PCA Kotagede Petakan Keunggulan Cabang dalam Focus Group Discussion Menuju Cabang Unggul

Bagikan

YOGYAKARTA – Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Kotagede mengikuti Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Daerah Istimewa Yogyakarta pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan dalam proses menuju Cabang Unggul sekaligus momentum bagi PCA Kotagede untuk memetakan dan memperkuat program unggulannya.

- Advertisement -

PCA Kotagede menjadi salah satu dari lima cabang ‘Aisyiyah se-Kota Yogyakarta yang terpilih untuk melanjutkan proses penilaian ke tingkat wilayah setelah mengikuti asesmen yang dilaksanakan PWA DIY.

Sebagai tindak lanjut, PCA Kotagede mengirimkan tiga peserta untuk mengikuti bimbingan teknis. Dalam kegiatan tersebut, peserta menyusun rencana tindak lanjut yang kemudian diimplementasikan selama dua hingga tiga bulan dengan pendampingan dari Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Yogyakarta.

Artikel Lainnya
1 of 140

Pendampingan dilakukan untuk memastikan program yang diunggulkan dapat dijalankan sekaligus diperkuat melalui evaluasi dan pengembangan kegiatan di tingkat cabang maupun ranting.

Pada September 2026, PCA Kotagede mulai mematangkan sejumlah program unggulan, di antaranya Festival Makanan Halal yang telah menjadi agenda tahunan selama lima tahun serta program ‘Aisyiyah Culture Education Tourism (ACET). Persiapan dilakukan melalui beberapa kali rapat hingga ditetapkan pelaksanaan Festival Makanan Halal dan sosialisasi ACET pada 17 Oktober 2026.

Pelaksanaan kegiatan tersebut bertepatan dengan agenda FGD yang diselenggarakan PWA DIY. PCA Kotagede pun mengutus dua orang peserta yang sebelumnya telah mengikuti bimbingan teknis.

Baca Juga :   PRM dan PRA Basen Gelar Mangayubagyo Jamaah Haji 1447 H

Petakan Tujuh Aspek Keunggulan Cabang

FGD ini merupakan tahapan keempat dari enam tahapan yang direncanakan PWA DIY dalam proses menuju Cabang Award. Melalui forum tersebut, setiap cabang memperoleh kesempatan untuk memperdalam pemetaan potensi, mengevaluasi hasil asesmen mandiri, serta menentukan bidang yang paling layak ditetapkan sebagai keunggulan cabang.

Dalam diskusi yang didampingi tim PDA Kota Yogyakarta, peserta PCA Kotagede mengisi lembar kerja pemetaan keunggulan cabang. Proses ini mencakup pertanyaan reflektif dan pembahasan tujuh aspek keunggulan cabang dengan merujuk pada hasil asesmen mandiri yang sebelumnya telah disepakati dalam sidang pleno PCA Kotagede.

Hasil pemetaan kemudian menjadi dasar penilaian terhadap empat bidang, yakni ekonomi, kesehatan, sosial keumatan, dan lingkungan hidup. Dari penilaian tersebut, bidang ekonomi dan sosial keumatan menjadi dua bidang yang memiliki nilai berdekatan sehingga diperlukan peninjauan terhadap bukti pendukung masing-masing.

Setelah mempertimbangkan hasil penilaian dan bukti yang dimiliki, PCA Kotagede akhirnya menetapkan bidang ekonomi sebagai keunggulan cabang yang akan dikembangkan dan diperkuat.

Kelompok Wanita Tani dan Festival Makanan Halal Jadi Bukti Keunggulan

Setelah setiap cabang menentukan bidang keunggulannya, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi kelompok yang dipandu tim PWA DIY sesuai bidang masing-masing. PCA Kotagede bergabung dalam kelompok bidang ekonomi bersama cabang lain yang memiliki fokus keunggulan serupa. Diskusi tersebut juga didampingi Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan serta Majelis Hukum dan HAM.

Dalam forum itu, PCA Kotagede memaparkan sejumlah program dan capaian yang menjadi bukti keunggulan bidang ekonomi. Salah satunya adalah keberadaan Kelompok Wanita Tani (KWT) Berkah Lumintu yang pada 2025 berhasil melaju ke tingkat nasional dan meraih juara harapan. Pada 2026, kelompok tersebut kembali menunjukkan kiprahnya melalui keikutsertaan dalam lomba GLHA hingga tingkat nasional.

Baca Juga :   Semangat Dakwah yang Berakar di Cabang, Ranting dan Masjid

Selain pengembangan kelompok perempuan di bidang pertanian, Festival Makanan Halal menjadi bukti lain dari upaya PCA Kotagede dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kegiatan ini menghadirkan produk-produk unggulan dari ranting-ranting ‘Aisyiyah, termasuk produk yang telah memiliki sertifikat halal, serta pameran produk makanan.

Festival yang berlangsung pada Sabtu pagi hingga siang, 17 Oktober 2026, di halaman Kemantren Kotagede tersebut juga menjadi sarana memperkenalkan layanan persewaan busana. Layanan ini mencakup pakaian adat Jawa atau gagrak serta busana dan kerudung yang terinspirasi dari gaya Nyi Walidah.

Penyelenggaraan kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Kemantren Kotagede dan Tim Penggerak PKK Kemantren. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa program pemberdayaan ekonomi ‘Aisyiyah dapat dikembangkan melalui kerja sama antara organisasi, masyarakat, dan pemerintah setempat.

Melalui proses FGD dan pemetaan keunggulan ini, PCA Kotagede diharapkan semakin mantap dalam menentukan arah pengembangan program. Penguatan bidang ekonomi tidak hanya menjadi bagian dari proses menuju Cabang Unggul, tetapi juga menjadi upaya menghadirkan program pemberdayaan yang memberi manfaat nyata bagi anggota ‘Aisyiyah dan masyarakat. (umih)


Bagikan

Leave a Reply