
Pimpinan Pusat Muhammadiyah akan menyelenggarakan Tanwir sekaligus Milad ke-114 Muhammadiyah pada tahun 2026. Mengangkat tema “Bersama Satukan Bangsa”, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, persatuan, dan ikhtiar memajukan kehidupan bangsa di tengah keragaman serta berbagai tantangan kebangsaan.
Tema “Bersama Satukan Bangsa”
Tema “Bersama Satukan Bangsa” merupakan ajakan untuk membangun kesadaran kolektif bahwa persatuan dan kemajuan bangsa membutuhkan usaha bersama. Perbedaan, keragaman, persoalan, serta tantangan kehidupan kebangsaan tidak seharusnya menjadi alasan untuk terpecah, tetapi menjadi ruang untuk saling mengenal, menguatkan, dan bekerja sama.
Semangat tersebut sejalan dengan pesan Al-Qur’an dalam QS Al-Hujurat ayat 10 dan 13, yang mengajarkan pentingnya persaudaraan, ukhuwah, dan ta’aruf dalam kehidupan yang beragam.
Palu dan Sulawesi Tengah memiliki relevansi khusus dengan tema tersebut. Kota Palu dan wilayah sekitarnya pernah mengalami musibah gempa bumi dahsyat pada 2018. Proses pemulihan dan pembangunan kembali setelah bencana menjadi pengingat bahwa kebangkitan membutuhkan kebersamaan, kepedulian, dan ketangguhan masyarakat.
Dalam konteks tersebut, Muhammadiyah turut mengambil bagian melalui kiprah di bidang kebencanaan, pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, pemberdayaan masyarakat, dan dakwah. Kehadiran serta perkembangan Universitas Muhammadiyah Palu dan berbagai Amal Usaha Muhammadiyah menjadi bagian dari ikhtiar untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Karena itu, penyelenggaraan Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah di Palu tidak hanya memiliki makna organisatoris, tetapi juga simbolik. Palu menjadi ruang untuk menghadirkan semangat bangkit bersama, memperkuat persatuan, dan mendorong kemajuan bangsa.
Tanwir 2026 Menuju Muktamar ke-49
Tanwir Muhammadiyah tahun 2026 juga memiliki arti penting dalam rangka mempersiapkan materi dan agenda strategis menuju Muktamar ke-49 Muhammadiyah tahun 2027 di Medan, Sumatera Utara.
Dengan demikian, Tanwir tidak hanya menjadi forum permusyawaratan, tetapi juga ruang untuk memperkuat gagasan, menyusun bahan pembahasan, serta merumuskan rekomendasi strategis bagi perjalanan Persyarikatan Muhammadiyah ke depan.
Filosofi Logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah

Daun kelor menjadi elemen utama dalam logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah. Elemen ini tidak hanya merepresentasikan nilai kehidupan, ketahanan, dan kebermanfaatan, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan Kota Palu yang menjadikan daun kelor sebagai salah satu ikon dan identitas khas daerah.
Dalam filosofi visualnya, bentuk daun kelor dipadukan secara dinamis dengan angka 114. Angka tersebut tidak sekadar menjadi penanda usia Muhammadiyah, tetapi menyatu dengan elemen daun sebagai bagian dari identitas visual logo.
Bentuk angka 114 yang tumbuh dari satu kesatuan daun menggambarkan perjalanan Muhammadiyah yang terus berkembang dari waktu ke waktu. Nilai pertumbuhan, kebermanfaatan, dan ketahanan menjadi pesan penting yang hendak dihadirkan melalui logo tersebut.
Unduh Logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah
Logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah dapat digunakan sebagai bagian dari publikasi kegiatan, desain media sosial, serta berbagai kebutuhan komunikasi yang berkaitan dengan agenda Tanwir dan Milad Muhammadiyah tahun 2026.
Unduh Logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah di sini.
