
Sukseskan Festival Halal Kotagede Batch 2 Tahun 2026, UMKM PRA Prenggan Turut Gelar Bazar
KOTAGEDE — Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Prenggan, Kotagede, Yogyakarta, turut menyukseskan Festival Makanan Halal Kotagede Batch 2 Tahun 2026 dengan mendampingi 10 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) PRA Prenggan dalam kegiatan bazar. Melalui kegiatan ini, para pelaku UMKM berkesempatan memperkenalkan produk unggulan sekaligus memperluas pemasaran kepada masyarakat.
Festival yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Kotagede tersebut berlangsung pada Sabtu, 17 Oktober 2026, di lingkungan Kemantren Kotagede, Yogyakarta. Kegiatan ini menghadirkan beragam produk makanan dan minuman halal yang mengangkat kekayaan kuliner serta kearifan lokal Kotagede.
Festival diawali dengan senam sehat bahagia, kemudian dilanjutkan dengan expo produk halal unggulan dari masing-masing ranting ‘Aisyiyah se-Kotagede dan bazar aneka produk halal. Suasana semakin meriah dengan penampilan hadroh dari salah satu ranting ‘Aisyiyah Kotagede.
Selain itu, Aisyiyah Culture Education Tourism (ACET) turut menampilkan peragaan busana dengan ciri khas kerudung Nyai Walidah Ahmad Dahlan. Dalam kesempatan tersebut, panitia juga menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba Gerakan Lumbung Hidup ‘Aisyiyah (GLHA) dan lomba Olahan Pangan Lokal (OPL) yang sebelumnya diselenggarakan oleh PCA Kotagede.
Hadirkan 32 Produk Kuliner, UMKM PRA Prenggan Tarik Minat Pengunjung
Di tengah cuaca panas sejak pagi hari, antusiasme masyarakat dan ibu-ibu ‘Aisyiyah untuk mengikuti festival tetap tinggi. Panitia memperkirakan lebih dari 500 pengunjung hadir memeriahkan kegiatan tersebut.
Beragam produk yang ditawarkan para peserta tidak hanya berupa makanan dan minuman, tetapi juga hasil pertanian serta produk fesyen. Keanekaragaman ini menjadi daya tarik tersendiri sekaligus memperlihatkan potensi usaha yang berkembang di lingkungan ‘Aisyiyah Kotagede.
PRA Prenggan, di bawah binaan Koordinator Bidang MEK, Dr. Hj. Siti Hamidah, M.Pd., dan Ketua MEK, Hj. Masrurotun Pujiastuti, S.E., memperkenalkan 32 produk kuliner dalam bazar tersebut. Produk-produk itu berasal dari 10 pelaku UMKM binaan MEK PRA Prenggan.
Berbagai produk yang ditawarkan antara lain jenang garut, manisan kolang-kaling, aneka rempeyek, kue kembang waru dengan inovasi kekinian, aneka produk mi, salad buah, minuman segar, hingga minuman jamu.
Keragaman produk tersebut menjadi upaya pelaku UMKM untuk memperkenalkan olahan pangan kepada masyarakat sekaligus menunjukkan bahwa kuliner lokal memiliki peluang untuk terus dikembangkan. Keikutsertaan dalam festival ini juga memberikan ruang bagi para pelaku usaha untuk berinteraksi langsung dengan konsumen.
Dalam penyelenggaraan Festival Makanan Halal Kotagede Batch 2 Tahun 2026 ini, PRA Prenggan kembali mencatatkan omzet yang tergolong besar. Capaian tersebut menjadi hasil positif dari partisipasi para pelaku UMKM dalam mempromosikan dan memasarkan produk mereka melalui kegiatan bazar.
Perkuat Pemberdayaan UMKM dan Kemandirian Ekonomi Umat
Bagi MEK PRA Prenggan, bazar dalam Festival Makanan Halal Kotagede bukan sekadar kegiatan berjualan. Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran, promosi, dan pengembangan usaha bagi para pelaku UMKM binaan.
Melalui pendampingan yang dilakukan, MEK PRA Prenggan berupaya menumbuhkan semangat berwirausaha sekaligus memperluas kesempatan bagi pelaku usaha untuk mengenalkan produk mereka kepada masyarakat.
Partisipasi dalam festival ini menjadi salah satu langkah nyata PRA Prenggan dalam menjalankan komitmen pemberdayaan ekonomi perempuan dan pengembangan UMKM di lingkungan ‘Aisyiyah. Dengan dukungan organisasi dan ruang promosi yang tepat, produk-produk lokal diharapkan semakin dikenal dan memiliki daya saing.
Ke depan, kegiatan semacam ini diharapkan terus menjadi ruang kolaborasi bagi pelaku UMKM untuk berkembang, memperluas pasar, dan meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar ‘Aisyiyah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi umat yang mandiri dan berkelanjutan. (Nf)
