
Lazismu Kotagede Hadirkan Kado Sahabat Penghafal Al-Qur’an bagi 18 Siswa
KOTAGEDE — Kepedulian terhadap generasi penghafal Al-Qur’an tidak cukup hanya diwujudkan melalui apresiasi atas capaian hafalan. Dukungan terhadap pendidikan dan masa depan mereka juga menjadi bagian penting agar semangat menjaga Kalam-Nya terus tumbuh, meskipun di tengah keterbatasan ekonomi.
Hal inilah yang diwujudkan Lazismu Kotagede melalui program Kado Sahabat Penghafal Al-Qur’an. Program yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026 ini menyasar siswa penghafal Al-Qur’an dari keluarga kurang mampu maupun yatim.
Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung di lingkungan sekolah. Pada Selasa (27/10/2026), Lazismu Kotagede menyalurkan bantuan kepada 10 siswa SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta. Kegiatan kemudian dilanjutkan pada Jumat (30/10/2026) dengan menyerahkan bantuan kepada 8 siswa SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta. Secara keseluruhan, sebanyak 18 siswa menerima manfaat program tersebut.
Para penerima merupakan siswa yang telah memiliki hafalan minimal satu juz dan terus menunjukkan perkembangan dalam menghafal Al-Qur’an. Program ini menjadi bentuk penghargaan sekaligus dukungan agar keterbatasan ekonomi tidak mengurangi semangat mereka dalam belajar dan mengembangkan kemampuan.
Setiap siswa menerima kado berupa Al-Qur’an, uang saku, serta subsidi pendidikan. Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata sekaligus menjadi penyemangat bagi para siswa untuk terus meningkatkan hafalan dan menuntaskan pendidikan.
Penyerahan bantuan berlangsung secara sederhana dengan dihadiri para siswa penerima manfaat dan guru pendamping dari masing-masing sekolah. Dari Lazismu Kotagede, kegiatan dihadiri Kepala Kantor Layanan bersama jajaran staf.
Melalui program ini, Lazismu Kotagede ingin menghadirkan kepedulian yang lebih luas kepada generasi pencinta Al-Qur’an. Apresiasi terhadap para penghafal Al-Qur’an perlu disertai dukungan berkelanjutan, sehingga mereka memiliki kesempatan untuk terus belajar, mengembangkan potensi, dan menjaga hafalannya.
Ke depan, Lazismu Kotagede berharap program Kado Sahabat Penghafal Al-Qur’an dapat berkembang melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, khususnya dengan melibatkan orang tua asuh yang bersedia memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi para siswa.
Kehadiran orang tua asuh diharapkan dapat menjadi salah satu jalan untuk membantu keberlangsungan pendidikan mereka. Dengan dukungan yang berkesinambungan, keterbatasan ekonomi diharapkan tidak menjadi penghalang bagi para penghafal Al-Qur’an untuk meraih cita-cita.
Sebab, mendukung seorang penghafal Al-Qur’an bukan sekadar memberikan bantuan pada hari ini. Lebih dari itu, ada harapan dan masa depan generasi yang sedang berjuang mencintai, menghafal, dan menjaga Kalam-Nya.
