
Batuk dan demam menjadi salah satu keluhan yang cukup sering membuat orang tua khawatir ketika dialami anak. Apalagi ketika batuk berlangsung berulang, suhu tubuh meningkat, anak menjadi lebih rewel, atau mulai kehilangan selera makan.
Dalam kondisi seperti ini, orang tua tentu ingin memberikan penanganan terbaik. Namun, tidak setiap batuk dan demam membutuhkan obat tertentu. Yang tidak kalah penting adalah mengenali kondisi anak dan mengetahui kapan keluhan tersebut masih dapat dipantau di rumah serta kapan perlu diperiksakan kepada tenaga kesehatan.
Batuk dan Demam Tidak Selalu Berarti Penyakit Serius
Batuk sebenarnya merupakan respons alami tubuh untuk membersihkan saluran pernapasan dari lendir, debu, atau benda asing. Penyebab batuk pada anak juga beragam, mulai dari infeksi saluran pernapasan, alergi, asma, hingga penyebab lainnya.
Demam juga merupakan salah satu tanda bahwa tubuh sedang merespons suatu kondisi, termasuk infeksi.
Karena penyebabnya beragam, orang tua sebaiknya tidak terburu-buru menyimpulkan penyakit hanya berdasarkan batuk atau demam. Kondisi anak perlu dilihat secara menyeluruh, termasuk lama keluhan, aktivitas anak, pola makan dan minum, serta ada tidaknya gangguan pernapasan.
Kapan Batuk dan Demam pada Anak Perlu Diwaspadai?
Tidak semua anak yang batuk dan demam harus segera dibawa ke rumah sakit. Namun, ada beberapa tanda yang sebaiknya tidak diabaikan.
Orang tua perlu segera mencari pertolongan medis apabila anak mengalami:
1. Sesak atau kesulitan bernapas
Perhatikan apakah anak tampak kesulitan mengambil napas, bernapas lebih cepat dari biasanya, atau bagian dada tampak tertarik ke dalam saat bernapas.
2. Anak terlihat sangat lemas
Anak yang biasanya aktif tetapi kemudian tampak sangat lemas, mengantuk terus-menerus, atau sulit dibangunkan perlu mendapatkan perhatian medis.
3. Tidak mau makan dan minum
Ketika sakit, anak membutuhkan cukup cairan. Bila anak sulit minum atau sama sekali tidak mau makan dan minum, orang tua perlu mewaspadai risiko kekurangan cairan.
4. Bibir atau wajah tampak kebiruan
Perubahan warna menjadi kebiruan, terutama bila disertai gangguan pernapasan, merupakan tanda yang membutuhkan pertolongan medis segera.
5. Demam tinggi atau berlangsung terus
Demam yang tinggi dan tidak membaik, terutama bila disertai kondisi anak yang semakin memburuk, sebaiknya diperiksakan. Kementerian Kesehatan juga menyarankan segera mencari pertolongan medis bila demam tinggi tidak turun lebih dari tiga hari.
6. Anak mengalami muntah berulang atau kondisi semakin memburuk
Muntah berulang dapat membuat anak kehilangan cairan. Terlebih bila anak juga tidak mau minum atau terlihat semakin lemas.
Kementerian Kesehatan menyebut sesak, napas cepat, demam tinggi, lemas, bibir kebiruan, mengantuk, muntah berulang, serta tidak mau makan dan minum sebagai kondisi yang perlu segera mendapatkan perhatian tenaga kesehatan.
Jangan Sembarangan Memberikan Obat
Ketika anak sakit, orang tua tentu ingin melihat buah hati segera pulih. Tidak jarang muncul keinginan untuk memberikan obat yang pernah digunakan sebelumnya atau membeli obat sendiri.
Namun, pemberian obat kepada anak perlu dilakukan secara hati-hati.
Termasuk dalam hal penggunaan antibiotik.
Antibiotik digunakan untuk menangani infeksi bakteri tertentu dan bukan untuk mengatasi semua jenis batuk atau pilek. Sebagian besar selesma disebabkan oleh virus sehingga tidak memerlukan antibiotik. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat justru dapat menjadi masalah tersendiri.
Karena itu, sebaiknya orang tua tidak memberikan antibiotik kepada anak tanpa pemeriksaan dan anjuran tenaga kesehatan.
Apa yang Bisa Dilakukan di Rumah?
Jika kondisi anak masih cukup baik dan tidak menunjukkan tanda bahaya, orang tua dapat melakukan beberapa langkah sederhana sambil memantau perkembangannya.
Pastikan anak mendapatkan cukup cairan dan tetap memperoleh makanan sesuai kemampuannya. Berikan kesempatan anak untuk beristirahat dan pantau suhu tubuh secara berkala.
Orang tua juga perlu memperhatikan perubahan kondisi anak dari waktu ke waktu. Bukan hanya melihat angka pada termometer, tetapi juga memperhatikan apakah anak masih aktif, masih mau minum, masih mau makan, serta bernapas dengan normal.
Jika kondisi justru memburuk atau muncul tanda bahaya, jangan menunda untuk mencari pertolongan medis.
Kapan Sebaiknya Anak Diperiksakan ke Dokter?
Pada akhirnya, orang tua adalah pihak yang paling mengenal kebiasaan dan kondisi anak sehari-hari.
Ketika anak terlihat berbeda dari biasanya, batuk dan demam tidak kunjung membaik, atau orang tua merasa khawatir dengan kondisi yang dialami, pemeriksaan oleh tenaga kesehatan dapat membantu mengetahui penyebab keluhan dan menentukan penanganan yang sesuai.
Pemeriksaan menjadi semakin penting ketika muncul sesak, napas cepat, anak sangat lemas, sulit dibangunkan, tidak mau minum, mengalami muntah berulang, atau terdapat tanda lain yang menunjukkan kondisi anak semakin memburuk.
PKU Kotagede, Pilihan Layanan Kesehatan bagi Keluarga
Bagi masyarakat Kotagede dan sekitarnya, keberadaan fasilitas pelayanan kesehatan menjadi bagian penting dalam membantu keluarga mendapatkan pemeriksaan ketika anak mengalami gangguan kesehatan.
PKU Kotagede menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang dapat menjadi pilihan masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan. Orang tua dapat mencari informasi lebih lanjut mengenai layanan dan informasi kesehatan yang tersedia melalui kanal resmi PKU Kotagede.
Dengan mengenali tanda-tanda yang perlu diwaspadai, orang tua tidak perlu panik setiap kali anak mengalami batuk dan demam. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan agar kondisi yang membutuhkan pemeriksaan dapat ditangani lebih cepat.
