
MSCM Kotagede Ajak Lansia Tambah Usia, Tambah Ibadah, dan Bahagia
KOTAGEDE – Muhammadiyah Senior Care Smart (MSCM) Kotagede kembali menggelar pengajian lansia pada Sabtu (17/10/2026) sore di Aula Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Kotagede. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dalam memberikan ruang pembinaan spiritual sekaligus mempererat silaturahmi bagi warga lanjut usia di wilayah Kotagede.
MSCM Kotagede merupakan program pelayanan lansia hasil kolaborasi Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kotagede dengan Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS) Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Kotagede. Kepengurusan program ini telah diperkuat melalui Surat Keputusan PCM Kotagede, dengan rencana kegiatan yang dilaksanakan secara rutin setiap bulan.
Pengajian kali ini diikuti perwakilan lansia dari Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) se-Kotagede. Peserta didominasi lansia perempuan, dengan beberapa lansia laki-laki yang turut hadir. Kegiatan juga dihadiri Ketua PCM Kotagede, Ketua PCA Kotagede, perwakilan Lazismu, RS PKU Muhammadiyah Kotagede, serta MPKS PCM Kotagede sebagai mitra dalam pelayanan lansia.
Sebelum memasuki acara inti, para peserta diajak menyanyikan Mars ‘Aisyiyah dan Mars Lansia Bahagia. Suasana tersebut menjadi pembuka untuk membangun semangat dan kebersamaan di antara para peserta.
Perkuat Pelayanan Lansia melalui Kolaborasi
Ketua MKS PCA Kotagede, Sumaryati, dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf karena kegiatan yang semestinya dilaksanakan pada September baru dapat terselenggara pada Oktober. Padatnya agenda menjadi salah satu alasan penyesuaian jadwal tersebut.
Meski demikian, Sumaryati menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak mengurangi komitmen pengurus untuk terus menghadirkan kegiatan bagi para lansia.
Ia berharap MSCM Kotagede dapat menjadi wadah yang berkelanjutan bagi warga lanjut usia untuk tetap aktif, memperdalam pemahaman agama, dan menjaga hubungan sosial.
Sumaryati juga mengajak para lansia dari setiap ranting untuk terus berpartisipasi dalam kegiatan MSCM pada bulan-bulan berikutnya. Dengan keterlibatan ranting, pelayanan diharapkan semakin luas dan mampu menjangkau lebih banyak lansia di Kotagede.
Dalam kesempatan tersebut, Sumaryati menyampaikan bahwa kegiatan diikuti oleh perwakilan lansia dari PRA se-Kotagede. Setiap ranting mengirimkan lima orang lansia, baik laki-laki maupun perempuan, serta satu pendamping dari MKS PRA masing-masing. Berdasarkan data yang disampaikan panitia, jumlah peserta dan pendamping mencapai sekitar 90 orang.
Program MSCM Kotagede mengusung tiga semangat utama, yakni “Tambah Sepuh Tambah Saleh-Salehah, Tambah Sepuh Tambah Sedekah, dan Tambah Sepuh Tambah Bahagia.” Semangat ini menjadi pengingat bahwa bertambahnya usia bukan alasan untuk berhenti belajar, beribadah, berbagi, dan menjalani kehidupan dengan bahagia.
Tujuh Hal Penting bagi Lansia
Pengajian inti disampaikan oleh H. Hamdan Hambali dengan tema “Tujuh Hal Penting bagi Lansia”. Materi ini mengajak para peserta untuk memanfaatkan usia lanjut sebagai kesempatan memperkuat ibadah, memperbaiki kebiasaan, serta menambah bekal amal untuk kehidupan akhirat.
Dalam pengajian tersebut, terdapat tujuh hal yang perlu diperhatikan oleh mereka yang telah memasuki usia 60 tahun ke atas.
Pertama, memperbanyak istigfar. Lansia diajak membiasakan diri memohon ampun kepada Allah Swt. dalam berbagai kesempatan sebagai bagian dari upaya memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada-Nya.
Kedua, menjaga dan meningkatkan ibadah salat. Selain menunaikan salat wajib, lansia didorong untuk meningkatkan ibadah dengan melaksanakan salat sunah sesuai kemampuan.
Ketiga, memperbanyak membaca Al-Qur’an. Membaca dan mendekatkan diri kepada Al-Qur’an diharapkan dapat menjaga ketenangan hati sekaligus memperkuat hubungan spiritual dengan Allah Swt.
Keempat, berlomba-lomba dalam kebaikan. Setiap kesempatan berbuat baik hendaknya dimanfaatkan untuk menambah amal, membantu sesama, dan meninggalkan manfaat yang dapat terus dirasakan orang lain.
Kelima, rajin menghadiri majelis ilmu. Bertambahnya usia bukan alasan untuk berhenti belajar. Majelis ilmu menjadi sarana menambah pemahaman agama dan memperoleh bekal dalam menjalani kehidupan.
Keenam, mempertahankan kebiasaan baik dan meninggalkan kebiasaan buruk. Usia lanjut menjadi momentum untuk mengevaluasi diri, memperbaiki perilaku, serta membangun kebiasaan yang membawa manfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan.
Ketujuh, terus mencari dan menambah bekal amal. Lansia diajak untuk tidak merasa cukup dengan apa yang telah dilakukan. Selama masih diberi kesempatan, belajar, beribadah, dan mengamalkan ilmu perlu terus dilakukan.
Pesan-pesan tersebut mengingatkan bahwa masa tua bukanlah masa untuk berhenti berkarya dan memperbaiki diri. Justru, usia yang semakin bertambah dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan dengan Allah Swt., memperluas manfaat bagi sesama, dan mempersiapkan kehidupan akhirat.
Berharap Lansia dari Setiap Ranting Terus Berpartisipasi
Menjelang akhir kegiatan, panitia menyampaikan informasi mengenai agenda MSCM Kotagede berikutnya. Setiap ranting diharapkan kembali mengirimkan perwakilan agar kegiatan dapat berlangsung secara berkelanjutan dan semakin mempererat hubungan antarlansia di Kotagede.
Untuk sementara, kegiatan masih dilaksanakan dengan sistem perwakilan dari masing-masing ranting. Pengurus berharap, ke depan, partisipasi lansia dapat semakin meningkat sehingga lebih banyak warga lanjut usia memperoleh manfaat dari program ini.
Antusiasme peserta dalam mengikuti pengajian menjadi dorongan bagi pengurus untuk terus mengembangkan pelayanan lansia melalui kerja sama PCM Kotagede, PCA Kotagede, dan berbagai mitra yang terlibat.
Melalui MSCM Kotagede, pelayanan kepada lansia tidak hanya diarahkan pada pemenuhan kebutuhan sosial, tetapi juga pada penguatan spiritual, kebersamaan, dan kebahagiaan. Dengan demikian, bertambahnya usia diharapkan sejalan dengan bertambahnya kualitas ibadah, kepedulian sosial, dan semangat menjalani kehidupan. (umih)
