PRA Basen Salurkan 49 Tangki Air Bersih untuk Warga Rongkop
Gunungkidul โ Kepedulian terhadap warga yang menghadapi kekeringan mendorong Pimpinan Ranting โAisyiyah (PRA) Basen menggalang donasi air bersih. Donasi tersebut dihimpun dari warga โAisyiyah di Basen dan disambut secara sukarela oleh anggota serta simpatisan.
Dalam proses pengumpulan donasi, muncul pula kabar bencana alam gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur, serta sejumlah bencana lain di wilayah Indonesia. Setelah melalui kesepakatan bersama, dana yang terkumpul kemudian dibagi untuk disalurkan ke dua lokasi yang membutuhkan bantuan.
Salah satu penyaluran dilakukan pada Sabtu, 12 September 2026, di Dusun Kemusu, Rongkop, Gunungkidul. PRA Basen bersama anggota dan simpatisan โAisyiyah menyerahkan bantuan air bersih yang diterima di Balai Dusun Kemusu.
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gunungkidul, Lazismu PDM Gunungkidul, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Rongkop, takmir masjid, serta sejumlah ibu-ibu PKK Dusun Kemusu.
Harapan untuk Pipanisasi
Dalam sambutannya, perwakilan PCM Rongkop, Ribut Budianto, menyampaikan bahwa persoalan kekeringan di Dusun Kemusu berulang setiap musim kemarau. Warga bahkan harus membeli air dari wilayah Jawa Tengah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
โDaerah Kemusu ini setiap musim kemarau kondisinya seperti ini, tidak ada air dan harus membeli dari daerah Jawa Tengah,โ ujarnya.
Menurut Ribut, harga air yang dibeli warga berkisar Rp150.000 hingga Rp200.000 per tangki, dengan pasokan antara lain berasal dari wilayah Pracimantoro dan sekitarnya.
Karena itu, ia berharap bantuan pada masa mendatang tidak hanya berupa distribusi air bersih, tetapi juga dapat diarahkan pada pembangunan sarana air yang lebih berkelanjutan, seperti tornisasi atau pipanisasi.
Harapan serupa disampaikan Ketua PRA Basen, Atik Amanati. Ia mengungkapkan rasa syukur karena warga โAisyiyah Basen dapat berbagi dengan masyarakat Dusun Kemusu.
โKami bersyukur dapat berbagi air bersih dan sedikit pakaian pantas pakai. Terima kasih kepada Lazismu PDM Gunungkidul yang sudah menghubungkan kami dengan dusun ini. Semoga apa yang kami bawa dan sampaikan dapat memberi manfaat,โ tutur Atik.
Atik juga berharap silaturahmi antara PRA Basen dan warga Rongkop dapat terus berlanjut melalui kegiatan lain. Ia berharap, pada kesempatan berikutnya, bantuan yang diberikan sudah dapat mendukung terwujudnya pipanisasi.
Sementara itu, Budiharjo, Wakil Ketua PDM Gunungkidul bidang MDMC dan Lazismu, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan. Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan pengajian rutin dilaksanakan setiap Sabtu dan Ahad pagi di wilayah tersebut.
Budiharjo menyebutkan, terdapat 155 masjid binaan Muhammadiyah di wilayah Gunungkidul. Ia berharap kepedulian dan kerja sama semacam ini dapat terus dikembangkan.
โSemua bantuan ini kami terima. Songwalut Rongkop menjadi salah satu tujuan bakti sosial selain Kemusu,โ ungkapnya.
Salurkan 49 Tangki Air Bersih
Dalam kegiatan bakti sosial tersebut, PRA Basen menyalurkan bantuan sebanyak 49 tangki air bersih. Dari jumlah itu, 15 tangki diperuntukkan bagi warga Dusun Kemusu, sedangkan sisanya diserahkan kepada Lazismu untuk didistribusikan ke wilayah Cabang Rongkop lainnya.
Sebagai bagian dari seremonial penyerahan, dua tangki air didatangkan ke Balai Dusun Kemusu. Warga, khususnya para ibu, membawa ember untuk menerima air bersih. Sebagian air juga diisikan ke tandon yang tersedia di lingkungan balai dusun.
Pemandangan tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana bantuan air bersih sangat berarti bagi masyarakat yang menghadapi keterbatasan air selama musim kemarau.
Dari Empati Menjadi Kepedulian Nyata
Salah seorang simpatisan yang turut mengikuti kegiatan, Kissumi Dwi, menyampaikan bahwa bakti sosial tersebut tidak hanya menjadi kegiatan berbagi, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan empati.
โKegiatan bakti sosial ini bagus sekali karena melibatkan rasa. Bagi saya, kegiatan ini melatih sensitivitas dan empati. Secara nyata, saya tahu dan ikut merasakan apa yang dirasakan penduduk,โ ungkapnya.
Tergerak oleh pengalaman tersebut, Kissumi menyatakan keinginannya untuk ikut membantu dengan menyumbangkan satu toren berkapasitas 2.200 liter. Toren tersebut direncanakan ditempatkan di masjid untuk menampung air yang dibeli pada musim kemarau sekaligus menampung air hujan saat musim penghujan.
Kehadiran toren diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air jamaah. Dalam kondisi kekeringan, warga yang hendak melaksanakan salat di masjid bahkan terkadang perlu membawa air sendiri menggunakan ember.
Bagi warga penerima manfaat, bantuan tersebut disambut dengan rasa syukur. Salah seorang warga, yang juga merupakan ibu dukuh, menyampaikan terima kasih karena bantuan air bersih itu sangat membantu kebutuhan masyarakat.
Anggota โAisyiyah Basen yang mengikuti kegiatan juga mengaku terharu setelah melihat secara langsung kondisi kekeringan yang dialami warga Dusun Kemusu. Meski bantuan yang diberikan tidak besar, mereka merasa bahagia dapat berbagi dan menghadirkan kepedulian secara nyata.
Kepedulian rombongan juga diwujudkan dengan mendukung pelaku UMKM setempat. Jajanan yang dijajakan warga dibeli hingga banyak dagangan habis. Bahkan, sebagian peserta tidak lagi mendapatkan barang yang diinginkan karena telah diborong oleh rombongan. Setelah kegiatan bakti sosial, rombongan PRA Basen melanjutkan perjalanan dengan tadabur alam ke Pantai Klothok dan Bukit Dewa Dewi. (Umih)
