kustejo, Kepala SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta.
Kustejo menyampaikan, bantuan itu bentuk kepercayaan industri terhadap sekolah sekaligus investasi bagi masa depan peserta didik.
Selanjutnya, unit tersebut akan dimanfaatkan sebagai sarana praktik untuk meningkatkan kompetensi siswa dalam perawatan dan penanganan kendaraan niaga.
“Ada delapan sekolah yang dapat bantuan dari Hino se-Indonesia. Hanya kami sekolah swasta yang dapat bantuan truk berteknologi tinggi ini,” ungkapnya.
Selama lima tahun terakhir, SMK Muga telah menjalin kerja sama dengan PT HMSI. Kolaborasi tersebut semakin berkembang dalam tiga tahun terakhir melalui program Hino Indonesia Partnership School (HIPS), yang mencakup pengembangan kurikulum, pembelajaran, hingga penyiapan lulusan untuk memasuki dunia kerja.
Hasilnya, pada 2026, sebanyak delapan lulusan SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta telah terserap bekerja di jaringan PT HMSI.
Pada 2024–2025, belasan lulusan juga telah diterima bekerja. Secara keseluruhan, lebih dari 40 lulusan sekolah tersebut telah bekerja di jaringan perusahaan Hino.
“Bagi kami, angka tersebut bukan sekadar statistik keberhasilan sekolah. Di balik setiap lulusan yang bekerja, ada anak yang memperoleh kesempatan membangun masa depan, keluarga yang mendapatkan harapan baru, serta orang tua yang bangga menyaksikan anaknya mulai mandiri,” tutur Kustejo.
Tahun ini, sekolah kembali menyiapkan 25 siswa untuk mengikuti proses pelatihan dan rekrutmen sesuai kebutuhan industri.
“Yang kemarin kita siapkan 20, keterima 18. Nah, ini yang sudah diminta oleh PT Hino untuk disiapkan, dilatih, dan insyaallah semoga 25 ini bisa terserap,” jelasnya.
Peluang kerja tersebut tidak hanya terbuka di jaringan PT HMSI, tetapi juga di perusahaan pengguna kendaraan niaga Hino yang membutuhkan tenaga teknisi maupun inspector kendaraan.
“Pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam mempersiapkan generasi muda agar memiliki keterampilan sesuai dengan kebutuhan industri. Melalui bantuan kendaraan praktik ini, kami berharap siswa memperoleh pengalaman yang lebih nyata dan memahami teknologi kendaraan secara langsung sejak di bangku sekolah,” papar Shingo Sakai.
Sementara itu, Majelis Dikdasmen PNF PWM DIY, Marwata, menilai bantuan itu juga menunjukkan kepercayaan industri terhadap sekolah Muhammadiyah, khususnya satuan pendidikan yang memiliki kompetensi keahlian Teknik Kendaraan Ringan (TKR).
“Dengan bantuan kendaraan dari Hino, siswa dapat mempelajari secara langsung produk dan teknologi yang digunakan industri. Di samping itu, ada kesempatan bagi alumni SMK Muhammadiyah untuk direkrut dan bekerja di PT Hino,” ujarnya.
Marwata berharap, pengalaman SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta dalam membangun kemitraan dengan Hino dapat menjadi inspirasi bagi SMK Muhammadiyah lainnya di DIY untuk terus meningkatkan kompetensi siswa dan memperluas jejaring industri.
“Kami berharap kepala-kepala sekolah semakin kreatif dalam meningkatkan kompetensi siswa dan menjalin kerja sama dengan industri berskala nasional. Dengan begitu, SMK Muhammadiyah di DIY dapat terus mengembangkan potensi siswanya hingga mampu bersaing dan berkiprah di tingkat nasional,” harapnya. (guf)
