
PRM Basen Masuk 8 Besar Ranting Unggul DIY, Bukti Dakwah dan Kerja Bersama
KOTAGEDE — Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Basen menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Cabang Ranting Masjid (CRM) Award 2026. PRM Basen berhasil masuk dalam delapan besar Ranting Unggul tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), sekaligus menjadi salah satu wakil Muhammadiyah Kota Yogyakarta yang mampu melangkah hingga tahap penilaian tingkat wilayah.
Capaian ini menjadi sejarah tersendiri bagi PRM Basen. Dari 134 Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) yang berada di lingkungan Muhammadiyah Kota Yogyakarta, PRM Basen berhasil terpilih untuk mengikuti proses penilaian Ranting Unggul tingkat wilayah.
Prestasi tersebut tidak diraih secara instan. Berbagai persiapan telah dilakukan melalui sinergi antara PRM Basen dan Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Basen. Sejak ditetapkan sebagai salah satu ranting unggul hingga pelaksanaan visitasi oleh Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Pembinaan Masjid (LPCR-PM) PWM DIY beberapa waktu lalu, seluruh unsur pimpinan dan masyarakat turut memberikan dukungan.
Meski pada penilaian tingkat wilayah PRM Basen belum berhasil menempati posisi tiga besar, keberhasilan masuk delapan besar merupakan pencapaian yang patut disyukuri. Terlebih, capaian tersebut menunjukkan bahwa gerak dakwah dan pengembangan organisasi di Ranting Basen telah mendapatkan perhatian dan pengakuan di tingkat yang lebih luas.
Ketua PRM Basen, Aris Munandar, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan karena hasil CRM Award 2026 belum sesuai dengan harapan bersama.
Namun demikian, Aris menegaskan bahwa penghargaan bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan sebuah gerakan dakwah. Menurutnya, hal yang jauh lebih penting adalah bagaimana Muhammadiyah Basen terus tumbuh, bergerak, memberikan manfaat, dan menghadirkan kemaslahatan bagi umat.
Ia mengajak seluruh pimpinan Muhammadiyah, ‘Aisyiyah, serta masyarakat yang selama ini telah memberikan dukungan untuk menjadikan hasil tersebut sebagai bahan introspeksi sekaligus motivasi untuk terus berbenah.
“Jangan berkecil hati, jangan saling menyalahkan, dan jangan berhenti berjuang. Saat ini mungkin kita belum menjadi yang terbaik dalam penilaian, tetapi kita harus tetap berusaha menjadi yang terbaik dalam pengabdian,” ungkap Aris.
Ia berharap seluruh proses yang telah dilalui menjadi pengalaman berharga untuk memperkuat gerakan dakwah PRM Basen ke depan. Aris juga memohon agar Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan dan keikhlasan kepada seluruh pihak dalam melanjutkan perjuangan.
Dukungan dan semangat juga disampaikan salah satu pimpinan ‘Aisyiyah Basen, Umi. Menurutnya, keberhasilan masuk delapan besar Ranting Unggul tingkat DIY merupakan prestasi tersendiri. PRM Basen telah menunjukkan diri sebagai salah satu ranting terbaik yang mewakili Muhammadiyah Kota Yogyakarta.
Ia menilai gerak langkah dakwah PRM Basen selama ini telah terlihat dan mendapatkan pengakuan dari berbagai pihak. Karena itu, seluruh pimpinan tidak perlu berkecil hati dan harus tetap menjaga semangat untuk terus berkembang.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PRA Basen, Atik Amanati, mengungkapkan rasa bangga atas kerja keras PRM Basen. Ia mengapresiasi seluruh pimpinan yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk membawa nama baik Ranting Basen hingga ke tingkat wilayah.
“CRM Award hanyalah sebuah penilaian, tetapi kerja nyata PRM Basen sudah kami rasakan,” ujarnya.
Atik juga menegaskan bahwa PRA Basen akan terus memberikan dukungan dan berjalan bersama PRM Basen dalam setiap gerak dakwah dan kegiatan organisasi.
“Tidak perlu berkecil hati, tetap semangat. Kami ibu-ibu PRA Basen selalu berada di belakang, di samping, dan bersama PRM Basen. Kita satu keluarga, susah senang bersama. Mari kita jadikan hasil ini sebagai penyemangat, bukan sebagai beban. Insyaallah ke depan kita berbenah bersama dan menghadirkan Ranting Basen yang lebih baik,” tambahnya.
Keberhasilan sebuah gerakan dakwah bukanlah hasil kerja satu atau dua orang, melainkan buah dari kebersamaan, kolaborasi, dan keikhlasan seluruh unsur yang terlibat. Demikian pula capaian PRM Basen yang berhasil menembus delapan besar Ranting Unggul tingkat DIY.
Masuk delapan besar bukanlah sebuah kegagalan. Sebaliknya, capaian tersebut merupakan prestasi luar biasa karena PRM Basen telah mampu bersaing dengan ratusan ranting Muhammadiyah lainnya di DIY.
Penghargaan boleh saja belum diraih, tetapi semangat pengabdian tidak boleh berhenti. PRM Basen telah membuktikan bahwa dakwah dapat tumbuh melalui kerja bersama, sinergi, dan kepedulian terhadap umat. (Umih)
