Program Profesi Ners UMY Adakan Pelatihan Kader PCA Kotagede

Bagikan

Program Profesi Ners Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UMY pada hari Senin, 13 April 2026 mengadakan pelatihan bagi kader ‘Aisyiyah Kotagede untuk penanganan Bantuan Hidup Dasar. Pelatihan ini dilaksanakan dalam rangka  Pengabdian Masyarakat dari Program Profesi Ners dengan ketua team Ida Nurjayanti bersama 4 anggota teamnya. Peserta pelatihan  berjumlah 85 orang dengan tiap-tiap PRA diwakili oleh 5 orang .

- Advertisement -

Dalam kesempatan pertama , Mutiah selaku ketua Majelis Kesehatan mengucapkan banyak terimakasih atas kerjasama ini,  pelatihan ini sangat bagus dan dibutuhkan terutama untuk keluarga. Kepada peserta diharap untuk dapat mengikuti kegiatan ini sampai selesai dan apabila ada kesempatan untuk berpraktek disini disilahkan untuk dicoba, untuk sewaktu-waktu betul-betul diperlukan dapat dimanfaatkan baik dirumah atau ditetangga yang membutuhkan.

Bantuan Hidup Dasar (BHD/Basic Life Support/BLS) merupakan tindakan segera yang dilakukan untuk mempertahankan fungsi vital tubuh yang dapat dilakukan oleh siapapun terutama pada saat fungsi jantung berhenti, demikian kata Ida selaku ketua team dar UMY,didepan peserta pelatihan. Lebih lanjut disampaikan oleh Ida bahwa pelatihan ini tidak hanya sekedar pelatihan tetapi pelatihan ini diberikan dengan tujuan, peserta dapat:

Artikel Lainnya
1 of 97
  1. Mengenali kondisi gawat darurat seperti henti jantung dan henti napas.
  2.  Melakukan tindakan pertolongan pertama secara cepat, tepat, dan aman.
  3. Meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat di lingkungan sekitar
Baca Juga :   PCM Kotagede Gelar Kunjungan Silaturahmi ke PRM Mutihan

Apabila terjadi seperti itu kita dapat memberikan bantuan yang namanya bantuan hidup dasar yaitu kita melakukan pertolongan pertama yang dilakukan pada korban henti jantung atau henti nafas, lanjut Ida.

Peserta juga dikenalkan apa yang dimaksud dengan henti jantung atau henti nafas. Lebih lanjut Ida menyampaikan tanda-tanda tersebut. Henti Nafas : ditandai dengan tidak adanya Gerakan dada atau tidak terasanya aliran udara pernafasan dari hidung/mulut korban.

Sedangkan henti jantung, ditandai dengan tidak terabanya nadi. Terutama nadi yang ada di leher ( carotis). Selain mengenalkan hal tersebut,  Ida juga mengatakan bahwa sebagai seorang kader kesehatan   perlu paham tentang kemampuan otak saat berhenti, yaitu Otak manusia hanya dapat bertahan 4 menit tanpa oksigen, sehingga  pertolongan harus segera dilakukan ketika seseorang tidak bernafas dan tidak ada tanda tanda sirkulasi.. Apabila ada Korban henti jantung tidak segera dilakukan BHD, kemungkinan selamat berkurang 10 – 12 % permenit • Sehingga Tindakan BHD yang cepat dan tepat akan memperbesar kemungkinan korban selamat. .

Lebih lanjut Ida juga mengatakan bahwa alam rangka BHD ada target yang dicapai yaitu

  1. Henti jantung dapat segera diatasi.
  2. Segera mendapatkan pertolongan medis.
  3. Transportasi korban cepat.
  4. Fungsi jantung dan paru dapat diperbaiki.
  5. Mempertahankan suplai darah ke otak sampai bantuan datang.

Apa yang perlu dilakukan kader atau tenaga non medis untuk membantu seseorang yang henti jantung, yaitu  tahap pertama: AMANKAN, baik penolong, korban maupun lingkungan . untuk tahap kedua lakukan dengan menge cek korban dengan menepun-nepuk bahunya, apabila respon lemah maka lakukan tahap ketiga yaitu aktifkan sistem emergency  yaitu menghubungi bantuan sambil menunggu perlu melakukan cek nafasnya apabila berhenti atau lemah maka lakukan tahap keempat yaitu Mulai siklus kompresi dada dan bantuan pernapasan atau RJP: Resusitasi Jantung Paru, demikian imbuh Ida.

Baca Juga :   Persiapan Capai 70%, Pawai Takbir Idul Fitri Tahun Ini Akan Sajikan Hal Berbeda

Sebelum diakhiri peserta dipersilahkan untuk mencoba melakukan RJP pada boneka yang sudah isediakan dengan pendampingan dari anggota team. dan beberapa orang tertarik untuk mencobanya.

Pada kesempatan itu team UMY  memberikan bantuan stimulan untuk PCA berupa: Tensi meter 2, termometer 1, auto cek utk cek gula darah 1, timbangan badan 15. Untuk timbangan badan diberikan ke 15 rantng se Kotagede. Penyerahan dilakukan ketua Team Ida Nurjayanti kepada Ketua PCA Muftiyah Hidayati, sedangkan untuk ranting Ida menyerahkan kepada ketua Majelis Kesehatan, Mutiah .(umih)


Bagikan

Leave a Reply