Pengajian Akbar Gema Dakwah: “Palestina Tanah Merdeka!”

Bagikan

Kotagede – Pengajian Akbar Gema Dakwah Pemuda Muhammadiyah Cabang Kotagede bertajuk “Palestina Tanah Merdeka!” sukses terselenggara. Kajian diselenggarakan pada Senin malam, (11/12) di Serambi Masjid Gedhe Mataram Kotagede. Inisiasi tajuk “Palestina Tanah Merdeka!” berangkat dari keprihatinan atas serangan “genosida” yang dilancarkan Zionis Israel sepanjang waktu kepada rakyat Palestina.

Sebanyak 17.000 warga Palestina menjadi korban kebiadaban tentara Zionis sejak perang meletus pada Oktober lalu. Membahas pertikaian tersebut, Pemuda Muhammadiyah melalui Gema Dakwah (Divisi Kajian dan Dakwah Keagamaan Islam) berupaya menghadirkan rasa peduli dan pemahaman mendalam akan sebuah “Tanah yang Dijanjikan” menurut ajaran ketiga agama Samawi (abrahamik).

Dalam pengajian akbar tersebut, Gema Dakwah menghadirkan Ustaz Fatan ‘Ariful Ulum yang juga seorang relawan kemanusiaan Sahabat Al-Aqsa. Ustadz yang akrab disapa Ustaz Fatan Fantastik ini hadir bersama rombongan santri Pondok Pesantren Sajada. Dalam kajiannya beliau memberikan gambaran konkrit kondisi Palestina di bawah jajahan zionis Israel.

- Advertisement -


Ustaz Fatan mengawali materi kajian dengan penjelasan awal mula penamaan Palestina. Menurut sejarah, Baitul Maqdis ialah nama pertama yang mencakup beberapa daerah di sekitar Masjid Al-Aqsa, juga diartikan sebagai wilayah Yerusalem dan dapat juga yang dimaksud demikian adalah Masjid Al-Aqsa itu sendiri. Adapun penamaan Palestina sendiri mengacu dari pemberian nama oleh penjajah pasca perang dunia yang lampau.


Ustaz Fatan melanjutkan, segala bentuk motif penyerangan tentara Zionis terhadap Gaza ialah bentuk kejahatan serta tindakan melawan hukum Internasional. Gaza diakui oleh dunia internasional sebagai wilayah yang merdeka dan berada di bawah payung hukum internasional PBB. Namun, kekejian dan dendam masa lalu membuat Zionis Israel melupakan fitrahnya sebagai manusia, lantas tepatnya mereka disebut “iblis” yang menyukai pertikaian, pergolakan serta kehancuran dan menolak perdamaian.

Artikel Lainnya
1 of 19

Islam itu ya’lū wa lā yu’lā alaihi (Islam itu akan selalu unggul dan tidak pernah diungguli)…”

Sebelum mengakhiri kajiannya, Ustaz Fatan berpesan, “Islam itu ya’lū wa lā yu’lā alaihi (Islam itu akan selalu unggul dan tidak pernah diungguli). Berdakwah itu harus dengan cara yang santun, tidak boleh memaksa. Dalam konteks Israel-Palestina ini kita harus lemahkan lawan dan kuatkan kawan!, dengan apa?, dengan memboikot produk-produk pro-Israel lalu menggantinya dengan membeli dan mendayagunakan produk saudara muslim kita sebagai rangka pembentukan ketahanan ekonomi umat berkelanjutan”.

Dalam kajian tersebut, terkumpul dana infak “Peduli Palestina” sejumlah Rp915.000,00- untuk kemudian disalurkan kepada Lazismu Kotagede guna bantuan kemanusiaan program MuhammadiyahAid. Demikian pengajian akbar dipungkasi dengan foto bersama ortom Kotagede. (Ahmad Amiruddin Priyatmaja)


Bagikan

Leave a Reply