Bentuk Karakter Anak, SD Muhammadiyah Purbayan Hadirkan Kegiatan Bermakna

Bagikan

KOTAGEDE – Di tengah derasnya arus teknologi dan perubahan zaman, pembentukan karakter anak menjadi tantangan tersendiri di era digital.

- Advertisement -

Menyadari hal itu, SD Muhammadiyah Purbayan melakukan berbagai pembiasaan positif setiap hari. Mulai dari salat duha bersama, hafalan Al-Qurโ€™an, termasuk bersikap sopan di kelas dan lingkungan sekolah.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Damax Dyah Kirana menjelaskan, sekolah terus berupaya menanamkan nilai-nilai moral dan akhlak mulia sebagai pondasi membangun generasi masa depan.

Artikel Lainnya
1 of 120

โ€œDalam hal akademik, misalnya untuk dapat nilai 100 di matematika, itu anak-anak bisa. Tapi menumbuhkan karakter, seperti kerja sama, peduli dengan teman, atau jujur, itu jauh lebih sulit,โ€ ujarnya, saat ditemui disekolah belum lama ini.

Ia menambahkan, penanaman karakter juga dilakukan melalui pembiasaan sikap saling menghargai dan menjauhi perilaku perundungan.

โ€œDi setiap kelas kami tekankan pentingnya anti-bullying. Anak-anak dilatih agar berani melapor jika melihat temannya dibuli. Kami juga arahkan bagaimana cara menegur dengan baik,โ€ terangnya.

Dalam prosesnya, seluruh guru berperan aktif sebagai pembimbing karakter anak. Tujuannya, untuk menumbuhkan keteladanan dan kedekatan emosional antara guru dan peserta didik.

โ€œKami ingin Bapak-Ibu guru bisa menjadi sahabat bagi anak-anak, tapi tetap sahabat yang dihormatiโ€

Selain pembiasaan harian, kegiatan outing class juga menjadi salah satu sarana pembelajaran karakter. Anak-anak diajak belajar mandiri, berinteraksi dengan lingkungan serta melatih kepekaan sosial.

Baca Juga :   Kenjungan Edukatif TK ABA Kleco ke BTM Kotagede

โ€œDi outing class, anak-anak kelas 1 dan kelas 2 kami ajak belajar di Masjid Mataram. Di sana ada kegiatan salat duha bersama, sekaligus mengenalkan sejarah,โ€ ucapnya.

Melalui pembiasaan dan kegiatan bermakna tersebut, sekolah berharap, terbentuknya karakter anak yang tidak hanya cerdas secara kognitif, namun juga matang secara sosial dan emosional.

โ€œKami ingin anak-anak ini tumbuh menjadi pribadi yang punya empati dan akhlak baik. Karena karakter yang kuat akan jadi bekal utama mereka di masa depan,โ€ tutupnya. (guf)


Bagikan

Leave a Reply