PESANTREN RAMADHAN PAUD DASMEN PCA KOTAGEDE: MENGUATKAN RUHIYAH, MENEGUHKAN LOYALITAS

Bagikan

Kotagede, Yogyakarta — Suasana khidmat dan penuh semangat menyelimuti Aula ‘Aisyiyah Kotagede pada Jumat–Sabtu, 27–28 Februari 2026 bertepatan dengan 10–11 Ramadhan 1447 H. Pada momentum bulan suci inilah Majelis PAUD Dasmen Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Kotagede menyelenggarakan Pesantren Ramadhan dengan tema “Menanamkan Nilai Utama Ramadhan untuk Menumbuhkan Rasa Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya”. Kegiatan ini diikuti 130 peserta, terdiri atas kepala sekolah, guru, serta perwakilan pengurus PAUD ‘Aisyiyah se-Kotagede.

- Advertisement -

Kegiatan ini semakin bermakna dengan kehadiran jajaran Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Yogyakarta dan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Kotagede sebagai bentuk dukungan dan perhatian terhadap penguatan kompetensi sekaligus spiritualitas para pendidik di lingkungan Amal Usaha ‘Aisyiyah. Membuka rangkaian acara, Nur Asriyah, S.Si. dari PDA Yogyakarta menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurut beliau, Pesantren Ramadhan bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang penguatan ruhiyah yang sangat dibutuhkan para pendidik agar tetap istiqamah dalam menjalankan amanah dakwah pendidikan.

Artikel Lainnya
1 of 88

Senada dengan hal tersebut, Ketua PCA Kotagede, Hj. Muftiyah Hidayati, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi yang mempererat hubungan antara PCA dengan kepala sekolah, guru, dan pengurus PAUD ‘Aisyiyah. “Semoga melalui pesantren ini, kompetensi kepala sekolah dan guru semakin meningkat, sekaligus meneguhkan komitmen kita dalam berkhidmat di Persyarikatan,” tuturnya.

Memasuki sesi materi hari pertama, peserta diajak merefleksikan peran strategis perempuan melalui materi Fiqih Perempuan yang disampaikan Nur Hidayani, S.H., M.H. Dalam paparannya ditegaskan bahwa perempuan adalah madrasah pertama bagi putra-putrinya. Dari tangan seorang ibu lahir generasi yang akan menentukan arah bangsa. Namun di atas semua itu, perempuan tetaplah hamba Allah Ta’ala yang memiliki kewajiban beribadah secara benar sesuai tuntunan syariat.

Baca Juga :   Bantuan Musim Dingin untuk Palestina

Setelah penguatan peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat, materi berlanjut pada penguatan loyalitas persyarikatan yang disampaikan Dr. Norma Sari, S.H., M.Hum., Wakil Rektor Universitas Ahmad Dahlan. Mengacu pada Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM), beliau menekankan bahwa bekerja adalah bagian dari ibadah dan sarana membangun masyarakat utama. Disiplin, kejujuran, dan tanggung jawab menjadi wujud nyata loyalitas kepada Allah dan organisasi. Lebih jauh, dalam pembahasan kehidupan berpersyarikatan ditegaskan bahwa setiap warga Muhammadiyah, termasuk karyawan Amal Usaha Muhammadiyah, adalah pelaku dan penggerak dakwah. Loyalitas tidak berhenti pada slogan, tetapi diwujudkan melalui ketaatan pada kebijakan pimpinan, dukungan terhadap program sekolah, serta menjaga lingkungan kerja dari fitnah dan pesimisme.

Memasuki hari kedua, nuansa tadabbur semakin terasa melalui sesi Tahsin dan murotal Al-Qur’an yang dipandu Dra. Supriati Hardi Rahayu, M.Pd.I. Para peserta berlatih membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, memperbaiki makhraj dan tajwid, sebagai bekal untuk menjadi teladan bagi anak didik di satuan pendidikan masing-masing. Rangkaian materi berikutnya kajian tentang bahaya tahayul, bid’ah, dan khurafat oleh Muhammad Baryadi, S.Ag. Beliau menegaskan bahwa berbagai praktik tersebut dapat terkikis apabila keimanan diperkuat dan pemahaman terhadap ajaran Islam diluruskan sesuai tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah.

Sebagai penutup, Ketua Majelis PAUD Dasmen PCA Kotagede, Dra. Kusumawati, menyampaikan harapan agar Pesantren Ramadhan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi titik tolak peningkatan kualitas keimanan seluruh peserta. “Semoga kita mampu meraih derajat muttaqin dan semakin kokoh dalam mengemban amanah pendidikan,” ungkapnya. Pesantren Ramadhan ini menjadi bukti bahwa penguatan profesionalisme pendidik tidak dapat dipisahkan dari penguatan spiritual dan ideologis. Dari Kotagede, semangat Ramadhan diteguhkan—untuk pendidikan yang mencerahkan dan dakwah yang berkemajuan.

Baca Juga :   Semarak Milad ‘Aisyiyah  Ke 107 Di PCA Kotagede

Bagikan

Leave a Reply