
TPA Basen Gelar Lomba Santri, Tumbuhkan Keberanian dan Semangat Belajar Al-Qur’an
KOTAGEDE — Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional dan Bulan Bahasa 2026, Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Basen menggelar Lomba Santri pada Senin (26/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Gedung TPA Basen, Kotagede, ini menjadi sarana untuk menggali potensi, menumbuhkan kepercayaan diri, sekaligus memotivasi santri agar semakin semangat belajar Al-Qur’an.
Kegiatan yang diselenggarakan Majelis PAUD, Dasar, dan Menengah Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Basen sebagai mitra TPA Basen tersebut mengusung tema “Menggali Potensi Santri dalam Rangka Bulan Bahasa dan Hari Santri”.
Sebanyak tiga jenis lomba diselenggarakan, yakni mewarnai, azan, dan membaca sari tilawah Surah Al-Fatihah. Peserta dikelompokkan berdasarkan jenjang usia dan pendidikan agar setiap santri dapat mengikuti perlombaan sesuai dengan kemampuannya.
Lomba mewarnai diikuti 21 peserta dari jenjang TK hingga kelas II SD. Sementara itu, lomba sari tilawah Surah Al-Fatihah diikuti enam peserta, sedangkan lomba azan diikuti tiga peserta.
Penilaian dilakukan oleh para juri yang berasal dari unsur pengelola TPA, takmir masjid, serta pimpinan PRA Basen. Juri lomba azan adalah Supriyadi, Direktur TPA, dan Hangga dari takmir masjid. Lomba sari tilawah dinilai oleh Rina Budiati dan Khuzaimah dari PRA Basen, sedangkan lomba mewarnai dinilai oleh Wahyuti dari Majelis PAUD, Dasar, dan Menengah PRA Basen.
Tanamkan Keberanian dan Percaya Diri Sejak Dini
Ketua Majelis PAUD, Dasar, dan Menengah PRA Basen, Lia Karlia, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan memeriahkan Hari Santri Nasional dan Bulan Bahasa, tetapi juga mempererat silaturahmi antara santri, ustaz dan ustazah, serta pimpinan majelis.
Menurutnya, anak-anak perlu mendapatkan ruang dan motivasi agar berani menunjukkan kemampuan mereka di depan umum. Melalui perlombaan, santri diharapkan terbiasa tampil, mengembangkan potensi, dan membangun rasa percaya diri sejak dini.
Apresiasi juga disampaikan Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Basen, Aris Munandar. Ia menegaskan bahwa keberhasilan kegiatan tidak semata-mata diukur dari siapa yang menjadi juara, melainkan dari proses yang dijalani para santri.
Menurut Aris, keberanian anak-anak untuk tampil dan mengikuti perlombaan merupakan pengalaman berharga dalam proses pendidikan. Ia berharap kegiatan positif semacam ini terus dilaksanakan sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi penerus Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.
PRM Basen, lanjutnya, akan terus memberikan motivasi dan dukungan terhadap kegiatan yang bermanfaat bagi perkembangan anak-anak.
Sementara itu, Ketua PRA Basen, Atik Amanati, berpesan agar para santri tetap bersemangat, baik yang berhasil meraih juara maupun yang belum mendapatkan penghargaan.
Ia mendorong anak-anak untuk kembali mengikuti perlombaan pada kesempatan berikutnya. Para santri juga diharapkan mulai mempersiapkan diri mengikuti Festival Anak Saleh Indonesia (FASI), baik di tingkat rayon maupun kota.
Keberanian untuk tampil, menurutnya, perlu terus dilatih agar anak-anak semakin percaya diri dalam menunjukkan kemampuan mereka.
Apresiasi untuk Santri Berprestasi
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah kepada para santri yang berhasil meraih juara di setiap kategori. Hadiah diserahkan oleh Ketua PRA Basen, Ketua PRM Basen, dan Ketua Bidang Majelis PAUD, Dasar, dan Menengah.
Pada lomba mewarnai, tiga peserta yang meraih juara adalah Naya, Nabila, dan Davina. Adapun lomba azan menetapkan Sauki Pradipta A sebagai juara pertama, Muhammad Al Fatih sebagai juara kedua, dan Rahmat Fajar R sebagai juara ketiga.
Sementara itu, pada lomba sari tilawah Surah Al-Fatihah, Aira Adiwidya A meraih juara pertama, Reva Ayudya I juara kedua, dan Hafizah Inara R juara ketiga.
Melalui kegiatan ini, PRA Basen berharap para santri semakin termotivasi untuk belajar Al-Qur’an, meningkatkan kemampuan, serta membangun keberanian dan rasa percaya diri. Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam mendidik generasi yang berakhlak baik, mencintai Al-Qur’an, dan siap tumbuh menjadi generasi penerus yang berkemajuan.
(umih)
