
ToT SECARA: Menyiapkan Penggerak Cabang Ranting untuk Menguatkan Dakwah Muhammadiyah
JAKARTA – Upaya memperkuat Cabang dan Ranting Muhammadiyah kembali mendapatkan perhatian serius melalui pelaksanaan Training of Trainer (ToT) Sekolah Cabang Ranting (SECARA) yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LPCRPM PP Muhammadiyah) di PCM Rawamangun, Jakarta, pada Jumat–Minggu, 22–24 Agustus 2026.
Kegiatan yang diikuti lebih dari 80 peserta dari Cabang dan Ranting unggulan Muhammadiyah, khususnya peraih Juara 1 dan Juara 2 CRM Award, ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus konsolidasi untuk memperkuat gerakan Muhammadiyah hingga akar rumput.

Dalam pembukaan kegiatan, Ketua PP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Rais menegaskan bahwa amanah dakwah Muhammadiyah sejatinya sama di setiap tingkatan organisasi. Baik di tingkat pusat maupun ranting, seluruh unsur Persyarikatan memiliki tanggung jawab yang sama dalam menghadirkan dakwah Islam yang mencerahkan di tengah masyarakat.
“Amanah dari tingkat pusat sampai ranting itu sama,” tegas Dahlan Rais.
Lima Agenda Penguatan Dakwah Muhammadiyah
Menurut Dahlan Rais, terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang perlu menjadi perhatian bersama agar Muhammadiyah semakin berdaya dan berdampak luas.
Pertama, meningkatkan kualitas dakwah sehingga mampu menjawab tantangan zaman dan kebutuhan masyarakat. Kedua, memperluas jangkauan dakwah karena saat ini dakwah Muhammadiyah dinilai belum menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara optimal.
Ketiga, melakukan diversifikasi dakwah dengan mengembangkan berbagai pendekatan, termasuk dakwah berbasis komunitas yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Keempat, memperkuat keterlibatan generasi muda agar estafet kepemimpinan dan gerakan Persyarikatan terus berjalan. Kelima, menjalankan dakwah berdasarkan skala prioritas sehingga program yang dijalankan lebih efektif dan tepat sasaran.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan Muhammadiyah tidak hanya ditentukan oleh besarnya amal usaha yang dimiliki, tetapi juga oleh kekuatan Cabang dan Ranting dalam menggerakkan dakwah di lingkungan masing-masing.
Masjid dan Administrasi Menjadi Pilar Penguatan Organisasi
Selain membahas strategi dakwah, Dahlan Rais juga menyoroti pentingnya penguatan peran masjid sebagai pusat gerakan Muhammadiyah. Ia mengingatkan bahwa keberadaan LPCRPM lahir salah satunya untuk menghidupkan kembali keterikatan warga Muhammadiyah dengan masjid.
Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan jamaah, pengembangan kader, dan pemberdayaan masyarakat. Karena itu, penguatan Cabang dan Ranting tidak dapat dipisahkan dari upaya memakmurkan masjid.
Di sisi lain, ia juga mengingatkan pentingnya tertib administrasi dalam menjalankan organisasi. Salah satu kekuatan Muhammadiyah selama lebih dari satu abad adalah kemampuannya mengelola organisasi secara sistematis melalui perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan yang baik.
SECARA untuk Melahirkan Cabang Ranting Unggulan
Ketua LPCRPM PP Muhammadiyah Jamaludin Ahmad menjelaskan bahwa SECARA merupakan program strategis untuk menghidupkan kembali Cabang dan Ranting yang belum aktif, melakukan revitalisasi, sekaligus meningkatkan kualitas dan kuantitas Cabang Ranting Muhammadiyah.
Menurutnya, Cabang dan Ranting yang telah berkembang perlu menjadi motor penggerak bagi Cabang dan Ranting lainnya.
“Yang sudah unggul membuat yang lain unggul, sehingga semakin unggul,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa semangat bermuhammadiyah harus dibangun dengan suasana yang menggembirakan dan memudahkan.
“Prinsipnya bermuhammadiyah itu bergembira dan dimudahkan, jangan mempersulit,” tambahnya.
Semangat inilah yang menjadi ruh dari pelaksanaan SECARA, yakni menghadirkan kader-kader penggerak yang mampu mendampingi, membina, dan mengembangkan Cabang Ranting di berbagai daerah.
Menyiapkan Penggerak Perubahan dari Akar Rumput
Dukungan terhadap kegiatan ini juga disampaikan oleh Ketua PWM DKI Jakarta Akhmad Abu Bakar. Sementara itu, Ketua PCM Rawamangun Weli Sakti Pasaribu menyatakan kesiapan PCM Rawamangun untuk terus berbenah dan berkontribusi dalam pengembangan Persyarikatan.
“Rawamangun siap ketika dibutuhkan kapan pun. Setelah CRM Palembang, Rawamangun terus berbenah ke dalam dan keluar,” ungkapnya.
Pelaksanaan ToT SECARA menjadi langkah strategis dalam mempercepat lahirnya Cabang Ranting dan masjid unggulan sebagai percontohan nasional. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan para penggerak yang siap mendampingi pertumbuhan Cabang dan Ranting Muhammadiyah di berbagai wilayah.
Dengan semakin banyaknya kader yang memiliki kemampuan pendampingan dan pengembangan organisasi, cita-cita menjadikan Cabang dan Ranting sebagai pusat dakwah yang hidup, maju, dan berkemajuan akan semakin mudah diwujudkan.
