PCA Kotagede Gelar Festival Makanan Halal 2026, Dorong UMKM dan Angkat Budaya Lokal

Bagikan

YOGYAKARTA – Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Kotagede kembali menggelar Festival Makanan Halal 2026 pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Memasuki tahun kedua pelaksanaan, kegiatan tahunan yang diinisiasi Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan PCA Kotagede ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap produk halal sekaligus memperkuat pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

- Advertisement -

Festival tahun ini dilaksanakan oleh tiga Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA), yakni PRA Prenggan, PRA Tinalan, dan PRA Depokan. Kegiatan dipusatkan di wilayah Depokan, diawali dengan senam bahagia di halaman SD Rejowinangun 3 yang diikuti sekitar 600 peserta dari 15 ranting ‘Aisyiyah se-Kotagede.

Senam dipandu oleh Emi Murfiani dan Retno. Usai berolahraga bersama, para peserta bergerak menuju halaman Kemantren Kotagede untuk mengikuti rangkaian festival. Kedatangan peserta disambut penampilan hadroh dari PRA Depokan.

Artikel Lainnya
1 of 139

Berbagai stan UMKM binaan ‘Aisyiyah telah berjajar sejak pagi. Para peserta dan tamu undangan berkesempatan melihat sekaligus membeli beragam produk olahan pangan yang dipasarkan oleh pelaku UMKM, termasuk produk yang telah memiliki sertifikat halal.

Suasana festival semakin semarak dengan penampilan Paduan Suara Bahana Swara Kemasan PCA Kotagede serta peragaan busana Jawa oleh perwakilan ibu-ibu ‘Aisyiyah dari sejumlah ranting. Mereka mengenakan busana Jawa dengan kerudung bergaya Nyi Walidah, menghadirkan perpaduan antara identitas budaya lokal dan nilai-nilai keislaman.

Baca Juga :   Sambut Liburan Sekolah, Lazismu Kotagede Kembali Gelar Khitan Ceria Gratis

Perkuat Pembinaan UMKM Halal

Ketua PCA Kotagede yang membidangi Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan, Dr. Siti Hamidah, M.Pd., dalam laporan kegiatan menyampaikan bahwa Festival Makanan Halal merupakan realisasi program tahunan PCA Kotagede untuk membangun kesadaran tentang pentingnya menyediakan dan menjual produk yang halal dan thayyib.

Menurut Hamidah, festival tersebut merupakan pelaksanaan tahun kedua dari rencana program lima tahunan. Kegiatan diselenggarakan secara bergiliran dengan melibatkan tiga PRA dari total 15 ranting yang tergabung dalam PCA Kotagede.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari pembinaan pelaku UMKM yang tergabung dalam Komunitas Pelaku Bisnis Islami PCA Kotagede. Salah satu bentuk pendampingan yang dilakukan adalah membantu pelaku usaha memperoleh sertifikat halal.

Melalui pendampingan tersebut, diharapkan semakin banyak pelaku UMKM yang mampu memenuhi ketentuan kehalalan produk dan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap makanan yang dipasarkan.

Dorong Kolaborasi dan Pemberdayaan Perempuan

Mantri Pamong Praja Kemantren Kotagede, Komaru Ma’arif, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan festival, terlebih kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman Kemantren Kotagede.

Ia menilai kolaborasi antarpihak menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan kegiatan. Karena itu, festival diharapkan dapat terus dilanjutkan dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat dan lembaga terkait.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kemantren Kotagede, Ria Rinawati, menyampaikan terima kasih kepada PCA Kotagede beserta jajarannya atas kerja sama yang telah terjalin dengan PKK melalui nota kesepahaman (MoU).

Kerja sama tersebut mencakup berbagai program dan kegiatan yang berkaitan dengan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Ria kemudian secara resmi membuka festival dengan mengucapkan basmalah.

Acara pembukaan ditutup dengan doa yang dipimpin Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kotagede, Mohammad Hatta. Setelah pembukaan, para tamu undangan dipersilakan meninjau stan pameran dan produk UMKM binaan ‘Aisyiyah Kotagede.

Baca Juga :   PM dan NA Kotagede Napak Tilas 100 Tahun Muhammadiyah Kotagede

Kenalkan Wisata Edukasi Budaya Kotagede

Selain menjadi ruang promosi produk UMKM, Festival Makanan Halal 2026 juga dimanfaatkan PCA Kotagede untuk menyosialisasikan program baru bernama ‘Aisyiyah Culture Education Tourism.

Program tersebut memperoleh pendampingan dari Lembaga Budaya, Seni, dan Olahraga Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah. Tujuannya mengangkat potensi budaya Kotagede melalui perpaduan pendidikan sejarah, seni, budaya, dan kuliner tradisional.

Melalui program ini, kekayaan sejarah dan budaya Kotagede diharapkan tidak hanya menjadi warisan yang dikenang, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai sarana edukasi dan kegiatan ekonomi kreatif yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Rangkaian acara turut dimeriahkan penampilan Paduan Suara Bahana Swara Kemasan yang membawakan lagu “Yogya Istimewa” dan “Kotagede Bumi Mataram”. Lagu kedua diciptakan oleh Komaru Ma’arif dan diaransemen oleh Nowo.

Dalam pembukaan, paduan suara tersebut juga membawakan lagu Indonesia Raya, Mars ‘Aisyiyah, dan Mars ‘Aisyiyah Kotagede yang diciptakan oleh Mohammad Hatta, Ketua PCM Kotagede.

Sejumlah unsur turut diundang dalam kegiatan ini, di antaranya perwakilan MUI, Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah DIY, Dinas Perindustrian Kota Yogyakarta, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Yogyakarta, Forkopimtren, pemerintah kelurahan, serta perwakilan RW dan RT setempat.

Melalui festival ini, PCA Kotagede berupaya mempertemukan pemberdayaan ekonomi, penguatan nilai keislaman, dan pelestarian budaya dalam satu kegiatan. Harapannya, UMKM binaan ‘Aisyiyah semakin berkembang, kesadaran terhadap produk halal semakin meningkat, dan kekayaan budaya Kotagede dapat terus diperkenalkan kepada generasi berikutnya. (umih)


Bagikan

Leave a Reply