
14 Kafilah Siap Ramaikan Karnaval Takbir IRM Jambidan, Ini Jadwal dan Rutenya
BANTUL – Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM) Jambidan kembali menggelar Karnaval Takbir dalam rangka semarak Iduladha 1447 Hijriah. Tahun 2026 ini, Karnaval Takbir memasuki penyelenggaraan tiga dekade dengan mengusung tema “Tiga Dekade Bersinar: Takbir Menggema, Cahaya Tak Pernah Padam”.
Ketua Panitia Karnaval Takbir IRM Jambidan Tiga Dekade, Naufal Musyaffa Rustam mengatakan, persiapan kegiatan telah dilakukan melalui koordinasi panitia, perizinan, hingga komunikasi dengan peserta dan pihak terkait agar pelaksanaan berjalan lancar dan tertib.
Naufal menjelaskan, tema tahun ini menjadi simbol perjalanan panjang IRM Jambidan yang hampir 30 tahun konsisten menjaga tradisi syiar Islam melalui Karnaval Takbir.
“Selama tiga dekade, suara takbir terus menggema bersama semangat kebersamaan, kreativitas, dan ukhuwah antar generasi muda,” ujarnya, belum lama ini.
Tema ini, lanjuta dia, menggambarkan semangat syiar Islam yang terus hidup lintas generasi meski sempat terhenti akibat pandemi. Ia menyebut, Karnaval Takbir tidak sekadar menjadi perayaan malam takbir, tetapi juga ruang dakwah kreatif yang menghadirkan kebersamaan dan inspirasi bagi masyarakat.
Kegiatan Karnaval Takbir IRM Jambidan Tiga Dekade dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 28 Mei 2026 dengan rute start dari Lapangan Potorono dan finish di Lapangan Jambidan. Sebanyak 14 kafilah telah terdaftar dan akan berpartisipasi dalam Karnaval Takbir IRM Jambidan tahun ini. Antara lain Al-Hikmah Krikilan, Angkatan Muda Islam Wonocatur (AMIW), PRIMMA Jomblangan, dan Masjid Uswatun Hasanah Priyan.
Kemudian dari Forum Silaturahmi Remaja Masjid Warungboto (FORSIREMAWAR), RISMA Cakra Kretek Lor, serta RISMA Pringgolayan Modalan. Selain itu, juga dari Al Manaar Kalangan, MAFAZA PAC PNC, Anuha Purbayan, PRISMA Riyadhush Sholihin, RISMA Pesona, Nurul Iman Kaliajir Lor, dan FIRAJ (Fityan Wirobrajan).
Panitia telah menyiapkan Piala Bergilir Gubernur DIY serta hadiah empat ekor kambing bagi peserta terbaik. Tidak hanya itu, tersedia trofi tetap dari berbagai instansi dan lembaga, di antaranya Trofi Bupati Bantul, Kementerian Agama DIY, Kementerian Agama Bantul, PWM DIY, PDM Bantul, dan PCM Banguntapan Selatan.
Melalui kegiatan ini, IRM Jambidan ingin menyampaikan bahwa syiar Islam dapat dilakukan dengan cara kreatif, penuh kebersamaan, dan tetap positif.
“Karnaval Takbir menjadi simbol semangat generasi muda untuk menjaga tradisi Islam, sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat,” imbuh Naufal. Sekaligus menjadi wadah mempererat ukhuwah, menumbuhkan gotong royong, dan mendorong para pemuda terlibat dalam kegiatan yang bermanfaat.
“Harapannya, Karnaval Takbir IRM Jambidan tidak hanya menjadi perayaan malam Iduladha, tetapi juga ruang lahirnya kreativitas, persaudaraan, dan semangat syiar yang terus hidup dari generasi ke generasi,” tandasnya. (guf)

