Audiensi KL Lazismu Kotegede ke Lazismu DIY Lahirkan Semangat Kolaborasi Memberi untuk Negeri

Bagikan

Kotagede – Kantor layanan (KL) Lazismu Kotagede bersama Pimpinan Cabang Kotagede (PCM) Kotagede telah menyelenggarakan rapat kerja (Raker) pada Sabtu (09/12). Raker yang digelar di Aula Islamic Center UAD tersebut bertujuan untuk melakukan pembacaan rancangan program kerja secara umum yang akan dilakukan selama satu periode ke depan.

- Advertisement -

Berkenaan dengan adanya perubahan formasi dalam susunan kepengurusan baru KL Lazismu Kotagede, KL Lazismu Kotagede berinisiatif untuk mengadakan audiensi sekaligus bersilaturahmi ke Lazismu Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sebelumnya, KL Lazismu Kotagede telah melayangkan surat permohonan audiensi dan mendapat kabar persetujuan pada satu hari berselang. Ini membuktikan kiprah Lazismu yang selalu tanggap dalam memberi dan solid dalam membantu negeri.

Hadir dalam audiensi tersebut Wakil Sekretaris Badan Pengurus Lazismu DIY, Eka Yuhendri beserta Regional Manager Lazismu DIY, Marzuki dan perwakilan KL Lazismu Kotagede, M. Kholid Mawardi dan Ahmad Amiruddin Priyatmaja. Diskusi santai mewarnai acara audiensi dan silaturahmi perdana tersebut. Dalam pembahasannya, Eko menerangkan dan menjelaskan pilar-pilar Lazismu secara padat dan ringkas agar dapat dengan mudah dicerna dan dipahami bersama.

Artikel Lainnya
1 of 3

Pilar-pilar tersebut nyatanya mengalami penambahan pada tahun 2019 di Munas Lazismu, yakni Pilar Lingkungan, jadi total pilar yang dimiliki Lazismu berjumlah enam (6) pilar. Penambahan pilar tersebut senada dengan ikhtiar Muhammadiyah dalam menyelamatkan semesta sesuai dengan bunyi tagline dalam miladnya yang ke 111 tahun. Detail pilar lingkungan diejawantahkan ke dalam bebarapa bentuk program: Sayangi Daratmu, Sayangi Lautmu dan Penanaman Pohon.

Baca Juga :   Bantu Wilayah Kekeringan, Lazismu Kotagede Droping Air Bersih di Gunungkidul

Diskusi yang hadir dalam audiensi berfokus pada pembahasan pilar-pilar dan posisi Lazismu di persyarikatan Muhammadiyah. Eko menambahkan dalam penjelasannya, bahwa susunan pilar-pilar tersebut didasari oleh landasan normatif agama Islam, 13 rekomendasi muktamar dan 17 Sustainable Development Goals (SDGs) ‘Tujuan Pembangunan Berkelanjutan’. Eko juga sedikit menyinggung soal kemampuan muzakki di AUM yang masih kurang mantap “membersihkan” hartanya pada pelayanan zakat yang gencar dilakukan Lazismu DIY.

Harapannya, antara KL Lazismu Kotagede dan Lazismu DIY terbangun sinergitas dan soliditas menjadi wadah umat Islam dalam membersihkan harta dan membantu sesama, bersinergi dalam menggerakkan umat untuk mau berzakat, berinfak dan bersedekah karena esensi kehadiran Lazismu adalah melayani umat. Demikan acara audiensi dan silaturahmi, dilanjutkan dengan sesi foto bersama.


Bagikan

Leave a Reply