
UAD Bekali Siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta Memproduksi Kosmetika Herbal
Kotagede – Sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah Muhammadiyah di DIY terus dilakukan untuk menyiapkan lulusan SMK yang kompeten dan siap menghadapi dunia kerja.
Belum lama ini, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar pelatihan pembuatan kosmetika berbahan herbal bagi peserta didik SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta.
Pelatihan yang berlangsung pada Kamis (5/3/2026) bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa dalam memproduksi sediaan kosmetika sekaligus memperkenalkan pemanfaatan bahan herbal yang aman dan bermanfaat.
Lewat program dengan konsep link and match, peserta didik dibekali keterampilan teknis (hardskills), keterampilan sosial (softskills), serta karakter kerja, selaras kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Dalam prosesnya, siswa mendapatkan materi mengenai pemanfaatan bahan alami dalam industri kosmetika serta praktik pembuatan masker peel off. Produk ini dipilih karena relatif mudah dibuat dan memiliki peluang untuk dikembangkan secara kreatif maupun sebagai produk kewirausahaan.
Tim PkM ini terdiri atas sejumlah dosen Fakultas Farmasi UAD yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya, yakni Dra. apt. Iis Wahyuningsih, M.Si. yang mendalami farmasetika dan teknologi farmasi dari Program Profesi Apoteker.
Kemudian Dr. rer. nat. apt. Sri Mulyaningsih, M.Si. dan apt. Ichwan Ridwan Rais, M.Sc., Ph.D. yang memiliki keahlian di bidang biologi farmasi dari Program Sarjana dan Magister Farmasi, serta drh. Sapto Yuliani yang memiliki kompetensi di bidang farmakologi dari Program Doktor Farmasi UAD.
Selain dosen, pelatihan juga melibatkan mahasiswa UAD sebagai bagian dari proses pembelajaran sekaligus pengabdian kepada masyarakat.
drh. Sapto Yuliani menyebut, program ini dirancang untuk memberikan pemahaman teori, sekaligus pengalaman praktik langsung.
“Melalui pelatihan ini siswa tidak hanya memahami potensi bahan herbal sebagai bahan kosmetika, tetapi juga terampil mengelola menjadi produk bernilai guna yang berpotensi dikembangkan sebagai usaha,” ungkapnya.
Program pengabdian ini didanai Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UAD. Harapannya dapat mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek kehidupan sehat dan sejahtera.
Selain itu, Program ini juga diharapkan dapat berkontribusi pada upaya mewujudkan kehidupan sehat dan sejahtera di masyarakat.
Tim pelaksana menargetkan sejumlah luaran, di antaranya pengembangan formula produk, peluang komersialisasi masker peel off, serta penyusunan minimum viable product (MVP) sebagai tahap awal evaluasi kualitas produk sebelum dipasarkan. (guf)
