PCA Kotagede Gelar Lomba GLHA dan Olahan Pangan Lokal, Dorong Pemanfaatan Pekarangan dan Pangan Sehat

Bagikan

KOTAGEDE — Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Kotagede melalui Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) menggelar Lomba Gerakan Lingkungan Hidup ‘Aisyiyah (GLHA) dan Lomba Olahan Pangan Lokal (OPL). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk menggerakkan sekaligus memberdayakan warga ‘Aisyiyah dalam memanfaatkan pekarangan dan lahan yang ada di lingkungan masing-masing.

- Advertisement -

Lomba tersebut diikuti oleh Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) se-Cabang Kotagede. Selain mendorong pemanfaatan lahan pekarangan, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi anggota ‘Aisyiyah untuk mengembangkan kreativitas dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi makanan yang sehat, menarik, dan memiliki nilai ekonomi.

Mendorong Pemanfaatan Pekarangan Warga ‘Aisyiyah

Artikel Lainnya
1 of 126

Gerakan Lingkungan Hidup ‘Aisyiyah menjadi salah satu sarana untuk mendorong warga ‘Aisyiyah agar tidak membiarkan pekarangan maupun lahan tidur menjadi tidak produktif. Lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk menanam berbagai tanaman pangan maupun kebutuhan rumah tangga.

Melalui lomba GLHA, PCA Kotagede berharap semakin banyak warga ‘Aisyiyah yang tergerak untuk mengoptimalkan pekarangan sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan produktif.

Sementara itu, melalui Lomba Olahan Pangan Lokal, anggota ‘Aisyiyah didorong untuk mengenal kembali berbagai bahan pangan lokal seperti umbi-umbian, jagung, sagu, dan bahan pangan lainnya.

Bahan pangan tersebut dapat diolah menjadi makanan yang sehat dan memiliki nilai tambah, sekaligus menjadi alternatif dari berbagai produk makanan siap saji.

Tujuan Lomba GLHA dan Olahan Pangan Lokal

Pelaksanaan kedua lomba ini memiliki sejumlah tujuan. Di antaranya adalah memberdayakan warga ‘Aisyiyah untuk mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan dan lahan tidur melalui Gerakan Lingkungan Hidup ‘Aisyiyah.

Baca Juga :   Muhammadiyah Ajak Jemaah Haji Sembelih Dam di Tanah Air demi Kemaslahatan Umat

Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan gizi keluarga sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat.

Lomba olahan pangan juga menjadi ruang untuk membuka peluang pasar bagi anggota ‘Aisyiyah yang bergerak sebagai pelaku usaha kuliner maupun petani pembudidaya bahan pangan lokal.

Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan dapat membiasakan masyarakat mengonsumsi pangan lokal, meningkatkan nilai tambah bahan pangan lokal, serta meningkatkan citra produk pangan lokal yang selama ini mulai tergeser oleh makanan siap saji dan junk food.

Pemanfaatan bahan pangan lokal juga dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap tepung berbahan gandum dengan memanfaatkan tepung dari bahan pangan lokal, seperti umbi-umbian, jagung, dan sagu.

Tidak kalah penting, lomba ini menjadi wadah untuk menggali kreativitas anggota ‘Aisyiyah dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi makanan sehat yang disukai berbagai kelompok usia.

Diikuti PRA se-Cabang Kotagede

Dari 15 PRA se-Cabang Kotagede, terdapat sejumlah ranting yang berpartisipasi dalam dua jenis lomba tersebut.

Untuk Lomba Olahan Pangan Lokal (OPL), terdapat delapan PRA yang mengikuti, yaitu:

  1. PRA Alun Alun Selatan
  2. PRA Purbayan
  3. PRA Basen
  4. PRA Rejowinangun
  5. PRA Prenggan
  6. PRA Jagalan
  7. PRA Pilahan
  8. PRA Singosaren

Sementara itu, Lomba Gerakan Lingkungan Hidup ‘Aisyiyah (GLHA) diikuti oleh enam PRA, yaitu:

  1. PRA Purbayan
  2. PRA Singosaren
  3. PRA Jagalan
  4. PRA Basen
  5. PRA Pilahan
  6. PRA Rejowinangun

Partisipasi dari berbagai ranting ini menunjukkan adanya semangat bersama untuk mengembangkan lingkungan yang produktif sekaligus meningkatkan kreativitas dalam pemanfaatan pangan lokal.

Penilaian Melibatkan Praktisi dan Akademisi

Untuk menjaga objektivitas penilaian, PCA Kotagede melibatkan sejumlah juri dari berbagai unsur.

Dewan juri Lomba GLHA terdiri atas Essy Emiati, S.P. dari unsur praktisi dan PPL Kemantren Kotagede, Umi Pratiwi dari MEK PCA Kotagede, serta Nawastuti dari MEK PCA Kotagede.

Baca Juga :   PCM Kotagede Kunjungi PRM Joyopranan, Bahas Program Kerja dan Penguatan Organisasi

Sementara itu, Lomba Olahan Pangan Lokal dinilai oleh Dr. Siti Hamidah dari PH PCA Kotagede, Eko Parwati, Ph.D. dari unsur akademisi sekaligus dosen UMY, serta Erna Wahyu Ambarwati dari MEK PCA Kotagede.

Keterlibatan unsur praktisi, akademisi, dan pimpinan ‘Aisyiyah diharapkan dapat memberikan penilaian yang lebih komprehensif terhadap berbagai aspek yang ditampilkan oleh peserta.

Jadwal Pelaksanaan Lomba

Rangkaian lomba GLHA dan Olahan Pangan Lokal telah disiapkan dengan sejumlah tahapan.

Pendaftaran Lomba GLHA berlangsung hingga 30 Agustus 2026. Untuk Lomba Olahan Pangan Lokal, pengiriman video dilaksanakan pada 24 Agustus hingga 4 September 2026, sedangkan pengiriman bahan lomba paling lambat 4 September 2026.

Penilaian Lomba GLHA dilaksanakan pada 5–6 September 2026, sedangkan penilaian Olahan Pangan Lokal dilaksanakan pada 6 September 2026.

Pemenang Akan Diumumkan pada Festival Halal

Pengumuman hasil lomba rencananya akan dilakukan dalam kegiatan Festival Halal ‘Aisyiyah Kotagede yang direncanakan berlangsung pada Oktober 2026.

Khusus bagi pemenang juara pertama Lomba GLHA dan Olahan Pangan Lokal, selanjutnya akan dikirim untuk mengikuti lomba di tingkat PDA ‘Aisyiyah Kota Yogyakarta.

Melalui kegiatan ini, PCA Kotagede berharap gerakan pemanfaatan pekarangan dan pangan lokal tidak berhenti pada perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi gerakan bersama yang terus tumbuh di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Pemanfaatan lahan yang sederhana, pengolahan pangan lokal yang kreatif, serta keterlibatan warga ‘Aisyiyah dapat menjadi langkah kecil yang memberikan manfaat besar bagi kesehatan, lingkungan, dan penguatan ekonomi keluarga.


Bagikan

Leave a Reply