
Ajak Siswa Belajar Lintas Negara dan Perluas Wawasan Internasional
KOTAGEDE – Siswa SD Muhammadiyah Purbayan (Muyanta), Kotagede, yakni Atharizz Fairel Dzakwan Maulana telah selesai mengikuti program Student Exchange ke Singapura dan Malaysia pada 4-8 Februari 2026.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama antarbangsa, yakni dengan Sekolah Kebangsaan Medini, Johor, Malaysia. Proses penandatanganan dan serah terima nota kesepahaman (MoU) telah dilakukan sekolah pada 5 Februari 2026.
Bentuk kegiatan meliputi pembelajaran di dalam kelas serta kompetisi Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Tujuannya untuk memperkuat wawasan global peserta didik.
Guru pendamping siswa, Bella Utami Dewi menjelaskan bahwa Student Exchange bukanlah program baru. Program tersebut sudah dilaksanakan pada tahun 2023 dan 2024, serta kembali diadakan pada 2026. Sebagai upaya mewujudkan visi Muyata, yakni berwawasan global.
“Program ini memberikan pengalaman internasional langsung kepada siswa. Sekolah ingin memupuk growth mindset, mengasah kemampuan berbahasa Inggris, kemandirian, tanggung jawab, kolaborasi dan kepercayaan diri dalam berinteraksi lintas budaya,” jelasnya.
Bella menyebut, program ini tidak ada seleksi khusus dan terbuka bagi siswa-siswi yang berminat. Namun, sekolah membatasinya untuk siswa kelas 4, 5 dan 6. “Sebab siswa kelas 1 – 3 masih terlalu kecil untuk perjalanan ke luar negeri tanpa orang tua,” terangnya.
Terkait persiapan, pihak sekolah melakukan sosialisasi kepada wali murid, agar wali murid dan peserta didik bisa menyiapkan diri secara mental, menjaga kesehatan dan mempelajari informasi dasar mengenai negara tujuan.
“Selain itu, kami juga memberikan pembekalan budaya dan etika internasional, pengarahan pembuatan dan penggunaan paspor, tata tertib dan keamanan selama berada di luar negeri,” imbuhnya.
Selama pelaksanaan Student Exchange, Fairel mengikuti berbagai kegiatan akademik dan nonakademik. Mulai dari observasi proses pembelajaran, performance siswa Indonesia menampilkan budaya Indonesia berupa tarian daerah dan city tour.
“Harapannya, siswa menjadi lebih terbuka terhadap perbedaan, memiliki motivasi belajar lebih tinggi, mampu membawa pengalaman tersebut untuk menginspirasi teman-temannya di sekolah,” tandasnya. (guf)
