BPTP DIY dan DPRD DIY Perkuat Ketahanan Pangan KWT Aisyiyah Berkah Lumintu melalui Bimtek Pengendalian OPT

Bagikan

Kotagede – Balai Proteksi Tanaman Pertanian (BPTP) Daerah Istimewa Yogyakarta bekerja sama dengan Anggota DPRD DIY Komisi B Fraksi PAN menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pencegahan dan Penanganan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) pada Tanaman Sayuran bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Aisyiyah Berkah Lumintu (ABL), Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Prenggan, Kotagede.

- Advertisement -

Kegiatan berlangsung pada Selasa, 7 Juli 2026, di Joglo Dyah Retno Batik, Prenggan, Kotagede, Yogyakarta. Bimtek ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota KWT dalam mengendalikan hama serta penyakit tanaman secara ramah lingkungan guna mendukung ketahanan pangan keluarga di wilayah perkotaan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota Komisi B DPRD DIY Fraksi PAN Rifki Listiyanto, S.Si., M.Sc., perwakilan UPTD BPTP DIY RR. Safitriani, S.P., M.P. beserta jajaran, Essy Emiyati, S.P. dari Dinas Pertanian dan Pangan, Ketua PRA Prenggan Dra. Siti Sholihah, Ketua KWT Aisyiyah Berkah Lumintu Masrurotun Pujiastuti, S.E., serta tamu undangan dari Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Kotagede.

Artikel Lainnya
1 of 116

Sebanyak 25 peserta mengikuti kegiatan yang diawali dengan sambutan Pembina KWT ABL, Dr. Siti Hamidah, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada KWT Aisyiyah Berkah Lumintu sebagai tuan rumah pelaksanaan Bimtek.

“Terima kasih telah memilih KWT Aisyiyah Berkah Lumintu sebagai peserta sekaligus tuan rumah Bimtek ini. Ilmu mengenai penanganan hama dan penyakit tanaman memang sangat dinantikan oleh ibu-ibu,” ujarnya.

Hamidah menjelaskan bahwa KWT Aisyiyah Berkah Lumintu lahir dari semangat berkarya setelah berhasil meraih prestasi dalam lomba pembuatan video yang diselenggarakan Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) DIY pada tahun 2024. Sejak saat itu, kelompok ini terus berkembang sebagai gerakan pemberdayaan perempuan dalam bidang ketahanan pangan keluarga, khususnya di lingkungan perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan.

Baca Juga :   PCM Kotagede 2022-2027 Resmi Dilantik

Menurutnya, berbagai kolaborasi juga telah terjalin, salah satunya dengan Program Studi Pendidikan Tata Boga Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) untuk mengembangkan produk olahan berbahan dasar labu madu hasil kebun KWT.

“Keikutsertaan KWT ABL dalam berbagai kegiatan pemerintah menjadi bukti bahwa keberadaan kelompok ini semakin diakui dan dipercaya,” tambahnya.

Sinergi BPTP DIY dan DPRD DIY Dukung Ketahanan Pangan

Perwakilan UPTD Balai Proteksi Tanaman Pertanian DIY, RR. Safitriani, S.P., M.P., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara BPTP DIY dan DPRD DIY dalam meningkatkan kemampuan masyarakat di bidang perlindungan tanaman.

“Bimtek ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam perlindungan tanaman sehingga mampu meningkatkan produktivitas hasil pertanian, khususnya tanaman sayuran,” jelas Safitriani.

Sebagai bentuk dukungan, peserta juga menerima bantuan berupa agens hayati, paket starter pestisida nabati, serta sarana pendukung pengendalian hama yang aman bagi keluarga maupun lingkungan.

Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD DIY Fraksi PAN, Rifki Listiyanto, S.Si., M.Sc., menegaskan komitmen DPRD DIY dalam mendukung ketahanan pangan serta pengembangan pertanian perkotaan.

“Fraksi PAN terus mendorong anggaran yang berpihak kepada petani kecil dan Kelompok Wanita Tani. Bimtek ini menjadi bentuk pengawasan agar program pemerintah benar-benar tepat sasaran. Ilmu harus sampai kepada masyarakat dan diterapkan di kebun, bukan berhenti di ruang seminar,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rifki juga membuka sesi dialog untuk menyerap berbagai aspirasi dan kendala yang dihadapi anggota KWT. Masukan tersebut akan menjadi bahan penyusunan Pokok Pikiran (Pokir) DPRD DIY.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan simbolis bantuan sarana pengendalian OPT kepada Ketua KWT Aisyiyah Berkah Lumintu yang disambut antusias seluruh peserta.

Materi Pengendalian OPT Secara Ramah Lingkungan

Materi utama Bimtek disampaikan oleh praktisi pertanian Guntara, S.P., yang juga dikenal sebagai Owner Geulis Anggrek.

Dalam pemaparannya, Guntara menjelaskan berbagai jenis Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), mulai dari ulat grayak, kutu kebul, hingga penyakit tanaman yang disebabkan oleh patogen terbawa benih.

Peserta juga mendapatkan pelatihan mengenai:

Baca Juga :   Semarak Milad ke-109 ‘Aisyiyah, PCA Kotagede Gelar Seminar Kesehatan tentang Penanganan Diabetes Melitus
  • Identifikasi hama dan penyakit tanaman sayuran.
  • Teknik pembuatan pestisida nabati.
  • Cara penggunaan agens hayati.
  • Teknik aplikasi pengendalian hama yang ramah lingkungan.
  • Pembuatan ramuan pengendali hama dan penyakit secara tepat.

Materi disampaikan secara interaktif sehingga mudah dipahami oleh peserta yang sebagian besar aktif mengelola kebun pekarangan.

Diskusi Interaktif Bahas Permasalahan di Lapangan

Sesi diskusi berlangsung sangat aktif. Peserta mengajukan berbagai pertanyaan terkait persoalan yang mereka hadapi, seperti penyakit busuk daun, tanaman cabai yang layu, serangan kutu putih atau kutu kebul pada tanaman terong, hingga serangan berbagai jenis serangga pengganggu.

Menanggapi hal tersebut, Guntara memberikan penjelasan secara rinci disertai contoh penanganan yang mudah diterapkan. Salah satunya adalah penggunaan likat kuning (yellow sticky trap) sebagai perangkap serangga serta pencabutan tanaman yang telah terserang kutu kebul untuk mencegah penyebaran penyakit ke tanaman lain.

Setelah sesi materi, peserta dibagi menjadi dua kelompok diskusi yang didampingi petugas Regu Pengendalian Tanaman (RPT), yaitu Aan Suwandi dan Danang Tripitoko.

Masing-masing kelompok mendiskusikan kasus nyata yang mereka alami selama berkebun, kemudian mempresentasikan hasil pembahasan secara bergantian. Suasana diskusi berlangsung hidup dan penuh antusiasme.

Produk UMKM Berbahan Labu Madu Menjadi Daya Tarik

Selain kegiatan Bimtek, KWT Aisyiyah Berkah Lumintu juga menggelar bazar UMKM yang menampilkan berbagai produk olahan hasil kebun, terutama berbahan dasar Labu Madu, komoditas unggulan sekaligus ikon kelompok.

Produk yang dipamerkan antara lain:

  • Pie Labu Madu
  • Cake Labu Madu
  • Puding Labu Madu
  • Stik Labu Madu
  • Peyek Kenikir
  • Peyek Bayam
  • Peyek Kacang

Kreativitas anggota KWT mendapat apresiasi dari Rifki Listiyanto yang turut membeli berbagai produk sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan UMKM lokal.

Kegiatan Bimbingan Teknis yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam tersebut resmi ditutup pukul 12.00 WIB oleh petugas UPTD BPTP DIY, Rizki Pradana, S.P.

Melalui kegiatan ini diharapkan anggota KWT Aisyiyah Berkah Lumintu semakin mampu menerapkan teknik budidaya yang sehat, ramah lingkungan, serta mendukung ketahanan pangan keluarga di kawasan perkotaan.


Bagikan

Leave a Reply