35 Tangki Air Bersih untuk Warga Purwosari, Wujud Kepedulian dari Kotagede

Bagikan

GUNUNGKIDUL – Musim kemarau kembali membawa persoalan bagi sebagian warga di Kabupaten Gunungkidul. Kekeringan membuat kebutuhan air bersih menjadi semakin sulit, terutama di wilayah yang memang setiap tahun menghadapi persoalan serupa.

- Advertisement -

Melihat kondisi tersebut, Pimpinan Cabang โ€˜Aisyiyah (PCA) Kotagede bersama LazisMu Kotagede mengadakan bakti sosial berupa penyaluran bantuan air bersih kepada warga Kapanewon Purwosari, Kabupaten Gunungkidul, Rabu, 26 Agustus 2026.

Rombongan PCA Kotagede bersama LazisMu Kotagede berangkat menuju Purwosari untuk menyalurkan bantuan. Kedatangan rombongan diterima oleh LazisMu Purwosari di Gedung Dakwah PCM Purwosari.

Artikel Lainnya
1 of 129

Dalam kesempatan tersebut turut hadir perwakilan PCM Panggang dan Dukuh Dringo. Dukuh Dringo menjadi lokasi penyaluran air bersih secara seremonial untuk pertama kalinya. Selanjutnya, distribusi bantuan air bersih akan dikoordinasikan oleh LazisMu Purwosari agar dapat menjangkau warga yang membutuhkan.

Kekeringan Menjadi Persoalan Setiap Musim Kemarau

Pengurus LazisMu Purwosari yang diwakili Arif menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang telah menunjukkan kepedulian terhadap kondisi warga di wilayah Purwosari.

Menurutnya, persoalan kekeringan hampir selalu menjadi agenda setiap tahun ketika musim kemarau tiba.

Berbagai upaya sebenarnya telah dilakukan masyarakat untuk mendapatkan sumber air. Salah satunya dengan membuat sumur melalui pengeboran. Namun, kondisi geografis Purwosari yang berada di kawasan pegunungan karst membuat upaya tersebut tidak mudah.

Arif menceritakan, masyarakat sudah empat kali mencoba membuat sumur dengan pengeboran. Namun, usaha tersebut belum membuahkan hasil karena sulit menemukan titik sumber air di bawah lapisan bebatuan.

Baca Juga :   Rekomendasi 7 Tempat Penjualan Hewan Kurban di Kotagede

Pengeboran bahkan pernah dilakukan hingga kedalaman sekitar 178 meter. Dengan biaya pengeboran yang berkisar Rp700.000 hingga Rp800.000 per meter, kebutuhan biaya yang harus dikeluarkan tentu tidak sedikit.

Persoalan lain muncul ketika mata bor bertemu dengan rongga bawah tanah. Pengeboran dapat terhenti dan tidak bisa dilanjutkan. Kondisi tersebut membuat upaya mendapatkan sumber air menjadi semakin berat. Kondisi itu juga dibenarkan oleh Dukuh Dringo yang turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Pertanian Bergantung pada Air Hujan

Persoalan air tidak hanya berdampak pada kebutuhan rumah tangga, tetapi juga kehidupan pertanian masyarakat. Persawahan di wilayah Purwosari sebagian besar masih mengandalkan air tadah hujan. Akibatnya, masyarakat umumnya hanya dapat melakukan panen satu kali dalam setahun.

Itu pun sangat bergantung pada kondisi cuaca. Ketika curah hujan tidak mendukung, tanaman padi dapat mengalami kerusakan bahkan tidak bisa dipanen sama sekali.

Kondisi serupa juga disampaikan oleh perwakilan PCM Panggang. Bahkan, di beberapa wilayah Panggang, pengeboran sumber air dapat mencapai kedalaman sekitar 200 meter dengan biaya yang tidak jauh berbeda.

Masyarakat sebenarnya memiliki telaga yang biasa digunakan sebagai sumber air. Namun, ketika musim kemarau datang, telaga tersebut ikut mengering sehingga warga kembali menghadapi persoalan kekurangan air bersih.

Terkumpul 35 Tangki Air Bersih

Bagi LazisMu Kotagede, kegiatan ini menjadi bagian dari kepedulian bersama untuk membantu masyarakat yang sedang membutuhkan.

Kholid yang mewakili LazisMu Kotagede menyampaikan rasa syukur karena dapat ikut berbagi dengan warga Purwosari.

โ€œMeski tidak banyak, kami berharap bantuan ini dapat sedikit membantu kebutuhan air bersih bagi warga Purwosari,โ€ ujarnya.

Bantuan air bersih tersebut merupakan hasil penggalangan dana dari berbagai pihak. Selain donatur LazisMu, dukungan juga datang dari PCA Kotagede dan jamaah Muhammadiyah Ranting Jagalan.

Baca Juga :   Menjaga Nafas Sejarah, Menggerakkan Masa Depan Muhammadiyah Kotagede

Dari penggalangan dana tersebut berhasil terkumpul bantuan sebanyak 35 tangki air bersih untuk masyarakat yang terdampak kekeringan.

Jumlah tersebut mungkin belum menyelesaikan persoalan kekeringan yang dihadapi warga. Namun, kepedulian dari berbagai pihak diharapkan dapat sedikit meringankan kebutuhan masyarakat, terutama untuk keperluan memasak dan minum.

Sinergi PCA Kotagede dan LazisMu Terus Berjalan

Kerja sama antara PCA Kotagede dan LazisMu Kotagede dalam kegiatan sosial seperti ini bukanlah yang pertama kali dilakukan.

Keduanya telah beberapa kali bersinergi dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian Muhammadiyah dan โ€˜Aisyiyah terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.

Dalam kegiatan kali ini, sinergi tersebut diperluas dengan melibatkan LazisMu Purwosari sebagai mitra di wilayah penerima bantuan. Dengan demikian, bantuan tidak berhenti pada penyerahan secara simbolis, tetapi dapat terus dikoordinasikan agar sampai kepada warga yang benar-benar membutuhkan.

Setelah acara penerimaan bantuan di Gedung Dakwah PCM Purwosari, rombongan dari Kotagede kemudian diajak menuju Dukuh Dringo untuk menyaksikan penyaluran air bersih secara langsung.

Air dari tangki kemudian dibagikan kepada masyarakat.

Bantuan tersebut mungkin hanya berupa tetesan air di tengah luasnya persoalan kekeringan. Namun, bagi warga yang sedang kesulitan mendapatkan air, setiap tetes memiliki arti.

Semoga 35 tangki air bersih yang disalurkan PCA Kotagede dan LazisMu Kotagede dapat membantu memenuhi kebutuhan warga Purwosari, khususnya untuk memasak dan minum.

Lebih dari itu, semoga kepedulian ini menjadi pengingat bahwa menghadapi persoalan masyarakat tidak harus dilakukan sendirian. Ketika kepedulian, zakat, infak, sedekah, dan semangat gotong royong dipertemukan, sedikit yang kita berikan dapat menjadi berarti bagi mereka yang sedang membutuhkan.


Bagikan

Leave a Reply