
Shodaqoh Umroh PRM Basen Berangkatkan Jamaah untuk Keempat Kalinya
KOTAGEDE – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Pimpinan โAisyiyah (PRA) Basen menggelar pengajian jamaah umroh pada Kamis, 27 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Mushola Nurul Farid ini dihadiri masyarakat sekitar, pimpinan dan anggota Muhammadiyah dan โAisyiyah, para donatur shodaqoh umroh, serta jamaah yang sebelumnya telah diberangkatkan melalui program tersebut.
Program shodaqoh umroh yang digagas PRM Basen ini kembali memberangkatkan jamaah pada September 2026. Pemberangkatan kali ini menjadi angkatan keempat, dengan dua orang jamaah yang mendapatkan kesempatan berangkat umroh, yaitu Bapak Parwanto dari Jamaah Al Falah Bumen dan Bapak Fitrianto dari Jamaah Mushola Nurul Farid.
Selain dua jamaah tersebut, terdapat pula satu keluarga dari Jamaah Mushola Nurul Farid yang akan berangkat umroh pada kesempatan yang sama.
Program Shodaqoh Umroh Berjalan Sejak 2024
Ketua PRM Basen, Aris Munandar, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program shodaqoh umroh telah berjalan sekitar dua setengah tahun, dimulai sejak Januari 2024.
Pemberangkatan pada September 2026 ini merupakan kloter keempat sekaligus menjadi jamaah ke-8 yang diberangkatkan melalui pembiayaan shodaqoh umroh.
Menurut Aris, program ini dapat memberangkatkan jamaah secara gratis karena mendapat dukungan dari shodaqoh umroh warga Muhammadiyah Basen. Saat ini, telah terdaftar sebanyak 104 orang dalam program tersebut dan PRM Basen berusaha mengakomodasi jamaah dengan berbagai dinamikanya.
Untuk pemberangkatan kali ini, jamaah menggunakan biro Cahaya Imani dengan fasilitas dan pelayanan yang baik.
Aris juga menyampaikan bahwa pengelolaan keuangan program shodaqoh umroh dilakukan secara tertata. Saat ini, saldo kas shodaqoh umroh masih sekitar Rp5,4 juta.
Menariknya, para donatur program ini tidak hanya berasal dari warga Basen, tetapi juga dari masyarakat di luar Basen.
PCM Kotagede Apresiasi Program Shodaqoh Umroh
Ketua PCM Kotagede, Muhammad Hatta, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap program shodaqoh umroh yang dijalankan PRM Basen.
Hatta menukil sebuah hadits tentang keutamaan mengajak kepada kebaikan. Menurutnya, orang yang mengajak kepada kebaikan akan mendapatkan pahala sebagaimana orang yang mengerjakan kebaikan tersebut.
โYang memberikan shodaqoh, yang mendapat manfaat, dan yang menginisiasi, mendapatkan pahala dari Allah,โ ujar Hatta.
Hatta kemudian menceritakan pengalamannya ketika membaca sebuah berita tentang jamaah dari Aceh yang berangkat haji dan umroh dengan mendapatkan dukungan living cost dari hasil pengelolaan tanah wakaf yang dibangun menjadi hotel di sekitar Masjidil Haram.
Dari inspirasi tersebut, Hatta berharap wakaf yang ada di Basen ke depan juga dapat dikembangkan menjadi hotel atau amal usaha yang mampu memberikan manfaat lebih besar, termasuk membantu living cost jamaah yang akan melaksanakan ibadah haji maupun umroh.
Hatta berharap program shodaqoh umroh yang dijalankan PRM Basen dapat menjadi contoh bagi ranting-ranting Muhammadiyah lainnya untuk mengembangkan program kebaikan dalam bentuk yang berbeda sesuai dengan potensi masing-masing.
Jamaah Sampaikan Terima Kasih kepada Para Donatur
Setelah sambutan Ketua PCM Kotagede, acara dilanjutkan dengan pamitan jamaah umroh yang diwakili oleh Fitrianto.
Anto, sapaan Fitrianto, menyampaikan apresiasi atas adanya program shodaqoh umroh yang menurutnya merupakan program yang sangat luar biasa.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah mendukung keberangkatan jamaah melalui program tersebut.
โSemoga mendapatkan ganti dari Allah dan Allah memberkahi keluarga para donatur,โ ungkapnya.
Atas nama jamaah yang akan berangkat, Anto juga menyampaikan permohonan maaf sekaligus memohon doa restu agar perjalanan ibadah umroh dapat berjalan lancar dan mendapatkan keberkahan.
Ia mengaku tidak pernah menyangka akan mendapatkan kesempatan untuk berangkat umroh melalui program tersebut.
โSaya tidak mengira kalau mendapatkan kesempatan ini. Saya tidak mimpi, tetapi ada rasa ingin bertemu Gunung Uhud,โ ujarnya.
Umroh Adalah Ibadah yang Istimewa
Pengajian dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh Ustadz H. Abdul Hakim, Ketua PRM Trihanggo Utara sekaligus pemilik biro umroh Cahaya Imani.
Abdul Hakim menyampaikan bahwa mendapatkan kepercayaan untuk melayani jamaah umroh merupakan sebuah amanah.
Menurutnya, umroh merupakan ibadah yang istimewa karena jamaah banyak mengisi waktunya dengan ibadah, seperti dzikir, thawaf, saโi, dan tahallul.
Ia juga menyampaikan beberapa keutamaan ibadah umroh, di antaranya sebagai salah satu sebab mendapatkan ampunan Allah dan memiliki keutamaan yang besar bagi orang yang melaksanakannya.
Abdul Hakim juga mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat bersedekah. Menurutnya, ajakan untuk bershodaqoh pada hakikatnya merupakan ajakan untuk melakukan kebaikan dan mendapatkan jalan menuju surga.
โMonggo bagi yang berkenan dapat mengikuti ajakan tersebut,โ tuturnya.
Menjadi Tamu Allah, Perbanyak Ibadah
Lebih lanjut, Abdul Hakim mengingatkan bahwa ibadah umroh membutuhkan perjuangan. Jamaah harus meninggalkan rumah, meluangkan waktu, serta mengeluarkan biaya untuk dapat menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Karena itu, ia berpesan kepada jamaah yang akan berangkat agar benar-benar memanfaatkan perjalanan tersebut untuk beribadah karena Allah.
Menurutnya, orang yang mendapatkan kesempatan melaksanakan ibadah umroh merupakan tamu Allah. Karena itu, jamaah dianjurkan memperbanyak istighfar, thawaf, membaca Al-Qurโan, serta memperbanyak amal ibadah selama berada di Tanah Suci.
Ia juga mendoakan agar seluruh jamaah diberikan kemudahan, kesehatan, keselamatan, serta dapat menjalankan ibadah dengan baik dan memperoleh umroh yang mabrur.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Hakim juga turut memberikan shodaqoh umroh berupa uang saku kepada dua jamaah yang akan berangkat.
Pengajian kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh Ustadz H. Abdul Hakim.
Program shodaqoh umroh PRM Basen menjadi salah satu bentuk nyata semangat berbagi dan gotong royong warga Muhammadiyah. Dari shodaqoh yang dikumpulkan bersama, kesempatan untuk beribadah ke Tanah Suci dapat dirasakan oleh jamaah yang mendapatkan amanah untuk berangkat.
Semoga program ini terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi ranting Muhammadiyah lainnya untuk menghadirkan program-program kebaikan yang memberikan manfaat langsung bagi jamaah dan masyarakat. (umih)
