
Ber-Muhammadiyah Bukan Sekadar Menjadi Anggota
Menjadi bagian dari Muhammadiyah dan โAisyiyah adalah sebuah pilihan yang patut disyukuri. Sebab, melalui persyarikatan ini kita tidak hanya belajar memahami ajaran Islam, tetapi juga diajak untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari dan menghadirkan manfaat bagi sesama.
Karena itu, jangan tanggung-tanggung dalam ber-Muhammadiyah.
Jangan hanya hadir ketika ada kegiatan. Jangan hanya menjadi anggota di atas kertas. Sebab, ketika kita memutuskan untuk ber-Muhammadiyah, sesungguhnya kita sedang memilih sebuah jalan untuk belajar, beramal, berjuang, dan memberikan manfaat.
Allah SWT berfirman:
ููฐูุงููููููุง ุงูููุฐููููู ุงูฐู ููููููุง ุงููู ุชูููุตูุฑููุง ุงููููฐูู ููููุตูุฑูููู ู ููููุซูุจููุชู ุงูููุฏูุงู ูููู ู
โWahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.โ
QS. Muhammad/47: 7
Ayat ini mengingatkan bahwa perjuangan di jalan Allah bukanlah sesuatu yang sia-sia. Ketika kita berusaha menolong agama Allah melalui amal kebaikan, dakwah, pendidikan, pelayanan sosial, dan berbagai kegiatan yang bermanfaat, ada janji pertolongan dari Allah.
Muhammadiyah sebagai Jalan Mendekat kepada Allah
Ber-Muhammadiyah seharusnya tidak berhenti pada aktivitas organisasi. Lebih jauh dari itu, Muhammadiyah dapat menjadi wasilah, jalan yang mengantarkan kita untuk semakin dekat kepada Allah.
Allah SWT berfirman:
ููฐูุงููููููุง ุงูููุฐููููู ุงูฐู ููููุง ุงุชูููููุง ุงููููฐูู ููุงุจูุชูุบููููุง ุงููููููู ุงููููุณูููููุฉู ููุฌูุงููุฏูููุง ูููู ุณูุจููููููู ููุนููููููู ู ุชูููููุญููููู
โWahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah (jalan) untuk mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah (berjuanglah) di jalan-Nya, agar kamu beruntung.โ
QS. Al-Mฤ-idah/5: 35
Dari ayat tersebut setidaknya ada tiga hal penting yang perlu kita renungkan.
Pertama, bertakwa kepada Allah.
Keimanan tidak boleh berhenti pada apa yang sudah kita miliki hari ini. Iman perlu terus diperbaiki dan ditingkatkan. Jangan merasa cukup dengan kondisi keimanan kita sekarang.
Kedua, mencari jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Alhamdulillah, ber-Muhammadiyah dapat menjadi salah satu jalan tersebut. Melalui pengajian, pendidikan, pelayanan sosial, dakwah, kegiatan kemasyarakatan, maupun aktivitas persyarikatan lainnya, kita memiliki banyak kesempatan untuk belajar dan beramal.
Ketiga, berjuang di jalan yang telah kita pilih.
Kalau sudah menemukan jalan kebaikan, maka jangan berhenti di tengah jalan. Teruslah melangkah dan berbuat.
Jangan Hanya Menjadi Anggota, tetapi Jadilah Bagian dari Perjuangan
Ber-Muhammadiyah sejatinya adalah menghadirkan kebaikan dalam kehidupan.
Kebaikan itu bisa berupa ilmu yang kita bagikan, waktu yang kita luangkan, tenaga yang kita berikan, harta yang kita sedekahkan, maupun perhatian yang kita berikan kepada orang lain.
Di dalam aktivitas Muhammadiyah, kita mengenal semangat kebermanfaatan. Kebaikan tidak hanya dilakukan sekali, tetapi diusahakan agar terus bertambah.
Barokah sering dimaknai sebagai ziyadatul khair, bertambahnya kebaikan. Artinya, semakin banyak kebaikan yang lahir, semakin beragam manfaat yang diberikan, dan semakin berkelanjutan amal yang dilakukan.
Karena itu, jangan merasa kecil ketika hanya mampu melakukan sesuatu yang sederhana.
Mungkin kita hanya membantu menyiapkan kegiatan. Mungkin hanya datang menghadiri pengajian. Mungkin hanya menyumbangkan tenaga. Mungkin hanya membantu seorang warga yang membutuhkan.
Tetapi dari hal-hal kecil itulah sebuah gerakan besar dapat terus hidup.
Berjuang dengan Syukur dan Sabar
Perjalanan dalam ber-Muhammadiyah tentu tidak selalu mudah. Ada kegiatan yang berjalan lancar, ada pula yang penuh tantangan. Ada saat ketika perjuangan mendapatkan apresiasi, tetapi ada pula ketika apa yang kita lakukan tidak banyak diketahui orang.
Di sinilah pentingnya menjadi pribadi yang memiliki syukur dan sabar.
Rasulullah SAW bersabda:
ุนูุฌูุจูุง ูุฃูู ูุฑู ุงููู ูุคูู ููู ุฅูููู ุฃูู ูุฑููู ููููููู ุฎูููุฑู ููููููุณู ุฐูุงูู ูุฃูุญูุฏู ุฅููุงูู ููููู ูุคูู ููู ุฅููู ุฃูุตูุงุจูุชููู ุณูุฑููุงุกู ุดูููุฑู ููููุงูู ุฎูููุฑูุง ูููู ููุฅููู ุฃูุตูุงุจูุชููู ุถูุฑููุงุกู ุตูุจูุฑู ููููุงูู ุฎูููุฑูุง ูููู
โSungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruh urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.โ
HR. Muslim
Maka, menjadi seorang mukmin berarti belajar untuk selalu melihat kehidupan dengan sikap yang baik.
Ketika mendapatkan kemudahan, bersyukur.
Ketika menghadapi kesulitan, bersabar.
Ketika diberi kesempatan untuk berbuat, segera beramal.
Syukur tak bertepi, sabar tanpa tapi.
Begitulah semestinya semangat seorang kader dan warga Muhammadiyah dalam menjalani perjuangan.
Menghidupkan Sifat-Sifat Muhammadiyah
Ber-Muhammadiyah juga berarti berusaha menghidupkan nilai-nilai yang telah menjadi karakter persyarikatan.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat terus belajar menjadi pribadi yang:
- Beramal dan berjuang untuk perdamaian dan kesejahteraan.
- Memperbanyak kawan dan mengamalkan ukhuwah Islamiyah.
- Lapang dada dan luas pandangan dengan tetap memegang teguh ajaran Islam.
- Memiliki kepedulian dalam kehidupan keagamaan dan kemasyarakatan.
- Mengindahkan hukum, undang-undang, peraturan, serta dasar dan falsafah negara yang sah.
- Melaksanakan amar maโruf nahi munkar dalam berbagai bidang kehidupan serta menjadi contoh dan teladan yang baik.
- Aktif dalam perkembangan masyarakat untuk melakukan ishlah dan pembangunan sesuai dengan ajaran Islam.
- Bekerja sama dengan berbagai golongan Islam dalam usaha menyiarkan dan mengamalkan agama Islam serta membela kepentingannya.
- Membantu pemerintah dan bekerja sama dengan berbagai pihak dalam memelihara serta membangun negara untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur yang diridai Allah SWT.
- Bersikap adil dan korektif, baik ke dalam maupun ke luar, dengan tetap mengedepankan kebijaksanaan.
Sepuluh sifat tersebut bukan sekadar daftar yang dihafalkan. Lebih penting dari itu adalah bagaimana nilai-nilai tersebut hadir dalam kehidupan kita.
Sebab, ukuran keberhasilan ber-Muhammadiyah bukan hanya seberapa lama kita menjadi anggota, tetapi juga seberapa banyak kebaikan yang dapat kita hadirkan.
Jangan Tanggung-Tanggung dalam Ber-Muhammadiyah
Pada akhirnya, ber-Muhammadiyah bukan sekadar tentang organisasi.
Ada nilai ibadah di dalamnya. Ada kesempatan belajar. Ada ruang untuk beramal. Ada persaudaraan. Ada pelayanan kepada masyarakat. Dan ada perjuangan untuk menghadirkan Islam yang membawa kemajuan dan kemaslahatan.
Maka, ketika sudah memilih jalan ini, mari menjalaninya dengan sungguh-sungguh.
Jangan tanggung-tanggung dalam belajar.
Jangan tanggung-tanggung dalam beramal.
Jangan tanggung-tanggung dalam melayani.
Jangan tanggung-tanggung dalam berdakwah.
Dan jangan tanggung-tanggung dalam memberikan manfaat.
Semoga Muhammadiyah dan โAisyiyah tidak hanya menjadi tempat kita berorganisasi, tetapi menjadi wasilah untuk semakin dekat kepada Allah SWT, sekaligus menjadi jalan bagi kita untuk terus menghadirkan kebaikan bagi umat dan masyarakat.
Karena ber-Muhammadiyah bukan sekadar menjadi bagian dari sebuah organisasi. Ber-Muhammadiyah adalah tentang bagaimana kita mengisi kehidupan dengan amal, perjuangan, dan kebermanfaatan. (Ibnu Arsjad el-Quthaghidiy)
Pengajian PCM Kotagede
24 Shafar 1448 HGT/7 Agustus 2026
Bersama:
Ustadz Aris Madani, S.Pd.I., M.S.I.
(Ketua PDM Kota Jogja)
