
PCA Kotagede Gelar Pelatihan Mubalighot
Kotagede -Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Kotagede pada hari Sabtu tanggal 7 Maret 2026 menggelar pelatihan Mubalighot untuk ibu-ibu pimpinan cabang dan ranting dengan peserta sebanyak 90 orang. Pelatihan ini terlaksana adanya kerjasama ‘Aisyiyah dengan Lazismu PKU kota dan PKU Gamping.
Pelatihan mubalighat, mengambil tema: Mencetak Generasi Muballighot yang Cerdas, Santun, dan Responsif di Era Digital . Adapun tujuan dari pelatihan ini:
- Tafaqquh Fiddin: Meningkatkan pemahaman keagamaan peserta, khususnya terkait isu-isu perempuan dan keluarga.
- Skill Upgrading: Melatih kemampuan retorika (public speaking) dan teknik penyusunan materi dakwah yang sistematis.
- Digital Literacy: Membekali peserta dengan kemampuan dakwah melalui media sosial.
- Regenerasi: Menjaring bibit-bibit baru muballighot untuk keberlanjutan dakwah organisasi.
Sehingga dengan pelatihan muballighot ini diharapkan menjadi tempat
kawah candradimuka untuk melahirkan pendakwah perempuan yang berwawasan luas, moderat (wasathiyah), dan mampu beradaptasi dengan teknologi.Untuk mewujudkan
tujuan menjunjung tinggi agama Islam, menegakkan nilai-nilai Islam, menuju
terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Dakwah ini merupakan
tanggung jawab setiap muslim yang bisa dilakukan dengan berbagai kegiatan.
Untuk menunjang ketercapaian pelatihan ini , diundang 3 narasumber yang kompeten dalam bidangnya. Adapun materi yang disampaikan yaitu: - Isu Kontemporer
Pemateri : Prof Dr. Siti
Syamsiyatun, MA. P.Hd (Guru Besar dan Dosen UIN) - Fiqih Perempuan
Pemateri: Dr.Islamiyatur Rokhmah, M.Si(Dosen
UNISA) - Metode Dakwah efektif
(konvensional dan digital)
Pemateri : Dr. Adib Sofia
S.S, M.Hum (Dosen UIN).
Pada kesempatan pembukaan disampaikan laporan kegiatan oleh ketua Panitia, dilanjut sambutan ketua PCA Muftiyah Hidayati, menyampaikan ucapan terimakasih pada semua nara sumber dan pada peserta. Selanjutnya Muftiyah menyampaikan bahwa pelatihan ini sebagai salah satu langkah PCA menyiapkan kader muballighot yang dirasa masih minimal walaupun sebetulnya kita semua sudah termasuk muballighot. Untuk itu pelatihan ini sudah kami carikan nara sumber yang hebat semuanya dari unsur PPA untuk itu mari kita ikuti dengan sungguh-sungguh dan kita selanjutnya untuk mempraktekkan apa yang diperoleh hari ini, imbuhnya.
Setelah dibuka secara resmi oleh Ketua PCA kegiatan diserahkan ke moderator Fitri Maulida Rahmawati, SE, M.Si.
Dalam penyampaian materi 1, Prof Siti samsyiatun, menyampaikan bahwa kalau bicara tentang isu kontemporer sering di hubungkan dengan masalah yang nampak atau bisa juga masalah yang sedang hangat dibicarakan. Selanjutnya diuraikan dengan melihat secara Bayani, Burhani, dan irfani. Metode yang dilakukan sangat interaktif dan memberikan kesempatan pada peserta untuk mengimplementasikan 7 karakter perempuan berkemajuan dan 10 komitmen perempuan berkemajuanberkemajuan, yang kemudian memilah-milah mana yang Bayani, Burhani dan Irfani.
Dilanjutkan dengan
Materi ke 2 tentang Fiqih Perempuan, Dr Islamiatur Rahmah M Si. Islamiatur mengingatkan kalau bicara tentang Fiqih perempuan, maka mari kita lihat
QS Almu’minun ayat 12 – 14. Selanjutnya kegiatan lebih banyak pada Diskusi tentang asal mula manusia dialnjutkan membahas tentang perempuan yang siap untuk menikah
Supaya diperhatikan tentang pernikahan usia anak. Disebutkan pula tidak boleh meninggalkan keturunan yg lemah.
Adapun Materi 3, oleh Adib Sofia menyampaikan bahwa
Istilah tabligh lebih kita pilih dari dakwah.
Tabligh berasal dr tercapainya sesuatu pada tujuan tertentu ,imbuhnya.
Sedangkan yang menyampaikan tabligh disebut Muballighat dan Muballighot karena: - apa yang kita berikan sampai.
- Landasan almaidah, Kata kuncinya sampai/tekan.
Selanjutnya disampaikan bahwa Tablgh digital adalah tabligh melalui media digital, audiant tahu apa - Menyusun materi dengan menggunakan strategi
- Mengevaluasi
Melalui media digital.
Kita mesti bisa mengikuti kemajuan 2 digital.
Ditambahkan pula bahwa dalam Tafsir, kita bersikap menggembirakan sehingga apa yang kita sampaikan itu: - Qoulan bariron: nyaman diterima siapapun
- Qoulan syadiidan Bukan hoxs /ngarang/ ada landasan
- Qoulan Ma’rufan
- Qoulan Maisyuran (yg pantas2 jadi dari menemukan konten membuat penyampaian sampai terjun ke masjid-masjid dan kita berikan evaluasi)
- Qoulan layonan ( perkataan yg lembut)
- Qoulan Kariman perkataan yg mulia.
Dalam setiap sesi ada tanya jawab yang seru karena banyak yang ingin bertanya. Sehingga peserta sangat berharap ada kelanjutan pelatihan ini dengan narasumber yang sama.(umih/ning)
Artikel Lainnya
