
PCA Kotagede Memperingati Isra Mikraj dan Gelar Taawun Sosial
Kotagede – Majelis Tabligh dan Ketarjihan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Kotagede sebagai salah satu Badan Pembantu Pimpinan saat jelang Ramadhan 1447 H ini mengadakan serangkaian kegiatan sebagai bagian untuk kita beristrospeksi dalam rangka penerapan Al Ma’un, hablulminallah dan hablulminannas.
Untuk itu pada hari Jumat, 16 Januari 2026 kegiatan Gerakan Perempuan Mengaji bersamaan dengan berbagai kegiatan yaitu pengajian jelang Ramadhan, bakti sosial, isro’ mi’roj dan bersamaan pula dengan milad ‘Aisyiyah ke 108M /112H. Sehingga dalam.satu waktu MTK PCA dapat melaksanakan 4 macam kegiatan bersama-sama.
Gerakan Perempuan Mengaji merupakan program unggulan dari Majelis Tabligh dan Ketarjihan PCA Kotagede yang dilaksanakan setiap jumat pon atau selapan sekali.
Pada jumat pon ,16 Januari 2026 M bertepatan dengan tanggal 27 Rajab 1447 H menjadian moment yang sangat spesial, karena dalam.1 hari itu dapat menjalankan 4 kegiatan yaitu pengajian jelang Ramadhan bersamaan dengan Isro Miroj juga bertepatan tanggal milad Aisyiyah dan diakhiri dengan bakti sosial yaitu berbagi engan bertaawun pada semua jamaah yang hadir.
Ketua PCA Kotagede yang membidangi MTK, Siti Hamidah menyampaikan dalam sambutannya bahwa hari ini jumat pon menjadikan momen yang istimewa khususnya bagi Majelis Tabligh dan Ketarjihan karena program Gerakan Perempuan Mengaji yang selalu dilaksanakan setiap jumat pon dan kali ini bertepatan dengan Isro’ Mi’roj, dan milad ‘Aisyiyah ke 108 sekaligus mengadakan bakti sosial dengan bentuk sembako yg diberikan kepada semua yang hadir yang merupakan jamaah jumat pon.kali ini berjumlah 125 paket.
Gerakan Perempuan Mengaji kali ini pengajiannya disampaikan oleh Nofri Hartini dengan tema berkah untuk kita semua. Nofri menyampaikan betapa kagumnya pada bu-ibu yang hadir ini karena suasana sangat panas pada berangkat ke gedung ini, ada yang naik motor, sepeda bahkan ada yang jalan kaki. Dan beliau mengutip sebuah Hadist “Barang siapa ridho meneria dengan cuaca yang Allah berikan, Allah titipkan syafaatnya didalamnya”. Dsampaikan pula bahwa kita tidak perlu an tidak boeh sombng eski sebi zahroh. Selanjutnya disampaikan pada pengajian Gerakan Perempuan Mengaji ini yang bertepatan pula dengan isro’ mi’roj maka Nofri menyampaikan bagaimana perjalanan Nabi saat menerima wahyu perintah melaksanakan sholat dan peringatan Isro’ Mi’roj dibahas dengan tuntas dan lugas , diceritakan dengan apik bagaimana Nabi Muhammad mendapat perintah Allah untuk melaksanakan sholat dalam satu hari, cerita yang menarik adanya dialog antar Nabi Muhammad dengan Nabi-Nabi sebelumnya, yang sebelumnya diceritakan bagaimana perjalanan Nabi dari Madinah ke Masjidil Aqso. Dan dari Masjidil.Aqso naik ke langit sampai ke Sidrotul Muntoha, yang hanya sebesar lemparan cincin dipadang pasir. Malaiat Jibril tidak mampu mengikuti Rosululloh sampai ke Arsy Allah dan Rosululloh naik sendiri sampai arsy Allah utuk diberikan perintah sholat.pengajian diakhiri dengan mengingatkan kepada yang hadir bahwa poin pertama dari ketakwaan kita adalah sholat karena dengan sholat itu merupakan jawaban dari masalah kita dan sebelumnya bersabarlah. Sebelum Jamaah pulang, maka dibagikan sembako sebagai bentuk taawun sosia. (umih)
