
PCA Kotagede Semarakkan Malam Ramadhan dengan Salat Tarawih Bersama
Kotagede: Selama bulan Ramadhan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Kotagede mengadakan shalat tarawih bersama pimpinan cabang dan pimpinan ranting se Kotagede. Meski tidak dapat dilakukan setiap malam hanya setiap Rabu malam, ini dengan maksud untuk mengisi mushola ‘Aisyiyah dalam bulan Ramadhan. Kegiatan ini sudah berlangsung beberapa tahun setiap bulan Ramadhan, dengan penyelenggaranya diserahkan Majelis Tabligh dan Ketarjihan.
Pada kesempatan perdana diadakan pada hari Rabu, 25 Februari 2026 dengan peserta 40 orang. Diawali dengan sholat Isya, sholat iftitah dan sholat tarawih dengan 11 rakaat. Selesai sholat tarawih untuk kali ini tidak dilanjut dengan tadarus karena jamaah ingin melanjutkan tadarus di masjid masing-masing. Sehingga diisi pengajian dengan tema yang disesuaikan surat edaran dari Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Surat Edaran No. 001/SE-PPA/A/II/2026 TentangTuntunan Ramadhan 1447 H. Himbauan pengajian dengan tema : Gerakan ‘Aisyiyah Membangun Kesalehan Ekologis Berkeadilan.
Sebelum pengajian, Muftiyah selaku ketua PCA Kotagede menyampaikan bahwa sholat tarawih ini kita laksanakan seperti tahun-tahun yang lalu dan untuk ramadhan kali ini akan diisi dengan pengajian yang temanya disesuaikan dengan surat edaran dan himbauan dari PPA berkaitan tentang kesalehan ekologis dan mengajak peserta untuk terus memakmurkan kegiatan tarawih ini kalau perlu mengajak lainnya yg belum bisa hadir malam ini, demikian ajakan dari ketua PCA.
Dilanjutkan dengan pengajian oleh MTK yang disampaikan oleh Praptiwi Wahyuningsih dengan mengulas QS Ar Rum: 41.
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Dhaharal-fasādu fil-barri wal-baḥri bimā kasabat aidin-nāsi liyudziqahum ba’ḍalladzī ‘amilū la’allahum yarji’ūn.
artinya, “Telah tampak kerusakan didarat dan dilaut disebabkan ulah tangan manusia, Alloh menghendaki agar mereka merasakan sebagian akibat dari perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar”. Lebih lanjut disampaikan Praptiwi bahwa bencana hebat diakhir tahun kemarin banjir longsor dll akibat keserakahan manusia.
Banyak korban sementara yang berbuat tidak bertanggung jawab. Coba kita renungkan dan bertanya, Apa yg harus kita perbuat?
Disampaikan Praptiwi, Ada beberapa yang bisa kita lakukan, yaitu
- Marilah kita Doakan untuk para korban agar diberi kesabaran , kekuatan menerima cobaan, untuk yang berbuat supaya segera taubat.
- Menggalang dana untuk yang terdampak
- Yang paling penting kita punya sikap peduli dengan lingkungan kita.
Apa yang harus kita pedulikan? Mari Mulai dari yang sederhana dari rumah kita ,sekarang juga demi menjaga bumi kita.
Kita pilah sampah dari rumah ,sampah organik masuk bipori apa buat lubang/jogangan untuk jadi pupuk
Yang residu disendirikan untuk dibuang yang kertas-kertas, dos bisa dirosokkan, demikian ajakan yang disampaikan. Lebih lanjut mengingatkan dan.memberi apresiasi kepada Majelis Kesehatan bekerjasama dengan Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan telah berusaha membangun perilaku yang baik dalam mengolah sampah. (umih)
