MKS PDA Kota Yogyakarta Ikuti Pertemuan Antar Panti ‘Aisyiyah se-DIY, Perkuat Konsolidasi dan Pendampingan

Bagikan

YOGYAKARTA — Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS) Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Yogyakarta menghadiri Pertemuan Antar Panti ‘Aisyiyah yang diselenggarakan oleh MKS Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) DIY, Sabtu (31/10/2026), di Panti ‘Aisyiyah Banaran atau Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Banaran, Kulonprogo.

- Advertisement -

Pertemuan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus konsolidasi antar-panti yang berada di bawah pembinaan ‘Aisyiyah se-DIY. Saat ini terdapat tiga panti yang mengikuti pertemuan tersebut, yakni Panti Asuhan Yatim (PAY) Putri Serangan Yogyakarta, Panti Anak Yatim An Nur Prambanan Sleman, dan Panti ‘Aisyiyah (LKSA) Banaran Kulonprogo.

Selain pengelola ketiga panti, kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan MKS Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah dari lima kabupaten/kota se-DIY. Dari lima daerah tersebut, Kota Yogyakarta, Bantul, dan Gunungkidul belum memiliki panti yang secara langsung berada di bawah pembinaan daerah. Sementara PAY Putri Serangan berada di bawah pembinaan MKS PWA DIY.

Artikel Lainnya
1 of 140

Ketua LKSA Banaran, Sangadah, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur karena Allah SWT masih memberikan kemudahan dan kesempatan untuk berkiprah dalam mengasuh serta mendampingi anak-anak yatim, piatu, dan yatim piatu.

Menurutnya, mengurus anak-anak yatim merupakan kesempatan untuk terus beribadah dan berbuat kebaikan selama masih diberikan umur dan kesempatan oleh Allah SWT.

“Dengan berkiprah memberikan kesempatan kepada kita untuk beribadah selama masih bisa, sambil menunggu antrean dipanggil Allah,” ujarnya.

Baca Juga :   Sedekah Menenangkan Hati dan Menyehatkan Mental, Ini Pandangan Muhammadiyah

Sangadah juga mengingatkan pentingnya berpegang teguh pada ajaran Allah SWT, sebagaimana terkandung dalam QS. Al-Fatihah ayat 5, Iyyāka na‘budu wa iyyāka nasta‘īn (Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan).

Ia menyampaikan bahwa ayat tersebut merupakan pelajaran yang sudah lama diterima, tetapi perlu terus diwujudkan dalam kehidupan dan pelaksanaan amanah. Sebab, Allah SWT yang akan menilai hasil akhir dari setiap perjuangan manusia.

Bagi mereka yang masih diberikan umur panjang, lanjutnya, patut bersyukur karena masih memiliki kesempatan untuk terus menegakkan kalimatullah melalui berbagai kiprah kebaikan.

Menutup sambutannya yang sekaligus disampaikan dalam bentuk kultum, Sangadah mengungkapkan kegembiraan keluarga besar PAY Banaran atas kunjungan dan pertemuan tersebut. Ia berharap kegiatan ini membawa hasil positif serta menambah semangat seluruh pengelola panti dalam mendampingi anak-anak yatim dan piatu.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan laporan dan perkembangan masing-masing panti. LKSA/PAY Banaran menyampaikan laporan terlebih dahulu, disusul Panti Yatim Putri An Nur Prambanan, dan terakhir Panti Anak Yatim Serangan.

Setelah pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Dalam kesempatan tersebut, LKSA Banaran menyampaikan perkembangan proses akreditasi dan pengurusan legalitas ke Pimpinan Pusat. Sementara itu, Panti An Nur menyampaikan keinginan untuk belajar dari PAY Serangan yang telah memperoleh akreditasi A.

Ketua MKS PWA DIY, Wuri Astuti, menyampaikan bahwa persiapan akreditasi perlu dilakukan secara matang, termasuk melengkapi seluruh persyaratan administrasi dan dokumen pendukung, salah satunya terkait status tanah wakaf.

Handayani, yang mendapat amanah mendampingi wilayah Kulonprogo, menyatakan kesiapannya untuk membantu proses pendampingan tersebut. Zulaikhah, salah satu pengurus PAY Serangan, turut mengingatkan bahwa Muhammadiyah saat ini juga sedang melakukan pengurusan tanah wakaf. Karena itu, komunikasi dengan Muhammadiyah di tingkat daerah perlu segera dilakukan.

Baca Juga :   Lazismu Kotagede Adakan Khitan Ceria Gratis, Tebar Manfaat dan Bahagiakan Anak-anak Prasejahtera

Diskusi selanjutnya membahas peran MKS Pimpinan Daerah dalam mendampingi dan mengawal perkembangan panti di masing-masing wilayah.

MKS PDA Kulonprogo menyatakan kesiapan untuk mendampingi proses akreditasi dan legalitas LKSA Banaran. Sementara itu, MKS Gunungkidul yang belum memiliki panti putri berencana menjalin kerja sama dengan Muhammadiyah setempat yang telah memiliki panti, termasuk dalam pendampingan santri putri.

Adapun MKS PDA Sleman akan membantu Panti An Nur dalam mengembangkan amal usaha ekonomi agar dapat meningkatkan kemandirian dan keberlanjutan pengelolaan panti.

Sementara itu, MKS PDA Kota Yogyakarta menyampaikan bahwa meskipun terdapat PAY Putri Serangan di wilayah Kota Yogyakarta, pengelolaannya berada di bawah kewenangan MKS PWA DIY. Oleh karena itu, saat ini MKS PDA Kota Yogyakarta lebih memfokuskan perhatian pada pengembangan Daycare Lansia (DCLA) melalui kegiatan Sekolah Lansia Farahayya yang kini telah memasuki angkatan kedua.

Fokus tersebut menjadi salah satu upaya MKS PDA Kota Yogyakarta dalam menjawab tantangan meningkatnya angka harapan hidup masyarakat perkotaan. Melalui Sekolah Lansia Farahayya, para lansia mendapatkan ruang untuk belajar bersama, bersosialisasi, serta menjalani masa lanjut usia dengan lebih sehat, aktif, dan bergembira.

Pertemuan Antar Panti ‘Aisyiyah se-DIY ini diakhiri dengan sesi foto bersama. Diharapkan, kegiatan konsolidasi tersebut semakin memperkuat komunikasi, kerja sama, serta pendampingan antar-panti dan MKS ‘Aisyiyah di seluruh wilayah DIY. (umih)


Bagikan

Leave a Reply