
Taman Lansia Sahaja ‘Aisyiyah Basen Terima Kunjungan PDA Ciamis
Kotagede — Pertemuan Taman Lansia Sahaja ‘Aisyiyah Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Basen pada Ahad, 30 Agustus 2026, berlangsung istimewa. Selain diisi kegiatan pemeriksaan kesehatan bagi lansia, pertemuan yang bertempat di Masjid Nurul Iman tersebut juga mendapat kunjungan dari Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Ciamis, Jawa Barat.
Kunjungan ini menjadi kesempatan untuk saling berbagi pengalaman mengenai pengelolaan kelompok lansia. Kehadiran rombongan PDA Ciamis bertepatan dengan kegiatan pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Kotagede, dengan dukungan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Indonesia (UII) yang sedang berkegiatan di Kampung Basen.
Pemeriksaan Kesehatan Menjadi Bagian Kegiatan TLSA
Pemeriksaan kesehatan tersebut merupakan bagian dari kegiatan posyandu lansia dalam program Taman Lansia Sahaja (TLSA). Pelaksanaannya menggunakan beberapa meja pelayanan, sebagaimana kegiatan posyandu lansia pada umumnya.
Peserta memulai pemeriksaan dari meja pendaftaran, kemudian dilanjutkan dengan penimbangan berat badan, pemeriksaan tekanan darah, pengukuran tinggi badan, lingkar perut, hingga konsultasi kesehatan.
Setelah pemeriksaan oleh tim RS PKU Muhammadiyah Kotagede selesai, peserta memasuki ruang aula untuk mengikuti penyuluhan kesehatan dan kegiatan bersama lainnya.
Kegiatan diawali dengan tadarus yang dipimpin oleh Khuzaimah. Selanjutnya, Ketua PRA Basen, Atik Amanati, menyampaikan sambutan selamat datang kepada rombongan PDA Ciamis.
Atik menyampaikan terima kasih atas kunjungan tersebut. Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan TLSA dilaksanakan setiap Ahad sore dengan lokasi yang bergantian di wilayah Ranting Basen.
“Di wilayah Ranting Basen terdapat lima masjid yang menjadi tempat bergantian kegiatan. Saat ini kegiatan dilaksanakan di aula Masjid Nurul Iman,” terang Atik.
Ia menambahkan, peserta TLSA berasal dari tiga RW yang berada di wilayah Ranting Basen. Meskipun lokasi kegiatan bergantian, para lansia tetap menunjukkan semangat untuk hadir dan mengikuti kegiatan.
PDA Ciamis Belajar Pengelolaan Lansia
Rombongan PDA Ciamis kemudian mendapat kesempatan menyampaikan sambutan yang diwakili oleh Nunung selaku kepala rombongan.
Nunung menyampaikan terima kasih atas penerimaan yang baik dari PRA Basen dan pengelola Taman Lansia Sahaja. Ia menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk menimba pengalaman mengenai pengelolaan kelompok lansia.
Menurutnya, kunjungan ke Taman Lansia Sahaja merupakan salah satu rekomendasi dari anggota Majelis Kesejahteraan Sosial Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah (MKS PPA). Selain ingin mengetahui pelaksanaan kegiatan, rombongan juga bermaksud mempelajari administrasi kelompok lansia yang dibina oleh PRA Basen.
“Kami ingin mengetahui pengelolaan kelompok lansia ini, termasuk administrasinya, karena kelompok lansia kami akan mengikuti penilaian. Oleh karena itu, kami berharap ibu-ibu berkenan berbagi pengalaman,” ujar Nunung.
Kunjungan tersebut memperlihatkan bahwa pengelolaan lansia tidak hanya berkaitan dengan kegiatan kesehatan, tetapi juga membutuhkan administrasi, pendampingan, dan pengorganisasian yang berkelanjutan.
Edukasi Pentingnya Mematuhi Aturan Minum Obat
Setelah sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penyuluhan kesehatan bertema pentingnya mematuhi aturan minum obat. Materi disampaikan oleh Henny Aprita, Apt.
Dalam penyuluhannya, Henny menjelaskan bahwa obat yang masuk ke dalam tubuh akan melalui beberapa tahapan sebelum memberikan efek dan kemudian dikeluarkan dari tubuh.
Tahapan tersebut meliputi absorpsi, yaitu proses penyerapan obat ke dalam darah; distribusi, yakni penyaluran obat ke seluruh tubuh; serta eliminasi dan ekskresi, yang berkaitan dengan proses pengolahan dan pengeluaran obat dari tubuh.
Henny menekankan bahwa setiap obat memiliki reaksi dan waktu kerja yang berbeda. Karena itu, aturan minum obat perlu diperhatikan agar jumlah obat di dalam tubuh tetap sesuai dengan kebutuhan dan tidak menimbulkan risiko akibat penggunaan yang kurang atau berlebihan.
Bagi lansia yang kerap mengonsumsi obat secara rutin, pemahaman mengenai aturan minum obat menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan sehari-hari.
TLSA Sahaja Berdiri Sejak 2023
Pada sesi berikutnya, pendamping TLSA yang juga membidangi Majelis Kesejahteraan Sosial, Umi Hidayati, menyampaikan penjelasan singkat mengenai sejarah berdirinya Taman Lansia Sahaja.
Umi menjelaskan, kegiatan TLSA mulai dirintis pada tahun 2023, bertepatan dengan bulan Ramadan. Nama Sahaja kemudian secara resmi dicanangkan oleh Ketua Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Kotagede, Muftiyah Hidayati.
Pada awal berdirinya, TLSA masih diselenggarakan oleh Majelis Tabligh. Seiring pergantian periode kepengurusan, penyelenggaraan TLSA kemudian berada di bawah Majelis Kesejahteraan Sosial.
Umi juga menjelaskan bahwa setelah adanya peraturan mengenai Amal Usaha Kesejahteraan Sosial, pada tahun 2025 TLSA mengajukan permohonan Surat Keputusan (SK) pendirian dan SK pengurus kepada PCA Kotagede.
“Dengan telah diterbitkannya dua SK tersebut, TLSA memiliki dasar legal formal dan otonomi sebagai Amal Usaha Kesejahteraan Sosial,” jelas Umi.
Pertemuan ditutup dengan kegiatan melihat buku-buku administrasi Taman Lansia Sahaja. Rombongan PDA Ciamis berkesempatan mempelajari administrasi yang telah disusun oleh pengelola sesuai dengan pedoman organisasi secara umum.
Kunjungan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus pertukaran pengalaman dalam mengembangkan kegiatan lansia yang sehat, aktif, dan terorganisasi. (umih)
