
PCM Kotagede Jalani Penilaian PCM Unggulan, Persiapan Menuju Tingkat Nasional
KOTAGEDE – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kotagede menerima kunjungan tim penilai dari Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY dalam rangka penilaian PCM Unggulan se-DIY, Ahad (4/10/2026). Kegiatan berlangsung di Kantor PCM Kotagede, Yogyakarta.
Penilaian ini menjadi bagian dari proses seleksi PCM Unggulan di tingkat DIY. PCM yang terpilih nantinya akan mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mengikuti seleksi di tingkat nasional.
Ketua PCM Kotagede, Muhammad Hatta, menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus terima kasih kepada tim penilai atas kunjungan dan evaluasi yang diberikan. Ia memandang kegiatan ini sebagai kesempatan untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperoleh masukan bagi pengembangan organisasi.
Hatta menjelaskan, Kantor PCM Kotagede berdiri di atas bangunan hibah dari keluarga Bapak Ismail yang dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas dakwah Muhammadiyah. Bangunan tersebut juga telah ditetapkan sebagai warisan budaya, sehingga keberadaan dan bentuk aslinya perlu dijaga.
Menurutnya, berbagai masukan dari tim penilai akan menjadi bahan evaluasi bagi PCM Kotagede untuk terus memperbaiki tata kelola dan meningkatkan kualitas pelayanan organisasi. Ia juga menyampaikan keterbukaan PCM Kotagede untuk terus menjalin silaturahmi dengan pimpinan wilayah hingga tingkat ranting.

Apresiasi Administrasi dan Keaktifan Ranting
Dalam sesi evaluasi, tim penilai LPCRPM PWM DIY menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan PCM Kotagede, terutama dalam hal pengalaman mengikuti penilaian sejak 2018 dan pengelolaan administrasi organisasi yang dinilai tertata dengan baik.
Keaktifan seluruh ranting di bawah PCM Kotagede juga menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian. Seluruh ranting disebut telah berstatus aktif dalam pendataan organisasi.
Meski demikian, tim penilai turut memberikan sejumlah catatan untuk penyempurnaan dokumen dan penyajian data. Di antaranya, perlunya menampilkan informasi keuangan serta jumlah penerima manfaat program secara lebih transparan, lengkap, dan terukur.
Penyajian data yang jelas dinilai penting untuk menunjukkan dampak nyata program Muhammadiyah kepada masyarakat. Dengan data yang terdokumentasi secara baik, berbagai kegiatan dakwah, sosial, pendidikan, dan pemberdayaan dapat terlihat lebih terukur.
Tim penilai juga mengingatkan pentingnya memperbarui pendataan masjid dan musala melalui sistem yang telah disediakan. Pembaruan data tersebut perlu diperhatikan menjelang batas pengiriman data ke Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada awal November.
Menjadi Bahan Evaluasi untuk Penguatan Organisasi
Penilaian PCM Unggulan tidak hanya menjadi tahapan seleksi untuk menentukan perwakilan DIY ke tingkat nasional, tetapi juga menjadi ruang evaluasi bagi cabang dalam melihat capaian dan hal-hal yang masih perlu diperbaiki.
Bagi PCM Kotagede, masukan dari tim penilai menjadi dorongan untuk terus memperkuat administrasi, melengkapi dokumentasi kegiatan, serta meningkatkan kualitas penyajian data organisasi dan penerima manfaat.
Melalui proses ini, PCM Kotagede diharapkan dapat terus mengembangkan tata kelola organisasi yang tertib, transparan, dan berdampak bagi masyarakat. Upaya tersebut menjadi bagian dari ikhtiar Muhammadiyah dalam memperkuat peran cabang, ranting, dan masjid sebagai pusat dakwah serta pelayanan umat.
