
PRA Basen Bahas Kesehatan Keluarga dan Waspada Flu A
KOTAGEDE — Pengajian Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Basen digelar di Aula Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Kotagede, Jumat (25/9/2026). Kegiatan ini dihadiri pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Basen serta perwakilan Nasyiatul ‘Aisyiyah Ranting Basen.
Ketua PRA Basen, Atik Amanati, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengajian pimpinan tidak hanya menjadi ruang silaturahmi, tetapi juga bagian dari konsolidasi organisasi. Karena itu, ia berharap seluruh pimpinan dapat hadir dan mengikuti kegiatan hingga selesai.
“Pertemuan ini penting, bukan hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai kegiatan konsolidasi pimpinan. Karena itu, kami berharap semua pimpinan dapat hadir dan mengikuti kegiatan sampai akhir,” ujar Atik.
Dalam kesempatan tersebut, Atik juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pimpinan yang selama ini turut mendukung berbagai gerakan sosial PRA Basen. Di antaranya penyaluran bantuan air bersih untuk masyarakat terdampak kekeringan di Gunungkidul, bantuan bagi korban gempa di Nusa Tenggara Timur, serta bantuan untuk warga Kampung Basen yang terdampak musibah kebakaran.
Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi kesehatan oleh tim dari RS PKU Muhammadiyah Kotagede. Materi bertajuk “Waspada Flu A, Jaga Keluarga Tanpa Panik” disampaikan oleh dr. Ari Kamal Firdaous.
Dr. Ari menjelaskan, kondisi cuaca yang tidak menentu membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai penyakit, termasuk gangguan pernapasan. Menurutnya, gejala seperti bersin dan demam yang muncul di tengah perubahan cuaca perlu mendapat perhatian.
Ia kemudian menjelaskan mengenai influenza A yang merupakan salah satu infeksi saluran pernapasan dan dapat menular melalui percikan ketika seseorang batuk, bersin, maupun berbicara.
“Flu A ini ibarat tamu tak diundang yang jauh lebih bandel. Virus pernapasan ini dapat menular dengan cepat, sehingga kita perlu lebih waspada,” jelasnya.
Dr. Ari mengatakan, kelompok yang perlu mendapatkan perhatian lebih adalah balita dan anak-anak, lansia, serta ibu hamil. Pada anak-anak, sistem kekebalan tubuh masih dalam tahap perkembangan. Sementara pada lansia, kondisi fisik dan daya tahan tubuh cenderung mengalami penurunan. Ibu hamil juga mengalami perubahan kondisi tubuh yang dapat memengaruhi daya tahan tubuh.
Menurutnya, gejala influenza A dapat muncul secara tiba-tiba, seperti demam tinggi, badan terasa ngilu, batuk kering, dan tubuh lemas. Karena itu, masyarakat perlu mengenali gejala dan melakukan langkah pencegahan agar penularan tidak meluas di lingkungan keluarga.
Untuk menjaga daya tahan tubuh, dr. Ari mengingatkan pentingnya pola hidup sehat, terutama dengan mengonsumsi makanan bergizi yang dilengkapi sayur dan buah segar. Kebutuhan tidur yang cukup juga perlu diperhatikan. Ia juga menyarankan agar sirkulasi udara di dalam rumah dijaga dengan membuka jendela pada pagi hari.
Terkait kebutuhan vitamin, ia mengingatkan pentingnya pemenuhan nutrisi, termasuk vitamin yang dibutuhkan tubuh, sesuai kondisi masing-masing.
Jika terdapat anggota keluarga yang mengalami flu, dr. Ari juga memberikan sejumlah langkah perawatan di rumah. Di antaranya memberikan minuman atau kuah hangat untuk membantu melegakan tenggorokan, memberikan waktu istirahat yang cukup, menggunakan masker ketika berada di dalam rumah, serta rutin mencuci tangan menggunakan sabun.
“Yang tidak kalah penting adalah menjaga kebersihan tangan dan membatasi risiko penularan di dalam rumah. Jika ada anggota keluarga yang sedang sakit, gunakan masker dan tetap jaga kebersihan,” pesannya.
Selain materi kesehatan, kegiatan juga diisi dengan sosialisasi Dana Sehat Muhammadiyah yang disampaikan Latifah dari bagian Humas RS PKU Muhammadiyah Kotagede. Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada peserta mengenai layanan dan manfaat Dana Sehat Muhammadiyah.
Pengajian pimpinan kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab. Sejumlah peserta menyampaikan pertanyaan seputar kesehatan dan influenza yang langsung dijawab oleh dr. Ari Kamal Firdaous.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pimpinan ‘Aisyiyah Basen untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menambah wawasan kesehatan keluarga. Selain menjaga keberlangsungan gerakan sosial, perhatian terhadap kesehatan keluarga menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan masyarakat dari lingkungan terdekat. (Umih)
