
YOGYAKARTA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Alternatif Unit II.A.2 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menginisiasi program Digitalisasi UMKM di Kelurahan Prenggan, Kemantren Kotagede, Kota Yogyakarta. Program yang berlangsung selama Mei hingga Juli 2026 ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kemampuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usahanya.
Kegiatan tersebut diikuti oleh puluhan pelaku UMKM dan warga setempat yang antusias mempelajari berbagai strategi pemasaran digital. Selama ini, sebagian besar pelaku usaha di Prenggan masih mengandalkan metode pemasaran konvensional, seperti promosi dari mulut ke mulut maupun penjualan langsung di pasar tradisional.
Padahal, Kelurahan Prenggan memiliki beragam produk unggulan lokal yang berpotensi menjangkau pasar yang lebih luas apabila dipasarkan melalui platform digital. Melihat potensi tersebut, mahasiswa KKN UAD menghadirkan pelatihan dan pendampingan yang dirancang sesuai kebutuhan pelaku usaha.
Melalui pendekatan berbasis komunitas, peserta memperoleh materi mulai dari teknik fotografi produk menggunakan pencahayaan yang tepat, penyusunan copywriting yang menarik, strategi promosi di media sosial, hingga praktik membuka toko di berbagai platform e-commerce.
Tak hanya itu, para peserta juga mendapatkan pendampingan dalam menyusun katalog produk digital dan membuat Google Business Profile agar lokasi usaha mereka mudah ditemukan melalui Google Search maupun Google Maps. Kehadiran profil bisnis digital ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperluas jangkauan pemasaran UMKM di Prenggan.
Perwakilan KKN Alternatif Unit II.A.2 UAD menjelaskan bahwa program Digitalisasi UMKM tidak hanya berfokus pada penggunaan teknologi, tetapi juga membangun pemahaman pelaku usaha mengenai pentingnya identitas digital sebagai bagian dari pengembangan bisnis.
“Kami berharap pendampingan ini dapat membantu UMKM di Prenggan naik kelas, memperluas jaringan pemasaran, serta meningkatkan daya saing produk lokal hingga menjangkau konsumen di luar daerah,” ungkap perwakilan mahasiswa KKN.
Melalui rangkaian pelatihan tersebut, para pelaku UMKM kini mulai memanfaatkan berbagai platform digital secara mandiri sebagai sarana promosi dan penjualan produk. Diharapkan, program ini mampu memberikan dampak jangka panjang dalam meningkatkan produktivitas usaha, memperluas akses pasar, sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat di kawasan Kotagede.
sumber : newsuad
