MKS ‘Aisyiyah se-Kota Yogyakarta Perkuat Sinergi dan Sosialisasi Gerakan ‘Aisyiyah Cinta Anak

Bagikan

YOGYAKARTA — Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS) Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Yogyakarta terus memperkuat silaturahmi dan konsolidasi organisasi melalui pertemuan antar cabang yang dilaksanakan setiap selapan sekali. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini dimanfaatkan untuk memperkuat koordinasi program dan menyamakan langkah dalam pelayanan sosial kepada masyarakat.

- Advertisement -

Pertemuan yang dijadwalkan setiap Sabtu Wage tersebut dilaksanakan secara bergilir di setiap cabang. Meski demikian, waktu pelaksanaannya tetap fleksibel dengan mempertimbangkan kesiapan cabang yang menjadi tuan rumah. Dalam setiap pertemuan, cabang yang bertugas diharapkan menghadirkan seluruh pimpinan MKS serta Ketua Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA), sehingga silaturahmi dan koordinasi dapat melibatkan lebih banyak unsur pimpinan.

Pada Oktober 2026, giliran MKS PCA Gondokusuman menjadi tuan rumah. Pertemuan berlangsung pada Sabtu, 24 Oktober 2026, di Masjid Hidayah Mangkukusuman, Jalan Gayam, Yogyakarta. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran MKS PDA Kota Yogyakarta, perwakilan MKS cabang se-Kota Yogyakarta, serta Ketua PCA Gondokusuman.

Artikel Lainnya
1 of 139

Kepedulian Sosial Dimulai dari Lingkungan Terdekat

Kegiatan diawali dengan kultum yang disampaikan Ismi Budiarti, Penasihat PCA Gondokusuman. Dalam tausiyahnya, Ismi mengajak peserta untuk menumbuhkan kepedulian sosial melalui pemanfaatan rezeki yang dimiliki, antara lain dengan bersedekah dan berinfak.

Menurutnya, berbagi dapat dimulai dari keluarga terdekat sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Sikap tersebut menjadi salah satu upaya memperkuat ketahanan keluarga sekaligus membangun masyarakat yang berkemajuan.

Baca Juga :   Semangat Baru Dalam Pengembangan Sekolah

Ismi juga menekankan pentingnya kepedulian yang diwujudkan melalui tindakan nyata, seperti memberikan santunan kepada anak-anak, lansia, kaum dhuafa, dan mereka yang membutuhkan bantuan. Kepedulian juga dapat ditunjukkan dengan menyempatkan diri bertakziah ketika ada warga yang meninggal dunia.

Pesan tersebut mengingatkan bahwa kepedulian sosial tidak cukup berhenti pada kepedulian secara lisan, tetapi perlu diwujudkan dalam tindakan nyata di tengah kehidupan masyarakat.

Sementara itu, sambutan dari PCA Gondokusuman disampaikan Asih Ratesih, ketua yang membidangi MKS. Ia menyampaikan terima kasih atas kehadiran para peserta dan mengapresiasi pelaksanaan pertemuan antar cabang yang dinilai mampu mempererat ukhuwah.

Asih berharap kegiatan silaturahmi melalui kunjungan bergilir tersebut dapat terus dilaksanakan. Selain mempererat hubungan antarpimpinan, pertemuan ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan memperkuat sinergi dalam menjalankan program kesejahteraan sosial.

Perkuat Implementasi Gerakan ‘Aisyiyah Cinta Anak

Agenda utama pertemuan disampaikan Ketua MKS PDA Kota Yogyakarta, Umi Hidayati. Ia menjelaskan bahwa pembahasan kali ini merupakan kelanjutan dari pertemuan pada September 2026 yang menyoroti Gerakan ‘Aisyiyah Cinta Anak (GACA).

Umi menegaskan bahwa sosialisasi GACA tidak boleh berhenti pada pengenalan konsep dan tujuan gerakan. Hal yang lebih penting adalah memastikan gerakan tersebut dapat dilaksanakan secara nyata di tingkat daerah, cabang, hingga ranting.

Sebagai majelis yang menjadi penggerak utama program ini, MKS di setiap tingkatan diharapkan berperan aktif menjadi relawan, khususnya dalam pendampingan anak-anak asuh. Setiap cabang dan ranting memiliki anak asuh dengan jumlah yang beragam sehingga diperlukan keterlibatan dan komitmen bersama agar pendampingan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Umi juga mendorong setiap cabang untuk mengupayakan pembentukan pos pelayanan sebagai sarana memberikan pendampingan kepada masyarakat di tingkat bawah, terutama anak-anak yang menjadi korban kekerasan.

Baca Juga :   Sekolah Lansia Farahhayya Kota Yogyakarta Wisuda Angkatan Pertama, 17 Peserta Resmi Lulus

Selain memberikan pelayanan, keberadaan pos tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan melalui sosialisasi dan pengenalan tugas-tugas perlindungan anak kepada pimpinan ranting. Dengan demikian, potensi terjadinya kekerasan dapat diminimalkan melalui kepedulian dan keterlibatan masyarakat.

Pelayanan MKS, lanjut Umi, tidak hanya ditujukan kepada anak-anak, tetapi juga mencakup lansia, kaum dhuafa, penyandang disabilitas, serta perempuan yang mengalami keterbatasan akses dan berada dalam kondisi termarginalkan.

Dalam menangani persoalan keluarga, MKS dapat bekerja sama dengan BIKKSA yang telah tersedia di setiap cabang. Sementara itu, apabila ditemukan kasus yang berkaitan dengan persoalan hukum, penanganannya dapat dikoordinasikan dengan Pos Bantuan Hukum (Posbakum) yang tersedia di PDA Kota Yogyakarta.

Dorong Penguatan Komunitas Lansia

Pada akhir pertemuan, Umi Hidayati juga mengingatkan tentang program DCLA yang dilaksanakan MKS PDA Kota Yogyakarta melalui kegiatan sekolah lansia.

Ia mengajak seluruh pimpinan MKS di tingkat cabang dan ranting untuk mendukung program tersebut dengan menyampaikan informasi secara jelas kepada masyarakat serta mendorong warga lansia agar berpartisipasi sebagai peserta.

Selain itu, penguatan komunitas lansia di tingkat ranting dan cabang juga perlu terus diupayakan agar para lansia memiliki ruang untuk berinteraksi, memperoleh pendampingan, dan tetap terlibat dalam kehidupan sosial.

Melalui pertemuan rutin yang dilaksanakan secara bergilir ini, MKS ‘Aisyiyah se-Kota Yogyakarta diharapkan semakin solid dalam menjalankan program kesejahteraan sosial. Silaturahmi yang terbangun tidak hanya mempererat hubungan antarpimpinan, tetapi juga menjadi kekuatan bersama untuk menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, responsif, dan bermanfaat bagi masyarakat.

(umih)


Bagikan

Leave a Reply