
Taman Lansia Sahaja ‘Aisyiyah Basen Jadi Lokasi Penelitian Mahasiswa Doktoral Jepang
Kotagede — Taman Lansia Sahaja ‘Aisyiyah Basen menjadi salah satu lokasi penelitian mahasiswa Program Studi Doktoral Sophia University, Jepang. Penelitian ini mengkaji pengalaman keagamaan dan kehidupan perempuan Muslim lanjut usia di Indonesia, termasuk peran ‘Aisyiyah dalam pendidikan, kehidupan keluarga, kesejahteraan sosial, serta kegiatan lansia.
Penelitian tersebut diperkuat dengan surat izin yang dikirimkan kepada Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Kotagede dan Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Basen pada 18 Agustus 2026. Dalam surat tersebut disampaikan bahwa penelitian dilakukan oleh Eiko Shomura untuk kepentingan akademik.
Secara khusus, penelitian ini menelaah peran organisasi perempuan Islam ‘Aisyiyah dalam berbagai bidang kehidupan. Eiko juga ingin memahami hubungan antara sejarah kegiatan ‘Aisyiyah, pendidikan keagamaan, dan pengalaman penuaan perempuan Muslim.
Mengikuti Kegiatan Lansia
Kehadiran pertama Eiko Shomura dalam kegiatan Taman Lansia Sahaja ‘Aisyiyah Basen berlangsung pada Ahad, 13 September 2026, di Aula Masjid Mustaqim. Pada kesempatan tersebut, Eiko mengikuti berbagai kegiatan rekreasi lansia, mulai dari permainan, menyanyi, hingga gerak senam.
Kegiatan sore itu diawali dengan tadarus Al-Qur’an dan menerjemahkan maknanya, sebagaimana kegiatan yang biasa dilakukan. Tadarus dipimpin oleh Ketua Pengelola Taman Lansia Sahaja, Fatichah Khusniati.
Untuk membangun semangat kebersamaan, para lansia kemudian menyanyikan Mars Lansia Bahagia yang dipandu oleh Siti Rahayuningsih. Kegiatan dilanjutkan dengan senam ringan, senam mata, senam otak, serta senam lidah. Para peserta juga bermain dan bernyanyi bersama.
Siti Rahayuningsih menjelaskan, setiap gerakan memiliki manfaat bagi kesehatan. Senam mata dilakukan dengan menggerakkan pandangan mengikuti posisi jari ke arah atas, bawah, samping kanan, dan kiri. Sementara itu, senam otak melatih konsentrasi, sedangkan senam lidah dilakukan sebagai salah satu bentuk stimulasi yang berkaitan dengan kesehatan, termasuk upaya mencegah stroke.
“Senam mata dilakukan dengan melihat jari-jari ke arah atas, bawah, samping kanan dan kiri. Senam otak melatih konsentrasi, sedangkan senam lidah untuk mencegah stroke,” jelas Rahayuningsih.
Belajar dari Kehidupan Lansia

Eiko hadir didampingi Ketua Lembaga Penelitian dan Pengembangan ‘Aisyiyah (LPPA) Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Prof. Syamsiatun. Ia mengikuti kegiatan bersama para lansia, pengurus, pengelola, serta beberapa pimpinan harian ranting.
Suasana semakin hangat ketika seluruh peserta membentuk lingkaran dan bermain sambil menyanyikan lagu-lagu Pramuka masa lalu. Kegiatan yang dipandu oleh Siti Rahayuningsih selaku Ketua Divisi Pendidikan tersebut berlangsung dengan penuh kegembiraan. Para lansia tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan.
Setelah sesi bermain dan bernyanyi, Ketua Pengurus Taman Lansia Sahaja, Mutiah T., menyampaikan sambutan. Ia mengucapkan selamat datang kepada Eiko dan menyampaikan terima kasih karena telah memilih Taman Lansia Sahaja ‘Aisyiyah Basen sebagai lokasi penelitian.
Mutiah juga menyampaikan kesiapan pengurus untuk membantu kebutuhan penelitian yang berkaitan dengan kegiatan para lansia di Taman Lansia Sahaja.
Eiko: Kegiatan Lansia Membawa Kebahagiaan
Dalam kesempatan tersebut, Eiko diminta menyampaikan kesan dan pesan menggunakan bahasa Indonesia. Meski mengaku belum lancar, Eiko mampu menyampaikan sambutannya dengan baik.
Ia mengungkapkan rasa senang karena dapat diterima dan mengikuti kegiatan bersama para lansia di Taman Lansia Sahaja ‘Aisyiyah Basen.
“Saya sangat senang bisa diterima di sini. Saya berasal dari Sophia University Jepang. Saya akan mengadakan penelitian dalam rangka studi doktoral dan meneliti kegiatan perempuan Muslim lansia dalam bidang keagamaan, pendidikan, kesejahteraan, dan kegiatan lainnya,” ujar Eiko.
Eiko juga menyampaikan kesannya terhadap kegiatan yang diikuti. Menurutnya, aktivitas di Taman Lansia Sahaja memberikan manfaat bagi para lansia, baik dari sisi kesehatan, kepercayaan diri, maupun hubungan sosial.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk lansia, dari sisi kesehatan, kepercayaan, dan saling berhubungan dengan orang lain. Dengan kegiatan ini, lansia menjadi lebih bertenaga, merasa senang, bahagia, dan selalu tersenyum,” ungkapnya.
Kunjungan dan penelitian ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan lebih dekat aktivitas Taman Lansia Sahaja ‘Aisyiyah Basen sebagai ruang pembelajaran, penguatan keagamaan, kesehatan, dan kebersamaan bagi perempuan lanjut usia. (umih)
