
Dukung Ketahanan Pangan, MEK PRA Prenggan Adakan Lomba Merangkai Sayur
YOGYAKARTA – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan, Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Prenggan, Kotagede, Yogyakarta mengadakan Lomba Merangkai Sayur berkolaborasi dengan PKK Kelurahan Prenggan, Kotagede yang diselenggarakan pada Hari Ahad, 26 April 2026 bertempat di Pendopo Kajengan Prenggan, Kotagede. Berlangsung selama kurang lebih 3 jam, acara ini disambut antusias oleh semua yang hadir. Selain peserta lomba, hadir pula para tamu undangan dari masing – masing Majelis PRA Prenggan, Pimpinan Harian dan perwakilan dari Pokja 3 PKK Kelurahan Prenggan.
MELIBATKAN JAMAAH ‘AISYIYAH
Lomba merangkai sayur ini menyasar jamaah – jamaah di lingkup Aisyiyah Prenggan, Kotagede dengan tajuk “Menggali Potensi Masakan Nusantara dalam Rangakaian Sayur yang Sehat dan Bergizi untuk Keluarga”. Ada 11 kelompok peserta yang melakukan pendaftaran ulang. Setiap kelompok terdiri dari 2 orang. Suasana santai dan akrab terkesan di arena lesehan yang digelar oleh panitia. Semua peserta duduk santai mengikuti rangkaian acara.
BAGIAN DARI RANGKAIAN SYI’AR MILAD ‘AISYIYAH KE – 109.
Mewakili ketua PRA Prenggan, dalam sambutannya Ari Sutantriati menyampaikan bahwa pelaksanaan lomba ini selain sebagai program MEK yang sudah diagendakan, juga merupakan bagian dari rangakaian Syi’ar Milad ‘Aisyiyah ke-109 yang bertema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”. “Dengan melibatkan jamaah βAisyiyah dalam lomba ini diharapkan bisa menjadi ajang pengkaderan yang akan melahirkan perempuan – perempuan berkemajuan yang nantinya sanggup mendedikasikan diri dalam dakwah perjuangan ‘Aisyiyah.” Tutur Ari. Beliau juga menyampaikan apresiasinya terhadap semangat keikutsertaan para jamaah ‘Asyiyah dalam lomba ini. “Terimaksih atas keikut sertaan ibu – ibu semua dalam lomba merangkai sayur ini, silahkan berkreasi semaksimal mungkin. Yang penting berkarya, mendapatkan hadiah itu bonus” tegasnya. Tak lupa Ari juga menyampaikan terimakasihnya kepada PKK Kelurahan Prenggan khususnya Pokja 3: Bidang Ketahanan Pangan, atas kesediaannya bekerjasama dengan βAisyiyah Prenggan dalam menggaungkan ketahanan pangan khususnya membumikan lagi akan pentingnya konsumsi sayuran dimulai dari keluarga. Melalui lomba ini diharapkan masyarakat khususnya warga ‘Aisyiyah bisa menggairahkan lagi kebiasaan makan sayur di keluarga masing – masing terutama untuk anak – anak dan remaja sehingga mereka tidak terlena dengan kebiasaan makanan lezat sesaat berupa junk food. Ucapan terimaksih juga disampaikan kepada tiga dewan juri yang salah satunya adalah wakil dari Kelurahan Prenggan yakni Purwantinah, M.Pd. (Ketua Penggerak PKK Kelurahan Prenggan) serta dua juri lainnya yakni dari Koordinator MEK PRA Prenggan, Dr. Siti Hamidah, M.Pd dan Pengurus Harian PRA Prenggan, Emi Murfiyani.
SEDERHANA TERLIHAT INDAH
Dalam lomba merangakai sayur ini, peserta membawa sendiri semua bahan dan alat serta perlengkapan yang dibutuhkan. Harga bahan dibatasi maksimal Rp30.000,00. Mereka menyiapkan sendiri bahan sesuai dengan tema masakan yang direncanakan. Masakan sayur lodeh (terong, kacang panjang, kelapa lengkap dengan aneka bumbunya). Masakan sayur asem (wortel, buncis, labu siam, kacang tanah dan lainnya beserta aneka bumbunya). Masakan sup juga dengan semua bahan yang dibutuhkan (kol, brokoli, seledri dan lainnya). Merah, hijau cabe rawit dan aneka rempah menjadi warna – warni yang menambah segarnya suasana lomba. Demikian juga dengan asesoris benuansa tradisional yang digunakan oleh masing – masing peserta. 45 menit waktu yang disediakan oleh panitia, telah bisa menyulap aneka sayuran dan rempah berubah bentuk sesuai imajinasi para peserta. Tertata menjadi rangakain yang manis dan estetik. Ada yang membuat semacam taman, ada yang berimajinasi menjadikannya sebagai burung merak dan lainnya. Sangat Kreatif dan inovatif.
PARA PEMENANG
Setelah sekitar 30 menit dewan juri melakukan penilaian, akhirnya saat yang ditunggu pun tiba. Pengumuman pemenang disampaikan oleh salah satu dewan juri yakni ibu Hamidah. Sambil beristirahat dan menikmati hidangan makanan kecil yang disediakan panitia, para peserta menyimak dengan harap – harap cemas. Satu persatu juara pun disebut oleh Hamidah disambut dengan tepuk tangan sebagai simbol pemberian ucapan selamat kepada para pemenang. JUARA SATU diraih oleh wakil Jamaah Patalan Selatan. JUARA DUA didapat oleh wakil Jamaah Prenggan Selatan. JUARA TIGA jatuh pada wakil Jamaah Patalan Selatan. JUARA HARAPAN SATU didapat oleh wakil Jamaah Kitren dan JUARA HARAPAN DUA oleh wakil Jamaah Pekaten.
EVALUASI DEWAN JURI
Selain menyampaikan hasil penilaian dan mengumumkan pemenang, Hamidah juga memberikan evaluasi terhadap hasil karya para peserta. Menurut Hamidah, merangakai sayur harus ada point of viewnya atau titik perhatian sentralnya. Jangan asal penuh dengan hiasan tetapi penataan sayur hanya ditata begitu saja tidak ada satu titik yang bisa menjadi fokus perhatian. Dalam menata sayur dengan formasi taman misalnya, harus ada pojok ataupun benda yang bisa menjadi fokus perhatian yang menarik. Sehingga ketika orang melihat, fokus perhatiannya langsung tertuju ke titik emphasis itu. Hal ini bisa menjadi pusat perhatian yang bisa menambah nilai plus pada hasil karya. Masih menurut Hamidah, perpaduan warna juga harus seimbang dan distribusi warnanya juga harus mempertimbangkan keserasian. Jangan sampai ada warna yang terlalu dominan sehingga menimbulkan kejenuhan ketika dilihat. Demikian Hamidah memberikan evaluasi dan masukan.
PENYERAHAN HADIAH
Sebagai bentuk apresiasi kepada lima pemenang, panitia menyediakan hadiah uang tunai dengan total nilai Rp1.000.000,00. Sedangkan untuk enam peserta yang belum bisa memenangkan lomba pada kesempatan ini diberikan hadiah hiburan. Penyerahan hadiah dan foto bersama menjadi akhir sesi dari rangkaian acara lomba merangkai sayur kali ini. (Nf)
