Salmah Orbayinah: Seni sebagai Jalan Dakwah Perempuan ‘Aisyiyah Berkemajuan

Bagikan

YOGYAKARTA – Lembaga Budaya Seni dan Olahraga (LBSO) ‘Aisyiyah Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah sukses menggelar Puncak Acara Festival Seni Budaya ‘Aisyiyah (FeSiBA), Sabtu (10/1).

- Advertisement -

Kegiatan yang berlangsung di BBPPMPV Seni Budaya itu dipenuhi para perempuan dengan balutan kain tradisional, membawa identitas kulturalnya masing-masing. Pada momentum ini, seni tidak sekadar dipentaskan, tetapi dirawat sebagai bagian dari iman dan jati diri.

Bagi Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, seni menjadi jalan penting dalam memperkuat identitas perempuan ‘Aisyiyah yang berilmu, berakhlak dan berkemajuan. Dalam Islam, seni bukanlah sesuatu yang dilarang, namun berada dalam garis relasi tak dapat terpisahkan dari nilai-nilai keimanan.

Artikel Lainnya
1 of 79

“Melalui seni budaya, Islam hadir sebagai rahmatan lil alamin, membawa kesejukan kedamaian dan juga kemuliaan akhlak,” ungkapnya, dilansir dari Muhammadiyah.or.id, Senin (12/1).

Ia mengingatkan, Islam tidak menutup pintu bagi keindahan. Justru, seni menjadi medium untuk menghadirkan nilai-nilai ketauhidan dan kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagaimana hadits riwayat Muslim, “Sesungguhnya, Allah Maha Indah dan Mencintai Keindahan.”

Salmah menyampaikan, seni tidak berhenti pada estetika, tetapi menjadi sarana dakwah berkemajuan yang memperkuat identitas keumatan, termasuk kaum perempuan.

Sebab, ketika seni dipraktikkan dengan landasan nilai Islam, ia mampu membentuk kehalusan budi dan membangun peradaban. Perempuan tidak hanya menjadi penikmat budaya, tetapi penjaga dan pewaris nilai.

Baca Juga :   Senior Care Smart Kotagede Gelar Kegiatan Lansia Pertama Kali

Melalui gerak, busana dan ekspresi seni, perempuan ‘Aisyiyah mengambil peran dalam menanamkan nilai Islam ke dalam ruang-ruang kehidupan.

“Kita semua meyakini bahwa perempuan memiliki peran strategis di dalam merawat budaya, membangun peradaban, dan juga menanamkan nilai Islam di dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Termasuk dalam berbusana bukan sekadar estetika, melainkan wujud implementasi firman Allah dalam QS Al-A’raf ayat 31 tentang adab berpakaian rapi dan indah.

Berbusana yang rapi dan indah, kata Salmah, merupakan bentuk dakwah yang hidup, dakwah yang berjalan bersama keseharian perempuan, tanpa meninggalkan fitrah dan jati diri.

“Maka berpakaianlah yang indah dan cantik tanpa harus melupakan jati diri seorang perempuan,” pesannya.

Gelaran FeSiBA ini merupakan wujud keseriusan ‘Aisyiyah dalam membuka ruang aman dan bermartabat bagi perempuan untuk berekspresi.

Salmah berharap, kegiatan FeSiBA menghadirkan perempuan yang beradab, berbudaya dan berkarakter kuat sebagai wujud dakwah yang berkemajuan. (guf)


Bagikan

Leave a Reply