
Memanfaatkan Teknologi Digital Sebagai Media Promosi
KOTAGEDE – Membuka kegiatan awal tahun 2026, Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah ( PRA ) Prenggan Kotagede Yogyakarta kembali menggelar Pengajian Bisnis Islami ( PBI ) . Seperti biasa, kegiatan rutin pengajian dua bulanan yang sekaligus sebagai ajang silaturrahmi pelaku UMKM binaan MEK PRA Prenggan ini digelar di Aula Masjid Perak Kotagede Yogyakarta. Dalam upaya mengikuti kemajuan teknologi digital, maka PBI kali ini mengangkat tema ” “Promosi Via Status WhatsApp” dengan Menghadirkan pemateri dari Team Digital Marketing Toko Busana dan Oleh – Oleh Haji Taman Bunga Yogyakarta. Acara yang digelar Hari Sabtu , tanggal 10 Januari 2026 ini mengundang antusiasme para peserta. Terbukti meskipun diiringi derasnya hujan, PBI ke- 11 ini menjadi cukup hangat dengan hadirnya sekitar 30 Pelaku UMKM PRA Prenggan.
Hadir pula Ketua PRA Prenggan , Dra. Hj. Siti Solihah yang kemudian berkesempatan memberikan sambutan. “Di era yang serba digital ini mau tidak mau para pelaku UMKM harus juga mengejar pengetahuan yang terkait dengan pemanfaatan teknologi ini sebagai media promosi untuk bisa bersaing di dunia yang semuanya serba harus cepat. Dengan memanfaatkan teknologi digital ini maka perdagangan yang dilakukan oleh pelaku UMKM akan bisa diakses secara luas dan cepat ” demikian Siti Solihah mengawali sambutannya. “Dalam upaya mengembangkan diri dan mengembangkan usaha , para Pelaku UMKM harus selalu bersemangat untuk mengikuti kegiatan- kegiatan yang bertujuan meningkatkan keberhasilannya dalam usaha, Seperti PBI ini,” lanjutnya. Meskipun hujan deras, tetap semangat. “Lihatlah segala sesuatu dari sisi positif. Jika hujan ini tidak kita lihat sebagai kendala namun lebih kita lihat sebagai karunia yang membawa berkah dan manfaat, maka sederas apapun hujan, tidak akan menyurutkan niat kita untuk tetap hadir. Mari kita kosongkan wadah kita untuk menampung ilmu sebanyak – banyaknya dari Nara sumber supaya kita juga memperoleh ilmu secara maksimal ” demikian wanita yang biasa disapa ibu Ikah ini mengakhiri sambutannya.
Najma Farida dan Elfara Gamila, dua generasi Z yang dihadirkan untuk memberikan materi di acara ini merupakan team digital marketing di Toko Busana dan Oleh – Oleh Haji Taman Bunga Yogyakarta. Penampilannya dalam mempromosikan produk – produk Taman Bunga via online tidak diragukan lagi. Beliau berdua sudah sangat berpengalaman di bidang digital marketing ini. Najma Farida membuka materinya dengan menyampaikan betapa pentingnya menguasai teknologi digital dalam dunia perdagangan saat ini. Hari ini, jika perdagangan hanya dilakukan secara tradisional dengan menunggu konsumen mendatangi kita, maka kita akan tertinggal dengan mereka yang sudah sangat canggih dalam memanfaatkan kemajuan teknologi digital sebagai media promosi. “Promosi via status WhatsApp, Instagram maupun Facebook adalah cara – cara yang harus bisa kita kuasai di era digital ini. Namun mungkin kendala kita adalah kurangnya ilmu untuk menggunakan fasilitas tersebut.” Demikian Najma Farida. Disambung oleh Elfara Gamila yang kemudian mejelaskan bahwa kendala – kendala yang dihadapi oleh para pedagang yang masih awam dengan digital marketing ini antara lain adalah : pertama, kurangnya pengetahuan untuk membuat foto produk yang bagus untuk diposting sebagai media promosi. Kedua, kurang kreatif dalam membuat _capsion_ atau pesan dalam status WhatsApp, instagram maupun Facebook untuk mempromosikan dagangannya. Ketiga, adanya rasa takut dengan keribetan teknologi. “Tiga hal ini bisa diatasi dengan tidak malas belajar dan terus belajar.” Jelas Elfara Gamila. Pengajian kali ini tidak banyak memaparkan teori. Dua wanita muda yang akrab disapa Najma dan Fara ini lebih menekankan pada praktek langsung dengan membuat kelompok untuk didampingi dalam praktek membuat media promosi dengan memakai media Canva, yakni sebuah platform desain grafis online yang dapat digunakan untuk membuat berbagai konten visual untuk ditampilkan di status WhatsApp , instagram maupun di platform yang lain. Dalam kelompok ini, para peserta yang sudah siap dengan Handphone masing – masing , dibimbing satu persatu mulai dari cara membuat akun , mengunduh platform Canva dan seterusnya. Di antara peserta ada yang sudah memiliki pengalaman menggunakan Canva , ada pula yang mulai dari nol belum tahu apa – apa dengan teknologi ini. Semua dibimbing dengan telaten oleh dua sepupu ini. Dalam waktu kurang lebih satu jam, Fara dan Najma memberi arahan dan bimbingan kepada para peserta sesuai dengan kebutuhannya, sesuai dengan produk yang ingin dipromosikan. Pemilihan gambar yang tepat dan menarik sesuai produk yang akan dijual menjadi tantangan tersendiri. Begitu juga dengan capsion atau pesan yang mengikutinya harus dengan pilihan kata yang bisa berdampak menarik pembeli atau persuasif. Tata letak desainnya juga hal yang harus jeli diperhatikan dan membutuhkan kreatifitas yang menantang. Beberapa peserta berhasil membuat desain yang sangat indah dan menarik dengan gambar dan capsion yang terlihat manis dan indah sekali. Merekapun langsung mengunggah hasil desain Canva nya sebagai status WhatsApp masing – masing juga di platform lain yang mereka miliki. Ada “MUKENA VISCOSE” dari An-Nafaa, milik pengusaha Emma. Ada “ES TEH ” dengan varian rasa yang komplit, milik pengusaha Anis yang membuka lapaknya di Jalan Gedongkuning Kotagede . Ada “ANEKA CEMILAN KERING KENTANG dan KACANG BAWANG” milik pengusaha Eni Suwanti dan Ada TELUR ASIN AMMA” milik pengusaha Tutik Amma. Mereka adalah sebagian peserta yang sudah berhasil membuat desain Canva dengan sangat menarik dan langsung mengunggahnya di platform media sosial yang mereka miliki.
Diawali pukul 15.30 WIB , acara ini terasa sangat singkat dan masih belum cukup untuk bisa memperoleh hasil yang maksimal. Dengan waktu yang sangat singkat itu tentu tidak bisa menangani satu persatu peserta sampai semuanya bisa dan mampu membuat desain Canva ini seperti yang diharapkan. Bagi peserta yang belum berhasil ataupun yang masih bingung, maka Fara dan Najma menawarkan kepada mereka untuk memberikan bimbingan setiap saat diperlukan. ” Boleh membuat janji dulu, datang ke Toko Taman Bunga untuk belajar bersama”, ungkap Najma sembari membagikan nomor Handphonenya kepada peserta.
Di akhir acara, panitia membagiakan doorprize kepada peseta yang sudah berhasil membuat desain Canva sore itu. Acara pun ditutup pada jam 17.15 WIB dengan sesi foto bersama. “Aisyiyah Berkemajuan, UMKM naik kelas” Semangat menggema dengan iringan hujan deras di luar ruangan. (Nf)
