
Yogyakarta – Sabtu tanggal 31 Januari 2026 merupakan penghujung di bulan Januari 2026 dan MKS PDA Yogyakarta menutup bulan Januari 2026 dengan menggelar TOT Ketahanan Keluarga dan Psikososial.
Kegiatan diselenggarakan bertempat di Gedung Pesantren ‘Aisyiyah Kauman Yogyakarta (TK ABA Kauman). dengan peserta dari Majelis Kesejahteraan Sosial PCA se Kota masing-masing cabang mengirimkan 3orang. Sehingga peserta semuanya ada 42 orang ditambah perwakilan dari LLHPB PDA Kota Yogyakarta.
Dalam kesempatan ini Ketua MKS PDA Yogyakarta Umi Hidayati menyampaikan bahwa kegiatan TOT ini merupakan Rencana Tindak Lanjut dari kegiatan serupa yang diselenggarakan oleh MKS PWA DIY beberapa waktu yang lalu yang setiap PDA diwakili 5 orang yang punya tanggungjawab untuk meneruskan dan melaksanakan kegiatan di masing2 daerah. Umi juga menyampaikan bahwa pelatihan ini dalam rangka meningkatkan kemampuan dari para relawan Gerakan ‘Aisyiyah Cinta Anak (GACA) nir Kekeraan, yang telah mendapatkan pelatihan dasar tentang GACA. Sehingga pelatihan ini sebagai pelatihan lanjutan, dengan demikian para relawan akan lebih nampu untuk melaksanakan kegiatan nya baik yang bersifat preventif yaitu memberikan sosialisasi tentang keluarga , kekerasan dan lain sebagainya juga diharapkan lebih mampu melakukan, memberikan pendampingan pada anak dan keluarga khususnya.
Wuri Astuti selaku ketua PDA kota yang membidangi MKS PDA Yogyakarta juga sebagai ketua MKS PWA DIY menyampaikan bahwa di Yogyakarta masih banyak kasus-kasus yang berhubungan dengan keluarga dan anak. Selanjutnya disampaikan bahwa Data tahun 2025 yang mengajukan perkawinan berjumlah 1200 dan angka perceraian 50persen, dimana mayoritas penggugat adalah perempuan. Dengan kondisi ini dapat tercermin bahwa masih minimnya ketahanan keluarga sehingga mudah goyah yang berdampak pada tumbuh kembang anaknya. Wuri juga mengajak para peserta untuk nantinya lebih banyak mengambil peran dalam rangka memberikan pendampingan pada anak dan keluarga.
Pada Trainer of Training ini hadir sebagai narasumber adalah Dr. Rochana Rulliyana, SE, M.Kes ,Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat UAD menyampaikan materi Ketahanan Keluarga yang mencakup komunikasi yang efektif dan manajemen konflik. Disampaikan oleh Rully bahwa Konsep ketahanan keluarga yaitu mencakup kekuatan internal dan eksternal dan juga sosial emosional, ekonomi dan Kesehatan yang dilandasi norma agama dan hukum. Keluarga perlu menjalankan pilar-pilar keluarga Sakinah yang ada 12 pilar selain itu juga bangun komunikasi yang efektif, kreatif dan aktif.
Narasumber kedua, Andhita Dyorita Khoiryasdien, S.Psi., M.Psi., Psikolog, Dosen Psikologi Unisa menyampaikan materi tentang Psikososial mencakup Kekerasan dan Karakteristik Korban Kekerasan serta konseling. Andhita menyampaikan berbagai informasi tentang banyaknya kasus-kasus kekerasan pada anak dengan bentuk yang bermacam-macam sehingga perlu adanya pendampingan dan mengajak peserta ntuk dapat menjadi pendengar yang baik saat ada klien yang ingin bercerita tentang masalah yang dihadapi.
Kedua narasumber mengajak peserta terlibat aktif melalui diskusi, tanya jawab dengan komunikasi aktif sehingga suasana pelatihan menjadi dinamis dan partisipatif.
TOT diakhiri dengan panitia memberikan pada peserta untuk.melakukan rencana tindak lanjutnya baik di tingkat cabang maupun rantingnya dan dengan harapan di tiap cabang akan terbentuk pos pelayanan yang akan menjadi modal bagi daerah untuk membentuk Balai Kesejahteraan Sosial Aisyiyah (BAKESSOS) (umih)
