
Penggerak Utama Cabang dan Ranting adalah Kita Semua: Meneguhkan Ruh Gerakan Muhammadiyah dari Akar Rumput
JAKARTA – Siapa penggerak utama Cabang dan Ranting Muhammadiyah? Pertanyaan itu dilontarkan oleh Ketua Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) PP Muhammadiyah, M. Jamaludin Ahmad, dalam materi yang disampaikan pada kegiatan Training of Trainer (ToT) Sekolah Cabang Ranting (SECARA).
Jawabannya sederhana, namun sarat makna: kita semua.
Pesan tersebut menegaskan bahwa kemajuan Muhammadiyah tidak hanya ditentukan oleh pimpinan di tingkat pusat atau wilayah, tetapi bertumpu pada kekuatan jamaah di Cabang dan terutama Ranting. Dari sanalah denyut gerakan Muhammadiyah tumbuh, berkembang, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ranting sebagai Basis Jamaah Muhammadiyah
Ranting merupakan rumah utama bagi warga Muhammadiyah. Di tingkat inilah proses pembinaan anggota berlangsung secara langsung dan berkelanjutan. Ranting menjadi ruang perjumpaan, tempat belajar, serta wadah untuk menanamkan nilai-nilai Islam berkemajuan kepada jamaah.
Kedekatan ranting dengan kehidupan masyarakat menjadikannya sebagai ujung tombak dakwah Persyarikatan. Berbagai persoalan umat dapat dikenali lebih cepat, sekaligus dicarikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan warga setempat.
Kekuatan Organisasi Bertumpu pada Ranting
M. Jamaludin Ahmad menegaskan bahwa ranting adalah penyangga utama gerakan Muhammadiyah. Kuat atau lemahnya organisasi di tingkat yang lebih tinggi sangat bergantung pada kondisi ranting.
Apabila ranting hidup, aktif, dan memiliki jamaah yang solid, maka Cabang, Daerah, Wilayah hingga Pusat akan memperoleh energi yang kuat untuk menjalankan berbagai program Persyarikatan. Sebaliknya, jika ranting melemah, maka daya gerak organisasi juga akan ikut berkurang.
Karena itu, penguatan ranting harus menjadi perhatian bersama seluruh kader Muhammadiyah.
Pemberdayaan Nyata untuk Masyarakat
Selain menjalankan fungsi dakwah dan pembinaan, ranting juga diharapkan hadir dalam pemberdayaan masyarakat. Fokus gerakan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menyentuh sektor-sektor riil yang berhubungan langsung dengan kesejahteraan umat.
Beberapa bidang yang dapat dikembangkan antara lain:
- Pertanian
- Peternakan
- Ekonomi kerakyatan
- UMKM
- Kewirausahaan berbasis jamaah
Melalui pemberdayaan tersebut, Muhammadiyah tidak hanya mengajak masyarakat kepada kebaikan, tetapi juga membantu meningkatkan kualitas hidup mereka secara nyata.
Menjaga Ruh Ranting Muhammadiyah
Menurut M. Jamaludin Ahmad, terdapat beberapa unsur penting yang menjadi ruh kehidupan ranting Muhammadiyah.
1. Kajian Rutin yang Berkelanjutan
Kajian menjadi sarana penguatan ideologi, pemahaman agama, dan wawasan keislaman warga. Kajian yang rutin akan menjaga semangat jamaah sekaligus memperkuat ukhuwah antaranggota.
2. Masjid yang Makmur dan Memakmurkan
Masjid Muhammadiyah tidak hanya ramai digunakan untuk ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
Masjid yang makmur akan melahirkan jamaah yang kuat. Sebaliknya, jamaah yang aktif akan menjadikan masjid semakin hidup dan memberi manfaat luas bagi lingkungan sekitar.
3. Beramal dengan Ikhlas dan Gembira
Gerakan Muhammadiyah dibangun atas dasar keikhlasan. Setiap amal usaha dan aktivitas dakwah hendaknya dijalankan dengan hati yang lapang serta semangat yang menggembirakan.
Budaya kerja yang positif akan melahirkan suasana organisasi yang sehat dan produktif.
4. Rapat Rutin yang Berorientasi Aksi
Rapat bukan sekadar forum berkumpul. Minimal satu kali dalam sepekan, pengurus perlu melakukan koordinasi yang menghasilkan tindak lanjut nyata.
Setiap rapat harus melahirkan:
- Aksi nyata
- Evaluasi program
- Solusi atas persoalan yang dihadapi
Dengan demikian, organisasi terus bergerak dan berkembang.
Tantangan Besar Cabang dan Ranting Muhammadiyah
Dalam perjalanannya, terdapat dua tantangan utama yang perlu mendapat perhatian serius.
Pertama, penguatan ranting agar tetap hidup, berkembang, dan mampu melakukan regenerasi kader.
Kedua, menjaga jati diri Muhammadiyah sebagai gerakan Islam, dakwah, dan tajdid yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah.
Di tengah perubahan sosial yang begitu cepat, Muhammadiyah dituntut tetap adaptif tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai dasar Persyarikatan.
Mengkondisikan Gerakan yang Berkemajuan
Untuk mewujudkan Cabang dan Ranting yang kuat, M. Jamaludin Ahmad mengajak seluruh kader untuk membangun budaya organisasi yang sehat melalui beberapa langkah penting:
- Konsolidasi, memperkuat struktur dan komunikasi organisasi.
- Dinamisasi, menghadirkan gerakan yang aktif dan terus berkembang.
- Silaturahmi, mempererat hubungan antaranggota dan jamaah.
- Inovasi, melahirkan gagasan serta program yang relevan dengan kebutuhan zaman.
- Kolaborasi, membangun kerja sama dengan berbagai pihak.
- Akselerasi, mempercepat pencapaian program-program strategis.
- Antisipasi, membaca tantangan dan peluang yang akan datang.
Langkah-langkah tersebut menjadi bekal penting agar Cabang dan Ranting Muhammadiyah mampu terus tumbuh sebagai pusat dakwah, pemberdayaan, dan pelayanan umat.
Pada akhirnya, penguatan Muhammadiyah tidak dimulai dari tempat yang jauh. Ia dimulai dari lingkungan terdekat, dari masjid, dari jamaah, dari ranting, dan dari kader-kader yang mau bergerak bersama. Sebab penggerak utama Cabang dan Ranting Muhammadiyah bukanlah seseorang atau sekelompok orang tertentu, melainkan kita semua.
