PRM Prenggan Kotagede: Inovasi Amal Usaha Turun-temurun di Sektor Penjualan Hewan Kurban

Bagikan

Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Prenggan Kotagede terus menunjukkan komitmen dalam menghadirkan inovasi berkemajuan bagi masyarakat. Salah satu komitmen yang telah dilakukan turun temurun setiap tahun adalah Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di sektor penjualan hewan kurban, bernama Pusat Hewan Qurban (PHQ). Tidak sekadar mencerminkan kemandirian dan semangat kewirausahaan, tetapi juga menunjukkan upaya untuk memberikan kemudahan dan kualitas terbaik bagi masyarakat memenuhi kebutuhan ibadah kurban.

- Advertisement -

PHQ hadir sebagai solusi inovatif, memastikan hewan kurban yang dijual memenuhi standar kesehatan dan syariat, serta mendukung pemberdayaan ekonomi lokal. Sebagai amal usaha persyarikatan di tingkat ranting, PHQ menjadi salah satu tulang punggung pendanaan dakwah dan operasional PRM Prenggan terbesar.

H. Choirul Huda selaku Ketua PRM Prenggan Kotagede menyampaikan PHQ telah ada sejak tahun 1978. Baginya, ada empat catatan penting dalam pelaksanaan PHQ ini, yaitu sebagai media dakwah, ajang silaturahmi para pengurus, dan masyarakat. Ketiga hal itu menjadi media edukasi terkait pembelajaran kewirausahaan. “Sebab, semuanya terlibat praktek dan terjun langsung di lapangan untuk mengelola PHQ,” pungkasnya.

Artikel Lainnya
1 of 4
H. Choirul Huda Ketua PRM Prenggan Kotagede (Dokpri)
H. Choirul Huda Ketua PRM Prenggan Kotagede (Dokpri)

Catatan keempat adalah mendapat keuntungan. H. Choirul menegaskan seluruh keuntungan, setelah dikurangi beban operasional, 100 persen masuk ke kas ranting. Di mana, keuntungan tersebut digunakan untuk kelancaran dakwah PRM Prenggan Kotagede.  “Dari keuntungan bersih yang sudah kami hitung, tidak kurang dari 30 persen itu kembali kepada para jemaah. Yang digunakan untuk subsidi operasional masjid dan musala di sekitar ranting. Kemudian, juga dialokasikan untuk santunan, program sunat masal, serta beasiswa fakir miskin,” papar H. Choirul

Baca Juga :   Mari Hadiri Pengajian Ahad Pagi bersama Ustadz Wuntat

“Kami memiliki prinsip bahwa sekarang bukan lagi zamannya memberi kail kepada para jemaah, tetapi juga memberi umpan sekaligus cara menggunakannya. Baru kemudian dipantau, agar kemandirian, baik dalam sektor ekonomi, adab dan etika jemaah terbentuk,” tegasnya.

Lebih lanjut, H. Choirul menegaskan lewat kegiatan positif, termasuk PHQ dan amal usaha lainnya di tingkat ranting, diharapkan dapat memberikan perbaikan-perbaikan di tengah peradaban masyarakat.

Pelaksanaan PHQ PRM Prenggan Kotagede 2024

PHQ merupakan salah satu program kerja dari Majelis Ekonomi, Kewirausahaan, & Pemberdayaan (MEKP) PRM Prenggan. PHQ mulai dibuka pada Ahad, 26 Mei 2024, sampai dua hari setelah Iduladha. Bertempat di Jl. Mondorakan No. 28 Prenggan Kotagede, Yogyakarta (Pasar Kotagede ke barat sekitar 300m).

Sebelumnya, Pimpinan Harian PRM Prenggan telah mengadakan rapat koordinasi dengan MEKP pada Selasa, 16 April 2024. Dalam rapat tersebut, H. Choirul menjelaskan bahwa MEKP diberi tanggung jawab penuh untuk mengelola PHQ. Serta dibantu oleh tim pengarah. “Alhamdulillah di PRM Prenggan kami memiliki dua amal usaha. Sebagai sumber pendanaan awal untuk operasional PHQ didukung oleh kas ranting. Seperti pembuatan kandang, rapat koordinasi jadwal kegiatan hingga penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB),” jelasnya saat ditemui di Kantor PRM Prenggan pada Kamis, (16-5-2024).

Sementara untuk modal usaha yang sifatnya besar, lanjut H. Choirul, untuk pembelian lembu dan kambing berasal dari pinjaman Baitul Tamwil Muhammadiyah Kotagede. “Sinergi inilah yang kami lakukan dan saling menguntungkan,” ujarnya.

Pada pelaksanaan PHQ tahun ini, H. Choirul menyampaikan pihaknya akan menyiapkan sebanyak 30 ekor lembu dan sekitar 250 ekor kambing. Setelah diresmikannya tim panitia pada Ahad, (12-5-2024), Ia menyebut bahwa persiapan pelaksanaan Pusat Hewan Qurban PRM Prenggan Kotagede semakin matang. Bahkan, tim publikasi dan pemasaran sudah mulai bertugas.

Baca Juga :   PRM dan PRA Jagalan, Gelar Bakti Sosial di Paliyan Gunungkidul 

Pada sisi pelayanan, PHQ menjalani proses yang terstruktur mulai dari pemilihan hewan, perawatan, hingga distribusi. Khususnya kualitas hewan kurban yang disediakan oleh PHQ dipelihara oleh ahlinya untuk memastikan hewan dalam kondisi prima dan bebas dari penyakit. 

“Untuk bagian pelayanan ada sekitar 4-5 tenaga muda profesional, begitu juga di bagian pemeliharaan. Ketika hewan sampai di kandang akan diurus langsung oleh tenaga profesional, mulai dari memberi makan hingga pemberian nutrisi,” papar H. Choirul.

Dapatkan informasi selengkapnya di:

Instagram: @phq.prenggan

No. WhatsApp: 082328433431


Bagikan

Leave a Reply