PRM Basen Siapkan Diri Ikuti Penilaian CRM Award 2027

Bagikan

KOTAGEDE β€” Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Basen bergerak cepat mempersiapkan diri setelah ditunjuk Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kotagede untuk mewakili dalam ajang Cabang Ranting Masjid (CRM) Award 2027 yang diselenggarakan.

- Advertisement -

Penunjukan tersebut dilakukan PCM Kotagede setelah melihat berbagai program yang dijalankan PRM Basen. Dari 16 PRM yang ada di wilayah Kotagede, PRM Basen dinilai memiliki sejumlah program yang baik dan layak untuk dibagikan serta dikembangkan di tingkat yang lebih luas.

Persiapan dilakukan dalam waktu sekitar satu bulan. PCM Kotagede sebelumnya telah menyampaikan sejumlah aspek assessment yang perlu dipersiapkan oleh PRM Basen. Menindaklanjuti hal tersebut, PRM Basen kemudian melakukan berbagai persiapan, termasuk membangun koordinasi dengan Pimpinan Ranting β€˜Aisyiyah (PRA) Basen.

Artikel Lainnya
1 of 130

Koordinasi tersebut dilakukan karena β€˜Aisyiyah merupakan salah satu organisasi otonom Muhammadiyah yang memiliki peran penting dalam penguatan gerakan di tingkat ranting. Kolaborasi antara PRM dan PRA menjadi bagian dari upaya mempersiapkan berbagai data dan program yang akan disampaikan dalam proses penilaian.

Visitasi LPCRPM PWM DIY

Tahapan berikutnya dilakukan melalui visitasi oleh Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta pada Ahad (4/10/2026).

Visitasi PRM Basen tersebut berlangsung bersamaan dengan visitasi ke PCM Kotagede dan visitasi masjid, yakni Masjid Al Falah PRM Rejowinangun. Dalam kegiatan tersebut, tim LPCRPM PWM DIY hadir sebanyak dua orang dan didampingi dua orang dari LPCRPM PDM Kota Yogyakarta.

Baca Juga :   PRA Prengan Adakan Serangkaian Kegiatan Songsong Ramadhan 1446 H

Tidak ada acara seremonial dalam visitasi tersebut. Proses penilaian berlangsung dalam suasana santai, tetapi tetap serius dan mengarah pada substansi program serta perkembangan organisasi.

Ketua PRM Basen, Aris Munandar, memaparkan profil organisasi sekaligus berbagai program yang telah dijalankan. Program-program tersebut mencakup bidang dakwah, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga olahraga.

Salah satu program unggulan yang mendapat perhatian adalah Shodaqoh Umroh. Program ini telah berjalan sejak 2024 dan hingga Oktober 2026 telah memberangkatkan delapan orang secara gratis dari lima masjid Muhammadiyah dan satu musala di wilayah PRM Basen.

Program Shodaqoh Umroh pada awalnya lahir dari bentuk apresiasi kepada ustaz Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Fastabiqul Khoirot Basen yang telah bertahun-tahun mengabdi. Melalui hasil rembuk bersama sejumlah warga, seorang ustaz TPA sekaligus Direktur TPA kemudian dapat diberangkatkan untuk menunaikan ibadah umrah.

Dari proses tersebut, muncul pula kepedulian terhadap kondisi tempat tinggal ustaz tersebut. Saat hendak mengantar calon jamaah umrah, warga melihat kondisi rumah yang dinilai tidak layak huni dan kurang sehat. Dengan izin keluarga, warga kemudian membantu membedah rumah tersebut sehingga menjadi rumah yang lebih layak dan sederhana.

Memasuki periode berikutnya, gagasan untuk memberangkatkan warga dan jamaah Muhammadiyah menunaikan ibadah umrah kembali muncul. Program tersebut kemudian ditawarkan kepada anggota dan simpatisan Muhammadiyah melalui gerakan sedekah rutin setiap bulan.

Pada awalnya, target program hanya 30 orang yang bersedia bersedekah. Namun, jumlah tersebut terus bertambah. Hingga Oktober 2026, tercatat sebanyak 104 orang telah menjadi peserta shodaqoh. Dari gerakan tersebut, delapan orang telah diberangkatkan secara gratis.

Selain Shodaqoh Umroh, tim penilai juga menggali berbagai program lainnya, termasuk Pengadaan Penjualan Hewan Qurban (PPHQ). Program tersebut telah berjalan cukup lama dan hasilnya turut mendukung pembiayaan kegiatan Muhammadiyah dan β€˜Aisyiyah.

Baca Juga :   Pelantikan Ketua IPM SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta Periode 2024/2025

PPHQ menjadi salah satu bagian dari program kemandirian ekonomi PRM Basen. Selain itu, terdapat pula program KostMu, ParkirMu, GarasiMu, dan KebunMu yang dikembangkan sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian organisasi.

Di akhir visitasi, tim penilai memberikan sejumlah catatan yang perlu menjadi perhatian PRM Basen sebagai bahan evaluasi dan penyempurnaan program ke depan.

Sementara itu, Ketua PCM Kotagede, Muhammad Hatta, menyampaikan apresiasi terhadap kegigihan warga Muhammadiyah Basen dalam mengembangkan gerakan di tingkat ranting.

Hatta juga menceritakan tentang asal-usul nama Basen yang dikaitkan dengan tokoh Sentot Ali Basya. Menurut cerita yang pernah dibacanya, tokoh tersebut memiliki kaitan dengan wilayah tersebut. Karena masyarakat kesulitan menyebut nama β€œBasya”, penyebutan kampung tersebut kemudian berkembang menjadi β€œBasahan” dan akhirnya dikenal sebagai Basen.

β€œWarga Muhammadiyah Basen memiliki kegigihan dalam menjalankan gerakan. Semangat itu menjadi salah satu kekuatan yang perlu terus dijaga,” ujar Hatta.

Visitasi tersebut menjadi bagian penting bagi PRM Basen untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat berbagai program yang telah berjalan. Lebih dari sekadar mengikuti penilaian, proses ini menjadi kesempatan bagi PRM Basen untuk menunjukkan praktik baik yang tumbuh dari kebutuhan dan kekuatan masyarakat di tingkat ranting.


Bagikan

Leave a Reply