Remaja Putri ‘Aisyiyah Basen Dibekali Public Speaking untuk Cetak Kader Inspiratif

Bagikan

KOTAGEDE – Pimpinan Ranting (PRA) ‘Aisyiyah Basen melalui Majelis Pembinaan Kader terus berkomitmen menyiapkan kader muda yang percaya diri dan berdaya saing. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pelatihan public speaking yang digelar pada Senin (13/7/2026) di Aula Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Kotagede.

- Advertisement -

Kegiatan bertajuk “Suara Perempuan, Inspirasi Perubahan” ini diikuti oleh calon kader dan remaja putri ‘Aisyiyah Basen. Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Pimpinan Cabang Nasyiatul ‘Aisyiyah (PCNA) Kotagede serta pengurus Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah.

Upaya Mempersiapkan Terbentuknya PRNA Basen

Artikel Lainnya
1 of 118

Sebelumnya, Majelis Pembinaan Kader PRA Basen telah menginisiasi sejumlah pertemuan bersama remaja putri di wilayah Basen. Dari pertemuan-pertemuan tersebut mulai terlihat antusiasme peserta untuk membangun wadah pembinaan yang berkelanjutan sebagai cikal bakal terbentuknya Pimpinan Ranting Nasyiatul ‘Aisyiyah (PRNA) Basen.

Ketua PRA Basen, Atik Amanati, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari proses kaderisasi agar para remaja putri memiliki bekal kepemimpinan dan kemampuan berkomunikasi.

“Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan hingga selesai dan menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai bekal dalam pembentukan PRNA Basen sekaligus menambah wawasan bagi para pimpinan,” ungkap Atik dalam sambutannya.

Public Speaking Menjadi Bekal Kepemimpinan Perempuan

Materi disampaikan oleh Eka Anisa Sri, perwakilan dari Pimpinan Wilayah Nasyiatul ‘Aisyiyah (PWNA) Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam paparannya, Eka menegaskan bahwa kemampuan berbicara di depan umum merupakan salah satu keterampilan penting bagi perempuan untuk menyampaikan gagasan sekaligus menginspirasi perubahan.

Baca Juga :   Pimpinan Pusat Tapak Suci Resmi Bangun Padepokan

Menurutnya, seorang perempuan dapat menjadi inspirasi melalui kemampuan berkomunikasi yang baik, baik saat menjadi pembawa acara (MC), moderator, narasumber, maupun pemimpin organisasi.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Eka mengajak peserta berdiskusi mengenai pentingnya public speaking. Sebagian besar peserta mengakui bahwa kemampuan berbicara di depan umum sangat dibutuhkan, namun masih banyak yang merasa kurang percaya diri karena takut salah, gugup, atau khawatir mendapat penilaian negatif.

Tips Tampil Percaya Diri di Depan Publik

Dalam sesi pelatihan, Eka membagikan berbagai tips agar mampu tampil percaya diri saat berbicara di depan audiens. Ia menjelaskan bahwa komunikasi tidak hanya ditentukan oleh kata-kata, tetapi juga oleh bahasa tubuh.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Berdiri dengan postur yang percaya diri.
  • Menampilkan ekspresi wajah yang ramah dan penuh senyum.
  • Menggunakan gerakan tangan secara alami.
  • Menjaga kontak mata dengan audiens.
  • Mengatur intonasi, volume suara, dan kejelasan pengucapan.

Sebaliknya, Eka mengingatkan peserta untuk menghindari kebiasaan yang dapat mengurangi kualitas penyampaian, seperti terus menunduk, menyilangkan tangan, memainkan benda di tangan, atau bergerak tanpa tujuan saat berbicara.

Ia juga menekankan pentingnya mempersiapkan materi dengan baik, memahami pesan yang ingin disampaikan, serta mampu membangun interaksi sehingga suasana menjadi hidup dan menarik.

Latihan Langsung Meningkatkan Keberanian Peserta

Tidak hanya menyampaikan teori, Eka juga mengajak peserta mempraktikkan kemampuan berbicara secara langsung. Beberapa peserta diminta memperkenalkan diri, menyampaikan alasan mengikuti kegiatan, hingga mengutarakan pendapat secara spontan.

Melalui praktik tersebut, peserta belajar mengurangi rasa gugup, melatih keberanian, serta meningkatkan kemampuan menyusun ide secara cepat ketika berbicara di depan umum.

Menutup sesi pelatihan, Eka memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar terus mengembangkan kemampuan komunikasi sebagai bekal dalam berkarya dan berdakwah.

Baca Juga :   Kalahkan Prenggan di Final, Singosaren Raih Trofi Kotagede Cup 2024

“Orang yang mampu berbicara dengan baik memiliki kesempatan lebih besar untuk mewujudkan ide menjadi karya nyata. Suaramu adalah kekuatan. Gunakan untuk menyampaikan kebaikan, menginspirasi perubahan, dan menghadirkan karya nyata,” pesannya.

Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya kader-kader muda ‘Aisyiyah Basen yang berani tampil, percaya diri, serta siap berkontribusi bagi masyarakat melalui terbentuknya PRNA Basen di masa mendatang.


Bagikan

Leave a Reply