PRM-PRA Jagalan Kembangkan Gerakan Lumbung Hidup untuk Ketahanan Pangan Keluarga
KOTAGEDE — Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Jagalan menyambut kedatangan Tim Penilai Lomba Gerakan Lumbung Hidup ‘Aisyiyah (GLHA) Tahun 2026 Majelis Ekonomi Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Kotagede, Sabtu, 5 September 2026, bertepatan dengan 13 Rabiul Awal 1448 H.
Penilaian dilaksanakan di lingkungan KWTA Mekar Surya dan Kandang Pusaka, PRM-PRA Jagalan, Kotagede. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PRM-PRA Jagalan dalam mengembangkan ketahanan pangan keluarga sekaligus mengajak masyarakat memanfaatkan lingkungan sekitar agar lebih produktif dan berkelanjutan.
Beragam Tanaman Dibudidayakan
Gerakan Lumbung Hidup ‘Aisyiyah di Jagalan tidak hanya menghadirkan kebun, tetapi juga menjadi ruang bersama bagi warga untuk belajar dan memanfaatkan lahan yang ada.
Berbagai jenis tanaman dibudidayakan, mulai dari tanaman hias dan bunga, sayuran dan tanaman pangan, tanaman bumbu dan rempah, tanaman obat dan herbal, hingga tanaman buah.
Pemanfaatan lahan tersebut menjadi langkah sederhana namun berarti dalam membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya ketahanan pangan yang dimulai dari lingkungan keluarga.
Dikembangkan Bersama Peternakan
Selain mengembangkan budidaya tanaman, KWTA Mekar Surya juga mengembangkan kegiatan peternakan dan perikanan. Di antaranya berupa budidaya lele, ayam, ikan, dan kambing.
Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa Gerakan Lumbung Hidup ‘Aisyiyah tidak berhenti pada kegiatan bercocok tanam. Potensi lingkungan dimanfaatkan secara lebih luas sehingga dapat memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat.
Peduli Lingkungan melalui Pengelolaan Organik
Kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi bagian penting dalam gerakan ini. PRM-PRA Jagalan menerapkan pengelolaan bahan organik melalui berbagai kegiatan, seperti pembuatan kompos, pemanfaatan jugangan, serta pengelolaan losida.
Pengelolaan tersebut menjadi upaya untuk mengurangi limbah sekaligus mengembalikan manfaat bahan organik bagi lingkungan. Dengan cara sederhana, warga diajak untuk melihat bahwa sesuatu yang selama ini dianggap sebagai sampah masih dapat dikelola dan dimanfaatkan kembali.
Gotong Royong Menjadi Kekuatan
Gerakan Lumbung Hidup ‘Aisyiyah di Jagalan tumbuh melalui semangat kebersamaan. Ketua dan anggota PRM-PRA Jagalan bersama warga bergotong royong menjaga, merawat, dan mengembangkan kebun serta lingkungan sekitar.
Semangat gotong royong inilah yang menjadi salah satu kekuatan dalam menjalankan kegiatan. Kebun tidak hanya menjadi tempat menanam, tetapi juga menjadi ruang bertemu, belajar, dan membangun kepedulian bersama.
Melalui gerakan ini, masyarakat diajak untuk semakin peduli terhadap lingkungan sekaligus mampu memanfaatkan potensi yang ada di sekitar untuk mendukung kehidupan yang lebih baik.
Menanam Kebaikan, Memanen Keberkahan
Gerakan Lumbung Hidup ‘Aisyiyah menjadi salah satu ikhtiar untuk menumbuhkan kemandirian keluarga, menguatkan ketahanan pangan, serta menggerakkan kebaikan bersama.
Dengan semangat “Menanam Kebaikan, Memanen Keberkahan”, PRM-PRA Jagalan terus berupaya menjadikan lingkungan bukan sekadar tempat tinggal, tetapi juga sebagai sumber kehidupan, ruang pembelajaran, dan tempat menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat.
Gerakan sederhana yang dilakukan bersama ini menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari hal-hal kecil. Dari menanam, merawat, mengelola, hingga berbagi manfaat.
Mari bersama menjaga, merawat, dan memanfaatkan alam untuk kehidupan yang lebih baik.
