Muslim Millennial Training 2026, PCM Kotagede Siapkan Kader Masjid yang Berani dan Mampu Memimpin Perubahan

Bagikan

BANTUL – Upaya menyiapkan kader masjid yang memiliki kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan semangat berdakwah terus dilakukan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kotagede. Melalui kolaborasi Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) bersama Majelis Tabligh dan Dakwah Komunitas (MTDK), PCM Kotagede menggelar Muslim Millennial Training 2026 bertema “Speak the Truth & Lead the Change!”.

- Advertisement -

Kegiatan yang berlangsung pada 10–11 Oktober 2026 di Masjid Qur’anic Ocean View, Parangtritis, Bantul, ini diikuti kader masjid yang merupakan utusan dari masjid-masjid se-Kotagede. Pelatihan tersebut secara khusus ditujukan bagi peserta laki-laki berusia 20–40 tahun.

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan generasi muda agar tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga memiliki bekal pengetahuan, keterampilan komunikasi, dan kepemimpinan untuk menjawab berbagai persoalan umat.

Artikel Lainnya
1 of 130

Ketua MTDK PCM Kotagede, M. Hidayat Noor, menyampaikan bahwa pelatihan ini dilatarbelakangi sejumlah tantangan dalam pengelolaan masjid, terutama minimnya keterlibatan generasi muda dalam kegiatan keagamaan.

Menurutnya, kondisi sejumlah masjid yang lebih banyak diisi jemaah lanjut usia menjadi perhatian tersendiri. Di sisi lain, upaya mengumpulkan pengurus takmir untuk mengikuti kegiatan pembinaan juga masih menghadapi kendala.

Melalui pelatihan ini, MTDK PCM Kotagede berharap setiap masjid dapat mengirimkan perwakilannya untuk memperoleh wawasan dan strategi baru dalam mengembangkan kegiatan dakwah.

Baca Juga :   Kemenangan Gemilang Kontingen Tapak Suci Kotagede Pada Kejuaraan Pencak Silat Piala Raja se-Jawa Bali 2024

“Melalui kegiatan ini, kita ingin mencari solusi bersama atas berbagai persoalan pengelolaan masjid. Harapannya, para kader dapat membawa gagasan dan pengalaman baru untuk meningkatkan partisipasi generasi muda serta memakmurkan masjid,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan tersebut.

Kader Masjid Harus Berani Menyuarakan Kebenaran

Wakil Ketua PCM Kotagede, Kurdi Dwinarto, mengapresiasi kolaborasi MPKSDI dan MTDK dalam menyelenggarakan pelatihan kader masjid. Menurutnya, kehadiran para peserta merupakan wujud kepedulian terhadap keberlangsungan dakwah dan upaya memakmurkan masjid.

Ia menekankan bahwa kader Muhammadiyah perlu memiliki keberanian dalam menyampaikan kebenaran dan kemampuan memimpin perubahan. Namun, keberanian tersebut harus tetap disertai kesantunan, adab, dan penguasaan ilmu pengetahuan.

Kader masjid tidak cukup hanya memiliki semangat berdakwah. Mereka juga perlu memahami karakter masyarakat, mampu berkomunikasi dengan baik, serta menghadirkan dakwah yang relevan dengan kebutuhan umat.

Kurdi juga mengingatkan bahwa masjid semestinya tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi turut berperan sebagai pusat kebangkitan dan sumber solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

Melalui pelatihan ini, ia berharap para peserta mampu mengembangkan kapasitas diri sekaligus menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk kemajuan masjid di lingkungan masing-masing.

Bekali Peserta dengan Materi Dakwah dan Kepemimpinan

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan sejumlah materi yang dirancang untuk memperkuat pemahaman keislaman, kemampuan berdakwah, serta keterampilan komunikasi dan kepemimpinan.

Pada hari pertama, Sabtu (10/10/2026), kegiatan diawali dengan pembukaan dan orientasi peserta. Agenda dilanjutkan dengan materi Al-Islam & Paham Agama Menurut Muhammadiyah yang disampaikan Andy Putra Wijaya, S.E.I., M.S.I.

Peserta kemudian mengikuti materi Dakwah di Era Digital & Public Speaking bersama Dr. Choirul Fajri. Materi ini menjadi bekal bagi kader untuk memahami perkembangan media digital sekaligus meningkatkan kemampuan menyampaikan pesan dakwah secara efektif.

Baca Juga :   Waspada Bencana Hidrometeorologi, Muhammadiyah Ingatkan Masyarakat Siap Siaga

Memasuki hari kedua, Ahad (11/10/2026), kegiatan diawali dengan salat malam, salat Subuh, kajian ayat, dan aktivitas outbound. Agenda berlanjut dengan materi Dakwah Muhammadiyah Dulu dan Sekarang yang disampaikan Drs. H. Akhid Widirahmanto.

Peserta juga diajak mendiskusikan berbagai persoalan dakwah di Kotagede melalui sesi Focus Group Discussion (FGD) bersama H. Muhammad Zaenal. Diskusi ini menjadi ruang untuk mengidentifikasi tantangan sekaligus merumuskan langkah yang dapat dilakukan kader dalam mengembangkan aktivitas dakwah di lingkungan masjid.

Materi berikutnya membahas Motivasi & Strategi Dakwah bersama Muhammad Bariyadi, S.Ag., serta Menjadi Mubaligh yang Handal yang disampaikan Dr. H. Khoiruddin Bashori.

Rangkaian pelatihan ditutup dengan penyusunan rencana tindak lanjut yang dikoordinasikan H. Angga Sayekti dan Fakhrudin Hadi. Sesi ini diharapkan menjadi jembatan antara pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dan langkah nyata yang akan dilakukan peserta setelah kembali ke masjid masing-masing.

Peserta mendapatkan materi Dakwah di Era Digital & Public Speaking bersama Dr. Choirul Fajri

Mendorong Masjid Menjadi Pusat Perubahan

Melalui Muslim Millennial Training 2026, PCM Kotagede berupaya memperkuat peran kader muda dalam menjaga keberlanjutan dakwah dan mengembangkan kehidupan masjid.

Tema “Speak the Truth & Lead the Change!” tidak hanya menjadi slogan kegiatan, tetapi juga menggambarkan karakter kader yang ingin dibangun: berani menyampaikan kebenaran, mampu memimpin perubahan, serta tetap mengedepankan adab dan ilmu dalam berdakwah.

Harapannya, para peserta dapat membawa semangat baru ke masjid masing-masing, meningkatkan keterlibatan generasi muda, dan mengembangkan program yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Dengan demikian, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang pembinaan kader, penguatan umat, dan lahirnya berbagai inisiatif untuk menjawab persoalan masyarakat.


Bagikan

Leave a Reply