Tarawih Pimpinan Cabang dan Ranting sebagai Ajang Silatutahmi

Bagikan

Kotagede – Rabu ,4 Maret 2026 bertempat di Mushola ‘Aisyiyah Kotagede diadakan tarawih bersama antara Pimpinan Cabang dengan Pimpinan Ranting. Diawali dengan sholat Isya berjamaah dilanjut dengan sholat tarawih, bertindak selaku imam adalah Mutiah dari Majelis Tabligh dan Ketarjihan PCA.
Selesai sholat Tarawih dilanjutkan dengan pengajian singkat.
Pengajian malam ini diisi dari Pimpinan Harian PCA yang diwakili oleh Umi Hidayati. Mengawali pengajian itu umi mengingatkan kepada jamaah tentang apa itu PHIWM , dan mengingatkan bahwa dalam PHIWN itu mencakup 11 aspek yans salah 1aspeknya adalah melestarikan lingkungan . Jadi Muhammadiyah itu sudah punya pedoman bagi warganya bagaimana menjaga dan melestarikan lingkungan. Hal ini disampaikan karena masih berkaitan dengan bahasan minggu yang lalu. Lebih lanjut disampaikan bahwa Masalah lingkungan saat ini menjadi bahasan pokok di pengajian2 baik tingkat.pusat sampai ranting baik Muhammadiyah maupun ‘aisyiyah. Hal ini merupakan amanah yang tertuang dalam surat edaran dari PPA bahwa pengajian2 diharapkan berkaitan dengan kesalehan ekologis. Minggu yang lalu sudah disampaikan bagaimana dampak terjadinya kerusakan alam lingkungan karena ulah dari manusia sehingga terjadi bencana.
Umi mengingatkan bahwa dalam Al Quran sudah secara tegas melarang segala bentuk perusakan lingkungan, termasuk pembuangan sampah sembarangan, limbah yang mencemari bumi. Kali ini mari kita kaji Surat yang lain yang menunjukkan tidak boleh merusak bumi yaitu QS Al A’raf ayat 56
وَلَا تُفْسِدُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَٰحِهَا وَٱدْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ ٱللَّهِ قَرِيبٌ مِّنَ ٱلْمُحْسِنِينَ
Latin:
Wa lā tufsidụ fil-arḍi ba’da iṣlāḥihā wad’ụhu khaufaw wa ṭama’ā, inna raḥmatallāhi qarībum minal-muḥsinīn.
Artinya:
“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik”.
Makna dari ayat tersebut adalah sebagai manusia janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi, setelah diciptakan dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut sehingga kamu lebih khusyuk dan terdorong untuk menaati-Nya, dan penuh harap terhadap anugerah-Nya dan pengabulan doamu. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan,imbuhnya.
Dari ayat tersebut dapat diambil poin intinya kata umi selanjutnya, yaitu:

  1. Larangan Merusak, hal ini Mencakup segala tindakan perusakan lingkungan, kemaksiatan, kezaliman, serta merusak jiwa, harta, dan akal.
  2. Perintah Memperbaiki, dalam poin ini bahwa Manusia dituntut memakmurkan dan menjaga keseimbangan alam.
  3. Adab Berdoa, bahwa setiap doa yang kita panjatkan harus khusyuk, disertai rasa takut siksaan dan harap doa dikabulkan.
  4. Rahmat Allah, agar mendapatkan Rahmat dari Allah maka dekatlah, bertemanlah dengan Muhsinin (orang-orang yang berbuat baik).
    Selanjutnya umi mengingatkan bahwa kita sebagai warga Muhammadiyah yang tergabung dalam ‘Aisyiyah sebetulnya sudah banyak melakukan kegiatan dalam.menjaga lingkungan kita sendiri.
    Pengajian ini diakhiri dengan sedikit mengutip sambutan oleh Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah saat pelaksanaan Pengajian Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, bahwa kita sebagai perempuan bukan hanya korban tapi harus menjadi pembimbing dan ‘Aisyiyah sebagai organisasi dakwah sosial perempuan berkemajuan harus mengkolaborasi ini sebagai gerakan bersama.
    Dengan mengutip kalimat itu, bermaksud mengajak ibu untuk jangan lelah menjaga lingkungan minimal lingkungan dalam keluarga, awali didalan.keluarga dan lebih baik lagi ditambah di lingkungan yang lebih luas.(umih)
Artikel Lainnya
1 of 92

Bagikan

Leave a Reply