Khitan Ceria Gratis Lazismu Kotagede Wujudkan Teologi Al-Ma’un

Bagikan

KOTAGEDE – Muhammadiyah tidak hanya hadir di mimbar-mimbar pengajian, tetapi benar-benar hadir di tengah masyarakat memberikan solusi.

- Advertisement -

Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kotagede, Drs. H. Kurdi Dwinarto dalam kegiatan Khitan Ceria Gratis yang diselenggarakan Lazismu Kotagede bekerja sama dengan RS PKU Muhammadiyah Kotagede, Sabtu (4/7/2026).

Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kotagede, Drs. H. Kurdi Dwinarto
Artikel Lainnya
1 of 115

Menurutnya, program tersebut merupakan implementasi nyata teologi Al-Ma’un melalui pelayanan kesehatan yang langsung dirasakan masyarakat.

Tahun ini, program Khitan Ceria Gratis diikuti 15 anak dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-24 Lazismu serta Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Selain itu, momentum libur sekolah dipilih agar peserta memiliki waktu pemulihan yang lebih optimal setelah menjalani proses khitan.
Kurdi mengatakan, Khitan Ceria bukan sekadar layanan kesehatan gratis, tetapi juga menjadi bukti sinergi antarlembaga di lingkungan Muhammadiyah.

“Ini adalah bukti nyata realisasi ajaran Al-Ma’un yang diajarkan Kiai Ahmad Dahlan. Ini juga bentuk sinergi antara Lazismu sebagai lembaga filantropi dengan PKU Muhammadiyah sebagai lembaga kesehatan. Sinergi seperti ini menjadi salah satu kekuatan Muhammadiyah dan harus terus dirawat serta ditingkatkan,” paparnya.

Ia menambahkan, kekuatan Muhammadiyah terletak pada kolaborasi antar amal usaha yang saling mendukung dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ke depan, pihaknya berharap, sinergi bisa diperluas dengan melibatkan lebih banyak amal usaha Muhammadiyah di bidang ekonomi maupun pendidikan, sehingga dampak sosial yang dihasilkan semakin besar.

Baca Juga :   StorySight, Platform Karya Mahasiswa UMY Untuk Meningkatkan Minat Baca Anak Usia Dini

“Kalau semakin banyak yang terlibat, manfaatnya akan jauh lebih besar. Harapannya bisa dikembangkan tidak hanya dua lembaga ini, tetapi juga melibatkan amal usaha Muhammadiyah lainnya,” imbuhnya.

Selain mengapresiasi panitia dan tenaga medis, Kurdi juga menyampaikan penghargaan kepada para muzaki dan donatur yang telah mempercayakan zakat, infak, maupun sedekahnya melalui Lazismu Kotagede.

“Kontribusi para donatur menjadi fondasi utama sehingga program sosial seperti Khitan Ceria dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan,” tandasnya.

Lebih lanjut, Ketua Badan Pembina Lazismu Kotagede, Priyo J. Salim menambahkan, program ini salah satu bentuk pengabdian Lazismu dalam mendukung tujuan Muhammadiyah untuk menyejahterakan masyarakat melalui pelayanan yang menyentuh kebutuhan dasar umat.

Baginya, khitan memiliki dimensi ibadah sekaligus sosial. Karena itu, penyelenggaraan khitan gratis menjadi sarana membantu masyarakat memperoleh layanan kesehatan sekaligus menjalankan syariat Islam.

“Khitan gratis ini memiliki nilai syiar Islam yang sangat kuat sekaligus nilai sosial yang besar karena membantu masyarakat mendapatkan layanan khitan secara gratis,” tuturnya.

Priyo menjelaskan, pelaksanaan Khitan Ceria ke tiga ini menunjukkan semakin kuatnya kolaborasi antara Lazismu dan RS PKU Muhammadiyah Kotagede.

Ia menilai, perpaduan antara lembaga filantropi dan layanan kesehatan merupakan kekuatan khas Muhammadiyah dalam menghadirkan pelayanan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Program ini juga diharapkan dapat menjangkau lebih banyak anak pada tahun-tahun mendatang.
Untuk mewujudkan hal itu, Priyo berharap peningkatan dukungan dari para donatur agar kapasitas layanan dapat terus bertambah.

“Harapan kami, tahun demi tahun semakin banyak anak-anak yang bisa mengikuti Khitan Ceria ini. Tentu diperlukan sosialisasi dan dukungan dana yang lebih besar agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas,” pungkasnya. (guf)


Bagikan

Leave a Reply