
PCA Kotagede Gelar Napak Tilas Tokoh Muhammadiyah Sambut Milad ‘Aisyiyah ke-109
Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Kotagede mengawali rangkaian kegiatan Milad ‘Aisyiyah ke-109 dengan menggelar edukasi lapangan berupa napak tilas tokoh pendiri Muhammadiyah dan pahlawan nasional, Kamis (14/5/2026).
Kegiatan ini diikuti 43 pimpinan cabang dengan menggunakan bus. Rombongan mengawali perjalanan dengan berziarah ke Makam Boharen, Kotagede. Di kompleks makam tersebut terdapat makam pendiri Muhammadiyah Kotagede sekaligus Ketua PCM Kotagede pertama, Kyai H. Mashudi, serta tokoh Muhammadiyah yang telah dikukuhkan sebagai pahlawan nasional, Prof. K.H. Abdul Kahar Mudzakkir.
Setelah itu, rombongan mengunjungi Rumah Peradaban yang dahulu merupakan rumah tinggal Prof. K.H. Abdul Kahar Mudzakkir. Di sekitar lokasi tersebut juga terdapat Langgar Dhuwur, salah satu musala tertua yang telah berusia ratusan tahun dan menjadi bagian penting dari jejak sejarah Islam di Kotagede.
Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Makam Darakan, tempat Prof. Dr. H. Mohammad Rasyidi dimakamkan. Mohammad Rasyidi dikenal sebagai Menteri Agama pertama Republik Indonesia sekaligus tokoh Muhammadiyah dan cendekiawan muslim.

Rombongan juga berziarah ke Makam Karangkajen, tempat dimakamkannya pendiri Muhammadiyah K.H. Ahmad Dahlan serta sejumlah tokoh penting Muhammadiyah lainnya seperti K.H. Ibrahim, K.H. Ahmad Badawi, dan K.H. A.R. Fachruddin. Dalam setiap kunjungan ziarah, rombongan memanjatkan doa yang dipandu oleh salah satu Ketua PCA Kotagede, Siti Solihah.
Setelah rangkaian ziarah, rombongan melanjutkan perjalanan ke kawasan Lempuyangan, tepatnya Kampung Bausasran. Di lokasi tersebut terdapat Masjid Sultoni Kagungan Dalem dan Mushola ‘Aisyiyah yang berada di sebelah utara masjid.
Kedatangan rombongan PCA Kotagede disambut oleh Pimpinan ‘Aisyiyah Ranting Bausasran, Zubaidah, bersama ibu-ibu pengurus mushola. Rombongan juga diterima oleh Ketua PCM Danurejan, Muhammad Halimi.
Ketua PCA Kotagede, Muftiyah Hidayati, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari agenda Milad ‘Aisyiyah ke-109. Menurutnya, napak tilas ini bertujuan mengenalkan kembali jejak perjuangan para tokoh Muhammadiyah, baik tokoh dari Kotagede maupun pendiri utama Muhammadiyah, K.H. Ahmad Dahlan.
“Dalam rangka memperingati Milad ‘Aisyiyah ke-109, PCA Kotagede memiliki beberapa agenda kegiatan. Salah satunya diawali dengan napak tilas tokoh-tokoh Muhammadiyah, termasuk pendiri Muhammadiyah di Kotagede dan pendiri utama Muhammadiyah, K.H. Ahmad Dahlan,” ujarnya.
Muftiyah juga menyampaikan rasa ingin tahunya mengenai riwayat dakwah K.H. Ahmad Dahlan hingga sampai di kawasan Lempuyangan.
Menanggapi hal tersebut, Ketua PCM Danurejan Muhammad Halimi menjelaskan sejarah berdirinya Masjid Sultoni dan Mushola ‘Aisyiyah Bausasran. Ia menerangkan bahwa kawasan Lempuyangan dahulu banyak ditumbuhi tanaman lempuyang dan merupakan tanah merdikan yang cukup luas.
Menurut Halimi, Masjid Sultoni dibangun pada tahun 1837. Sementara itu, Mushola ‘Aisyiyah yang berada di sebelah utara masjid diperkirakan telah berdiri sekitar 100 tahun lalu dan diprakarsai oleh putri-putri Kyai H. Abdul Hamid, salah satu guru K.H. Ahmad Dahlan.
Usai dari Bausasran, rombongan kembali ke Kotagede. Kegiatan ditutup dengan silaturahmi ke rumah keluarga pendiri Muhammadiyah Kotagede, Kyai H. Mashudi, yang diterima oleh salah satu cucunya, Muftiyah Hidayati.
Melalui kegiatan napak tilas ini, PCA Kotagede berharap semangat perjuangan para tokoh Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dapat terus menginspirasi gerakan dakwah, pendidikan, serta pengabdian kepada masyarakat. (umih)
